Bernostalgia di Kereta Senja di Tanah Sunda

Sudah lama rasanya saya tidak naik kereta dari Stasiun Bandung.Kehadiran Jalan Tol Cipularang menguasai jalur perjalanan dari dan ke Kota Bandung.

Perjalanan Jakarta Bandung bisa ditempuh dalam waktu 2-3 jam saja. 

Sehingga Moda kereta api yang biasa saya pakai menjadi semacam terlupakan. Padahal dulu zaman kuliah jadi transpotasi utama kalau ke Jakarta. Turunnya di Stasiun Jatinegara.

Jadi kesempatan berkereta api sore itu dari Bandung ke Jakarta jadi semacam reunian. Reunian sama gerbong ?

Hahahaha

Tapi memang perjalanan Kereta Api Jakarta – Bandung banyak kenangannya. Zaman dulu ingetnya banget buru-buru ke Stasiun Bandung takut ketinggalan Kereta Api. Deg-degan dapat Tiket tidak nya? Karena penggemar Kereta Api sangat banyak. 

Dulu naik Kereta Bisnis Parahayangan pake kipas angin, lalu muncul Kereta Api Argo Parahyangan yang ber AC.
Kalau tempat duduk habis , Harus siap-siap duduk di lantai Kereta Api selama perjalanan. Dulu masih bisa naik walau tidak dapat tempat duduk. Sekarang tidak. Semua dapat tempat duduk.

Kalau ga mau kotor Harus siap-siap menyenangkan semacam bantal tipis untuk alas duduk. Dan siap-siap berburu tempat enak buat duduk. 

Entah itu di pojokan atau di Gerbong Restorka, tempat mereka menyiapkan hidangan khas berupa nasi goreng atau Nasi Bistik Sapi. Yang kalau boleh jujur rasanya biasa aja, tapi waktu itu enak banget. Hahha

Sekarang Restorka muncul dengan kemasan Baru. Makanan tidak disajikan di piring tapi di tempat plastik yang higienis. Menunya dari Ayam Penyet, Nasi Goreng, Nasi Rames, Bakso, dan Nasi Bistik hilang. Huhuhu.

Lalu ada masanya ketika Hoka-Hoka Bento hadir di Stasiun dan mewarnai perjalanan dengan lebih nikmati . Biasanya Bento bisa dibungkus buat dimakan di atas kereta.

Sebenarnya ada rasa kurang enak kalau bekal Hokben ke dalam gerbong. Soalnya kalau bungkusnya dibuka, aroma masakan Jepang langsung menyeruak kemana-mana. Mengontaminasi udara dengan bebauan sedap chicken eggroll, Chicken Teriyaki dll. Mau berbagi, cuman dikit juga kan. Paling nawarin doang. Pas kita makan sih enak.

Nah kalau kejadiannya Kita di posisi mencium aroma enak dan gak berbekal Hokben ?

Nelan ludah deh. Hahahaha. Sering soalnya.

Stasiun Kota Bandung sekarang lebih rapi. Lebih banyak Toko. Pengaturannya juga lebih baik. Ada antrian untuk beli Tiket, antrian print boarding pass.

Perjalanan dengan Kereta Api paling bagus kalau Pagi atau siang. Kalau malam pemandangannya kurang keliatan. Sebuah hiburan sendiri melihat keindahan Alam Tanah Pasundan di sepanjang jalan.

Yang seru kalau lewat terowongan panjang…. Berasa banget

Kalau malam , Gelap…


Oh iya sekarang Ticket Kereta Api bisa dibeli dimana aja. Bisa di Indomaret, Aplikasi KAI , Situs KAI, dan di Stasiun untuk jurusan mana saja. 

Tapi sekarang naik kereta tidak cukup pakai Tiket saja. Harus ada boarding pass nya Pemirsah..Udah kayak pesawat. 

Ada Kode booking di tiap pesanan. Yang bisa Kita masukan ke alat pencetak boarding pass di stasiun. Atau kalau punya Tiket tinggal scan aja barcode nya. Lebih mudah. Semuanya bisa Kita lakukan sendiri.

Naik Kereta sekarang nama penumpang harus sesuai dengan nama di KTP. Kalau gak sama , Bhaaaaayyyyy !!!

Zaman dulu nama ga ngaruh, yang penting pegang Tiket. Dulu sempet jual Tiket karena ga jadi berangkat. Zaman sekarang mah mana bisa.

Saya Harus akui Dunia perkeretaapian Kita sekarang lebih baik dibandingkan dulu.


Gimana? Mau nostalgiaan naik Kereta ?

Advertisements

5 thoughts on “Bernostalgia di Kereta Senja di Tanah Sunda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s