Maksi Maxi di Mak Beng Yang Bergizi ! My Review

Hidangan Mak Beng Sanur, Sop Ikan, Goreng Ikan dan Sambal plus nasi

Ada satu tempat di Bali yang selalu bikin kangen buat balik lagi 


Sebuah tempat yang menjual makanan khas Bali dengan rasa yang otentik dengan kesegaran bahan baku yang terjaga.


Mau tau tempatnya apa ?


Yak Betul !!! 

Tempat itu namanya Mak Beng.

( Nanya sendiri jawab sendiri ,. Ya maap ini blog bukan acara TV)

Mak Beng ada di sekitar Pantai Sanur Bali. Salah satu tempat wisatawan melihat  sunrise terbaik di Pulau Dewata.

Sunrise di Sanur. Awannya kayak Marina Bays Sand

Alamat Mak Beng ada di Jalan Hang Tuah no 45 , Sanur Bali. Jadi kalau kita mau naik Kapal menyebrang ke nusa Lembongan, Nusa Penida dan lain-lain pasti kelewat deh Warung Mak Beng ini. Atau kalau main ke Pantai Sanur , tinggal liat ke kiri. Hai Mak ! Udah keliatan deh.


Warungnya. Tempat Mak Beng ga begitu luas, tapi cukuplah buatpengunjungnya. Tempatnya gak pake AC, jadi siap-siap keringatan. Tapi seru lah, lagian di pantai ini kaan !! 

Walaupan kalau makan siang suka ngantri pake banget. Tipsnya adalah datanglah sebelum jam makan siang hahahah

Mak Beng hanya punya satu paket makanan. Yaitu Semangkuk Sop Ikan, Ikan Goreng dan sambal plus sepiring nasi panas. Gak jual yang lain lagi. Paket ini Harganya Rp. 45.000 di tahun 2016 , udah naik, dulu saya pertama makan harganya Rp.34.000. Tapi maklum harga zaman sekarang apa-apa naik. Yang penting cita rasanya terjaga dan tetap lezaaat !

Dihidangkan bersama-sama, bersama minuman yang kita pesan….


 Mari kita bahas makananya…. apa dulu yaaa….
Sop Ikan Mak Beng !!!
Mangkoknya penuh dengan aneka potongan ikan. Kalau boleh jujur di awal sempet bingung melihatnya. Potongannya gak cantik dan seragam kayak di restoran lain. Kuahnya berwarna kekuningan. tidak pekat. ada potongan timun dan belimbing wuluh juga.

Pas disuap. Waduh reeek, enak bener. Kuahnya seger, bumbu khas Bali-nya terasa banget, dan seimbang tanpa ada yang berlebihan. Ada rasa asem segar dari belimbing wuluh dan timunnya. 
Ikannya segar, tidak berbau amis, dan teksturnya pas sekali. Dari potongan yang aneh tadi malah dapat gigitan seru yang jarang kita dapat kalau makan sop daging ikan doang. Saya kebagian perut ikan yang lemaknya lezat meleleh di mulut. Lalu ada yang kenyal-kenyal Enak, ga Tau Bagian apa. Lalu saving ikannya sendiri. Beneran deh seger dan enaaakk

Lalu Ikan Goreng meronta ingin diperhatikan( maap Lebay)

Ikan gorengnya dimasak dengan matang, dan ada sesuatu yang menarik disebelahnya ! Sambel dengan jeruk limo. Duuh , mesti dicowel nih.

Daging ikan yang berwarna kuning kecoklatan di cubit dikit lalu di cocol ke sambal yang sebelumnya udah ditetesi jeruk Limo.

Duuuhhh…. beneran deh, disandingkan dengan nasi panas, rasanya bak penganten deh. Enak banget. Ikannya sekali lagi segar. Ga ada Bau Amis. Teksturnya pas, dan bumbunya minimalis sesuai dengan sambal yang pedes tapi lezat !!
Lalu diseruput dh kuah sop ikannya, lalu dicomot lagi ikan gorengnya. Cocok ke sambel.. gitu aja sampai abis..hahahaha

Pas disana pesen minum Es Jeruk yang segar, diperas dari Jeruk Pilihan dan minum Temulawak 
Beruap kayak di Banyuwangi itu. Rasanya menambah semwriwing suasana makan yang eksotis tapi nikmat itu.

