Halloween nya Aip

Tampak depan Bioskop Atoom, photo courtesy Demian Aditya

Aku belum cerita soal malam mingguan aku ya?
Tidak ada pesta, tidak nonton. Tapi ke Bioskop.

Dalam semangat Halloween, ajakan Demian Aditya dan Sara Wijayanto, pasangan pesulap dan paranormal/aktris/presenter  yg sedang bikin webseries #JanganTakut untuk channel Vidio mereka, tidak saya tolak. Padahal biasanya paling males ke tempat beginian. Deket-deket aja malas. Apalagi masuk. Anggap saja wisata unik. Hahaha

Berangkat dari daerah Kemang Jakarta, perlu waktu kira-kira sejam untuk mencapai daerah Citeureup Bogor.

Lokasinya ternyata ada didalam kota, tidak terpencil seperti yang saya bayangkan. 

Sampailah kami di Bioskop Tua, Atoom yang terbengkalai di Citeureup Bogor.

Diapit oleh pabrik, Bangunannya bagai membusuk ditelan waktu. Walau sisa kejayaanya masih tampak.

Bioskop ini memilih dua studio, Studio 1 yang warna merah dan Studio 2 yang berwarna biru.

Studio ini mengalami masa kejauhan di era 80-an dan 90 an. Sampai akhirnya bankrupt pada tahun 1997 karena kalah bersaing dengan cakram VCD yang marak di tahun itu.

Bayangkan, Film terakhir yang diputar adalah Titanic. Sungguh Ironic ! Bioskop ini tenggelam seperti kapal yang menjadi objek cerita film yang terakhir diputar disana.

Sambil menemani shooting, saya ikut masuk ke dalam bangunan bioskop tersebut 

Bayangkan Pemirsaaah

Suasana di dalamnya , gelap gulita, pengap dan panas karena AC sudah 20 tahun tidak menyala, debu dimana-mana.

Hanyalah senter dan handphone sumber cahaya kami saat itu

Barisan kursi penonton merah masih disana, puluhan tahun kehilangan penontonnya.

Plafon terkelupas, menjuntai ditarik oleh waktu dan gravitasi. 

Suasananya mencekam, seakan kehidupan tak diizinkan hadir disana. Tercekat nafas kami berebut udara segar sumber kehidupan 
Sering kali bulu kuduk berdiri, menandakan kehadiran mahluk yang ingin tahu soal kedatangan kami
Yang menarik dari tempat ini adalah penghuninya. Penuh misteri… Kalau kata Sara yang pernah shooting Masih Dunia Lain di tempat itu, Bioskop ini kebanyakan diisi oleh para hantu wanita yang kebanyakan sakit hati oleh lelaki. Salah satunya adalah Asih yang mati butuh diri. Lalu ada lagi beberapa entitas yang menghuni tempat itu.
Kata Sara lagi mereka tidak akan mengganggu, karena kami sudah kulonuwun sebelumnya. Cuman mereka penasaran melihat kedatangan kita.

Perasaan diawasi meningkat. Situasi semakin tidak nyaman

Pengen keluar rasanya…


Menurut Pak Irwan, pengurus bangunan-bangunan disini, Bioskop ini adalah korban keganasan invasi VCD lalu DVD player yang muncul di rumah-rumah penikmat film di masa itu. Hingga akhirnya bangkrut tak beroperasi. Pemiliknya meninggal dan anak-anaknya tak ingin meneruskan usaha bioskop ini lagi.

Akhirnya bangunan ini kosong, terbengkalai.  Terdiam dalam gelap. Terabaikan oleh waktu.

Karena kosong, bangunan ini menarik perhatian banyak mahluk dunia lain yang menjadikan bioskop ini sebagai rumah mereka. padahal kata Sara, penghuninya saja sudah banyak dulu, saat beroperasi menjadi bioskop. ditambah-tambah setelah kosong.

Penduduk sekitar menghindari masuk ke dalam bioskop ini karena situasinya menyeramkan. Apalagi saat malam hari. Sering terlihat penampakan atau suara-suara aneh datang dari tempat ini.

Ternyata kosongnya bioskop ini tidak hanya mendatangkan hantu atau mahluk halus. tapi juga sempat menjadi tempat berbuat mesum para manusia durjana tempat mereka melampiaskan hawa nafsu.

Sampai akhirnya pihak pengelola Gedung memutuskan membangun Pos satpam di depannya. Dan tentu saja para satpam kebagian diganggu mahluk halus.

Balik lagi ke dalam, rombongan shooting masih terus melakukan kegiatan, sementara saya sudah berada di lobby bioskop yang diberi penerangan oleh pihak pengelola Gedung. Udaranya beda banget. Segar sekali rasanya diluar. Walau perasaan dilihatin masih terasa kuat.

Yang rada kocak, saya si tukang selfie sampai lupa melakukannya. Ga kepikiran deh. Boro-boro. Takut juga kalau dalam selfie itu ternyata bukan hanya saya sendirian.

Saking mencekam, saya sampai lupa selfie. Akhirnya ada dokumentasi pas nebeng Sara Wefie. Photo courtesy Sara Wijayanto

Akhirnya shooting selesai, dan kirain pulang.

Alhamdulillah…

Begitu banyak cerita yang bisa digali dari tempat ini. Berderet kisah tak terungkap. 
Beruntung saya tidak diganggu mahluk halus apalagi diikuti pulang.

Salah satu destinasi jalan-jalan alternative  yang unik.. dan mistik , menarik
Saran saya kalau pergi ke tempat seperti ini , sebaiknya kulonuwun, tidak melakukan perbuatan durjana dan banyak berdoa.

Kalau mau lihat hasil shooting kemaren Sila lihat di Demian Vidio Webseries #JanganTakut

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s