Bawang Brebes, Sebuah Perjalanan Panjang 

Bawang Brebes

Bawang Merah adalah satu bumbu dapur utama yang harus ada di setiap dapur orang Indonesia. 

Hampir setiap masakan Indonesia menggunakan Bawang merah.  Dari masakan Aceh, Bali , Menado sampai Ambon semua memakai bumbu Bawang. Dari Ayam Tangkap, Ayam Betutu , Ikan Dabu-Dabu, semuanya menggunakan Bawang merah. Kayaknya ada yang kurang kalau masak nggak pakai Bawang. Atau makan Bakso gak pakai Bawang Goreng. Kurang lengkap kan ?

Selain digunakan sebagai bumbu, Bawang merah juga dipakai sebagai obat tradisional , karena kandungan Minyak Atsiri dalam air umbi Bawang merah ampuh untuk menurunkan panas, meningkatkan enzim pencernaan dll.

Beruntung dalam #Aiptrip kemarin saya berkesempatan melihat proses penanaman Bawang merah di Sentra Bawang Merah Indonesia, Brebes.

Kalau lewat wilayah Brebes, baik menggunakan Mobil atau Kereta Api, hamparan hijau Kebun Bawang adalah pemandangan utama yang menarik.

Ternyata kalau melihat lebih dekat lebih menarik lagi. Ternyata perjalanan Bawang dari petani ke meja makan Kita begitu panjang. 

Mengunjungi Brebes, mengeksplor daerahnya , membuat saya bisa merasakan betapa Bawang Merah sangatlah penting buat orang Brebes. 

Bawang adalah kehidupan. Bawang menjadi kebanggaan warganya.

 

Monumen Bawang Brebes depan Masjid Agung. Foto dari petouring.net

Dari simbol-simbol, tugu, Monumen sampai jadi slogan pilkada. Ada salah satu capil yang mengusung slogan “Coblos Bawangnya” di gambar beliau. Tentu tidak bisa saya tampilkan disini fotonya. Nanti disangka pendukung lagi. Hehehe.

Kami berkunjung ke Desa Slatri untuk melihat proses penanaman Bawang Merah. Kami berjalan melewati rumah-rumah penduduk,  menyusuri pematang Sawah untuk sampai ke lahan yang akan ditanami Bawang. 

Bena, Arief, Ghana, Dzikri Menyusuri sawah menuju lahan Bawang. Photo by Fajar

Sebenarnya sekarang masyarakat sedang menunggu padi matang, tapi sebagian lagi memutuskan untuk menanam Bawang. 

Menanam Bawang ada musimnya. Tapi ada juga petani Bawang yang Ngelereng alias mengambil resiko menanam Bawang di kala petani lain menanam padi. Karena hasil menanam bawang lebih besar dibandingkan menanam padi.

Benih Bawang siap tanam

Menanam Bawang ada aturannya. Dibuat jalur2nya. Supaya rapi dan pertumbuhan nya maksimal.

Ibu Petani Bawang sedang beraksi

diatur setiap umbi ditanam tiap 4 cm, dan tidak semua dikubur karena takut busuk atau sulit berkembang.

Proses penanaman bawang. Abaikan penampakan sepatu

Satu hal yang menarik saat menanam Bawang Merah Brebes adalah penanam Bawang Brebes diutamakan adalah perempuan, karena disinyalir perempuan lebih rapi dan tertib dalam menanam. Hal ini yang membuat saya ga jadi ikutan menanam Bawang untuk menghormati tradisi.

Lalu lelakinya pada kemana?  yang laki-laki macul. Hahaha

Apakah Aip macul ? Tentu tidak #ketawamanja

Di kiri lahan Bawang, dikanan Sawah

Back to Bawang

Cara menanam bawang , tidak dikubur semua

Pertumbuhan tanaman diperhatikan , disiram dan disiangi dari gulma atau tanaman lain yang mengganggu Bawang. Selain itu diberi pupuk dan juga disemprot pestisida apabila ada hama. 

Bawang Brebes yang banyak ditanam jenisnya Bima. Bawang unggul ini bisa dipanen dlm waktu 60 hari saja.

Panen Bawang Brebes

Cepat juga ya. Tapi prosesnya tidak selesai sampai disitu. Bawang masih harus dikeringkan sebelum dijual. Dari Bawang yang dikeringkan tidak semua dijual. Ada sebagian disimpan petani untuk dijadikan sebagai bibit untuk penanaman selanjutnya. 

Proses pengeringan bawang

Sebagai gambaran dari setengah hektar bisa dipanen 8 ton.Lalu dikeringkan selama 10 hari dan beratnya menyusut sampai 5 ton.
Lalu Bawang dikirim ke pasar-pasar Induk , seperti Pasar Kramat Kati di Jakarta , dan berbagai daerah lain untuk kemudian dijual kepada konsumen.

Tapi saat harga Bawang naik, ada juga penampung yang berani mengambil Bawang basah yang belum dikeringkan.

Menurut Bapak Nuriddin, tokoh masyarakat Slatri, Bawang Brebes Unggul secara aroma dan bobot karena lokasi strategis Brebes . Karena hanya disana ada Angin Kumbang dari Gunung Kumbang yang datang berhembus sekali setahun di bulan Juli – September ke arah lahan Bawang di Brebes. Angin ini bagus buat pertumbuhan dan bobot bawang. Hembusannya Kencang dan dingin. Juga mengurangi hama kupu2 yang menyerang Bawang.

Arief dan Idfi foto dulu sama Bawang dan Ibu Petani

Bawang Brebes memang unggul. Setiap umbinya gemuk dan beratnya lumayan. Pantas jadi komoditi unggulan kebanggaan masyarakat Brebes.

#Aiptrip kali ini membuat saya lebih mengerti dan mengapresiasi Bawang Merah kebanggaan Brebes. Begitu panjang perjalanannya. Dari petani sampai ke meja makan Kita. 

Hidup Bawang !!!

Advertisements

2 thoughts on “Bawang Brebes, Sebuah Perjalanan Panjang 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s