Temulawak Beruap

Jadi, kalo makan di Mak Beng, kita gak punya piliham mau ikan potongan sebelah mana. se-dikasihnya aja. Potongan ikannya pun tidak seragam. Bahkan jenis ikannya pun ga seragam. 

Segala macam ikan bisa diolah Mak Beng and Crew menjadi makanan andalan. Ikannya segar karna memang langsung dari nelayan. Warungnya dekat laut juga

Yawdah , memastikan saja, kalian kalau ke Bali mesti mampir ke Mak Beng ya, Wajib!!! 

Maksi Maxi Bergizi , maksimal gizinya, maksimal rasanya.

Terus abis nulis ini kepikiran Kok aku gak pernah ketemu Mak Beng yak?

Advertisements

#AipTrip2016

Sepanjang 2016, saya bersyukur bisa melakukan beberapa kali #AipTrip, lebih sering dari tahun 2015 !!

Tahun 2016 ini saya mendapatkan banyak kesempatan menarik untuk bepergian yang tentu saja diberi hastag #aiptrip ke berbagai daerah di Indonesia. 

Satu hal yang saya pelajari dan perbaikan di 2016 adalah menuliskan semua perjalanan saya dalam blog supaya terdokumentasikan dengan baik. Jangan lupa pasang foto yang bagus dan menarik supaya lebih enak dibaca. Sebelumnya malas sekali update Blog. Tapi ternyata selain bisa jadi journal pribadi, blogging bisa membawa saya ke beberapa tempat dan kesempatan yang tak terbayangkan sebelumnya. Masih banyak yang perlu diperbaiki, Tapi grafiknya naik lah.

Keep up your blog people !

Dimulai dari Awal Tahun, #AipTrip Berbuka dengan kepergian saya ke Kota Garut, tempat saya bertumbuh kembang dahulu, saat masih kanak-kanak. Setelah beberapa hari sebelumnya ngos-ngosan mendaki Gunung Galunggung , trip kali ini ke Garut terasa begitu berarti, karena bisa mengunjungi sekolah saya dulu. Sayang masih pada libur , jadi tidak bisa berjumpa dengan para Guru zaman saya sekolah dulu. 

TK saya dulu

Saya juga berkesempatan belanja di outlet Chocodot yang menjual aneka Rupa Coklat unggulan produksi asli Kota Garut. Bentuk usaha kreatif daerah yang keren sekali.

Di bulan January juga saya mengikuti lomba Menulis Blog yang diselenggarakan oleh PT Newmont Nusa Tenggara bekerjasama dengan Metro TV. Alhamdulillah saya terpilih menjadi 20 orang terbaik yang karya tulisnya dinilai bagus dan akan berangkat untuk belajar dan hidup di Tambang site PT NNT di Batu Hijau, Sumbawa Barat. Peristiwa | Inilah 20 Pemenang Peserta Newmont Bootcamp 2016

February

Menghabiskan 9 hari di Sumbawa Barat merupakan pengalaman yang mengayakan pengalaman saya. Selain belajar soal proses produksi konsentrat Tembaga yang lebih ramah pada lingkungan. Bagaimana usaha mereka supaya lingkungan terjaga patut diacungi jempol. Pengelolaan air terdampak tambang yang diolah sedemikian rupa supaya tidak berdampak pada air Alam, Dan bisa dipakai lagi dengan sistem pengairan yang masif , lalu program pengembalian fungsi lahan bekas tambang menjadi Hutan kembali yang terus berlanjut, dan beberapa sudah sukses menjadi hutan lagi. Dan tentunya evaluasi kondisi lingkungan dengan cara-cara ilmiah, supaya tetap terkontrol sehingga mendapatkan sertifikasi nilai tinggi dari pemerintah. 

Selain itu kita juga bisa mengalami kehidupan ala pekerjaan tambang yang tidak seseram yang saya kira. Bisa berjumpa dengan masyarakat sekitar tambang, berinteraksi untuk mengetik kondisi mereka dan dampak tinggal di wilayah lingkih tambang dan juga melihat keindahan alam Sumbawa Barat yang tetap lestari walau ada kegiatan penambangan. Benar-benar perjalanan yang merubah persepsi saya terhadap tambang, dan membuat standard saya terhadap tambang lebih tinggi. 

Mine Site Batu Hijau
Pose di Haul Truck

Silakan baca beberapa tulisan saya selama mengikuti program #newmontbootcamp

Batu Hijau , Permata Sumber Kehidupan

perkara makan di tambang

Pembuktian si Orang Curiga

Pengalaman Hampir Menjungkalkan Truk Raksasa

Desa Kertasari

Keindahan Pantai Sumbawa Barat

Pada Bulan Maret

 #Aiptrip ke Ujung Genteng. Perjalanan cukup lama dengan membawa Mobil sendiri. Perjalanannya 8 jam dari Jakarta !!!

Tapi sepadan dengan pemandangan alam Ujung Genteng, bisa melepas tukik , mencoba aneka seafood enak dan juga perjalanan penuh nuansa hijau hutan dan pepohonan favorit saya.

Silakan dibaca #aiptrip ke Ujung Genteng

Di bulan Maret juga sempet mampir mengunjungi Rumah Anyo, tempat singgah anak-anak pengidap kanker. Dimana mereka masih bisa Ceria Dan menjadi anak-anak walau sakit berat. Mereka sangat inspiratif dan jarang mengeluh. Tetap kuat walau tidak sehat. Baca kisahnya yang mengharukan di postingan

ketemu anak-anak Anyo

Bulan April 

Ternyata setelah membaca tulisan dan memperhatikan aktivitas social media selama #newmontbootcamp , saya dan beberapa alumni #newmontbootcamp terpilih kembali untuk melihat langsung tambang yang sudah ditutup dan dalam proses menjadi Kebun Raya. Sebuah perjalanan yang agak kontroversial, karena kami pergi ke Teluk Buyat, di Minahasa Tenggara yang tempat bikin geger beberapa tahun yang lalu. 

Perlu Jip khusus untuk bisa datang ke bekas tambang, karena sudah berubah jadi hutan
Kapan lagi naik mobil berdiri. Ini masih di jalan penduduk , menuju bekas lahan tambang

Lewat Menado, kami pergi ke campsite PT Newmont Minahasa Raya di Pantai Lakban. Lalu pergi melihat bekas lahan penambangan PT Newmont Minahasa Raya.  

Disana kami takjub melihat hutan lebat yang berdiri di atas bekas lahan tambang. Aneka pepohonan tumbuh subur , rapat bagai hutan belantara. 

Sempet bingung penasaran tambang ya sebelah mana. Gak keliatan karena sudah jadi hutan.  Pemandangannya sangat indah. Tahun 2017 ini rencananya akan diserahterimakan pada pemerintah setempat dan menjadi Kebun Raya.

Bekas tambang Emas dilihat dari Look Point
Bukit Harapan yang ada diantara Teluk Buyat dan Ratatotok

Kita juga diajak melihat situasi laut dan juga bertemu dengan penduduk setempat untuk melihat efek Pencemaran yang “katanya” terjadi disana. 

Tidak terlihat tuh efek Pencemaran Berat di Laut. Semuanya normal, sehat dan indah. Sempet juga mencicipi Ikan tangkapan di Teluk Buyat. Aku baik-baik saja setelah mengkonsumsinya.

Para nelayan bisa memanen ikan lebih banyak dari masa lalu, karena ada projek budidaya Karang untuk meningkatkan kualitas biota laut. Kita juga sempet mampir ke danau Linow dan melihat kota Menado.

Baca tulisannya di

Berani Makan Ikan di Buyat ?

mau apa ke Teluk Buyat?

Bubur Tinutuan 

Baca #Aiptrip ke danau Linow yg Huwow

Bulan Mei

Di bulan kelahiran saya #Aiptrip berangkat ke daerah Banjar untuk menyusuri Jalur Lintas Selatan   lewat Pangandaran dan pantai-pantai indahnya sampai Cipatujah. Makan sea food dan pergi ke Tasikmalaya

Silakan dibaca road trip ke Pangandaran dan Pantai Jalur Selatan

Di bulan ini sempet juga jalan-jalan ke tempat selfie hits di Bandung #Aiptrip ke The Lodge Maribaya

#Aiptrip goes to Singapore, untuk lebih mengenal daerah Little india dan sekitarnya.     

Bulan Juni

#Aiptrip Goes to BSD buat Wisata Kuliner ! Siapa sangka disana banyak tempat makan enak dan variasi yang menggiurkan ! 

Baca #Aiptrip my Trip to BSD

Juli

#AipTrip goes to Monas ! Sebuah perjalanan pencarian Pokemon yang berubah menjadi perjalanan mengapresiasi Monument kebanggaan Indonesia. Mengekspresikan kembali fasilitas Monas yang makin rapi dan cantik

Baca #aiptrip ke monas 

Agustus

#Aiptrip ikut dalam #BatuHijauBootCamp , sebuah program berkonsep charity yang diprakarsai PT Newmont Nusa Tenggara yang dalam proses menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara. 

Perjalanan dimulai dari Sumbawa, lalu ke Surabaya melakukan kegiatan charity dan advokasi buat anak-anak kurang mampu. Kita dibagi menjadi Dua Group  Barat dan Timur. Group Timur mulai dari Sumbawa , sementara Group Barat baru bergabung di Jogjakarta , dimana kita datang ke Komunitas Kagem, untuk berjumpa dan bermain dengan anak-anak yg belajar disana. Program ini juga diselipi dengan jalan-jalan ke Gumuk Pasir Parangkusumo, Museum Ullen Sentalu. Wisata Kuliner Jogja yang mempesona lidah saya. 

Lalu kita naik kereta Api beramai-ramai ke Jakarta untuk datang ke Yayasan Benih Kebajikan AL Hasyim di Jagakarsa, dimana bootcampers mengajari anak-anak belajar komputer dan menyerahkan bantuan sebuah komputer baru untuk dipakai belajar.

Diakhiri dengan acara ramah tamah di Hotel all seasons Jakarta setelah mengikuti pertandingan futsal yang bikin saya ngos-ngosan tapi rame

Program #BatuHijauBootcamp #AMMANMineral memperoleh #GoldenWordlAwards 2016 untuk kategori ” Manajemen Reputasi dan Brand Online”  dalam #IPRA (International Public Relations Association) Awards 2016.

#AmmanMineral menjadi perusahaan tambang pertama asal Indonesia yang mendapatkan penghargaan ini. 
Penghargaan ini diberikan dalam acara Gala Dinner di Doha, Qatar pada Sabtu 5 November 2016 dan diterima langsung oleh Pak Syaraffuddin Jarot dan Pak Arie Burhan dari PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara

Baca tulisannya di

#BatuHijauBootcamp di yayasan Kagem

#BatuHijauBootcamp di Jakarta

 main di Gurun Pasir

ketemu anak Komunitas Kagem

Mengajar Komputer di Al Hasyim

mencicipi pengalaman Cinta , Rangga dan Pak Bari

September

#Aiptrip goes to Gunung Sawal untuk melakukan pencarian 7 Curug legendaris di wilayah Kerajaan Panjalu. Sempet mampir ke Situ Panjalu dan seru banget naik turun bukit mencari Curug Tujuh. Suasana yang Hijau alami dan menyegarkan membuat pencarian lebih menyenangkan.

 Pengalaman pencarian 7 Curug Legendaris , silakan diklik saja 

Sebelumnya sempat mampir ke Situ Panjalu

#Aiptrip juga jalan-jalan ke wilayah di Kota Tua, stalking #semasadikotatua sebuah program pembukaan kembali Gedung di Kota Tua. Sungguh menarik melihat bangunan bersejarah yang dibilang kembali untuk umum , ceritanya bisa dibaca di Semasa Di Kota Tua

Oktober

AipTrip goes Jawa Timur an, salah satu daerah yang belum di eksplor adalah Banyuwangi, jadi pergilah saya kesana. 

Akhirnya bisa main ke Africa Van Java di Baluran, Main ke Pantai Bama, mampir Ke pantai Watudodol, 
Lalu berenang bersama Ikan Hiu di Bangsring Underwater Main bareng ikan hiu

main ke Kampung Adat Osing di Kemiren, lalu basah-basahan di Air Terjun Jagir

Karena Pulau Bali keliatan melulu, secara impromptu berangkatlah menyeberang Selat Bali. 

 menginap semalam, kita main ke Pandawa Beach, liat Sunrise di Sahur, lalu pergi ke Bedugul, dan mampir ke Pura Ulun Danu yang mempesona diatas danau Beratan. 

Sempet juga mampir ke danau buat sekedar selfie semata. 

Soal Danau Beratan Dan Pura yang indah silakan dibaca di   AipTrip goes to Pura Ulun Danu Beratan

Tak lupa mencicipi masakan khas Gilimanuk, Ayam Betutu Ibu Lina yang terkenal.

Baca tulisannya di

Pesona Budaya Osing

Ayam Betutu Ibu Lina Gilimanuk

bermain di Baluran

Pesona Rawon Bi Atik

November
#Aiptrip goes to Singapore, untuk lebih mengenal Singapore Botanic Gardens yang mengesankan

Sempet juga mencicipi Makanan menu sederhana rasa istimewa, RM Kenanga Garut baca di 

harta karun kuliner Garut

December

Karena kondisi kesehatan , saya ga bisa #Aiptrip, namun kesempatan itu tiba saat saya sedang terapi Alternative di Tasikmalaya , saya bisa jalan-jalan ke Situ Gede, sebuah danau Indah yang letaknya di pinggir kota , 

silakan dibaca di

Jalan-jalan ke Situ Gede

Pengalaman yang menyenangkan setelah berminggu-minggu dalam ruangan terus, bisa melihat keindahan alam sangatlah menyegarkan 

Terima Kasih 2016 untuk kesempatan , kesenangan dan juga berbagai pengalaman, terutama travelling ke beberapa daerah di Indonesia. 

Semoga 2017 menjadi lebih baik, lebih sehat, banyak rejeki dan berkesempatan untuk lebih sering jalan-jalan happy dan bermanfaat lagi. Dan semakin rajin menulis Dan update blognya, sama belajar foto lagi yaa. 

Amin. Selamat Tahun Baru 2017 !

Seragam #AipTrip

” Rief , Kok lo kalau di foto, bajunya itu melulu sih ?” Ujar seorang sahabat nyinyir 

” Iya dong, biar seragam, Jadi semua tempat seimbang, ga ada yang ngirim”

Sahabat Nyinyir “Apeu”

Arief #Biarin

Memang betul adanya ucapan sahabat nyinyir saya itu. Saya memang sengaja memakai baju yang sama kalau pergi-pergi #Aiptrip kemana-mana.

Per 2016 ini banyak sekali perjalanan yang saya lakukan. Dan banyak kegiatan outdoor yang membutuhkan pakaian yang tangguh. 

Sebelumnya saya adalah petualang manja yang selalu kebanyakan bawa baju. Pas unpacking, Masih banyak sisa baju belum dipakai. Jadi baju-baju itu ikut jalan-jalan aja nggak guna. Hahaha

Nah setelah berangkat ke Sulawesi Utara saya berpikir gimana kalau saya bawa satu “seragam” untuk dipakai ke destinasi-destinasi wisata yang saya datangi. Kan seru nampaknya. 

Tapi seragam gimana ? Apa perlu beli seragam polri ? Duh apa siih ?

Atau swimsuit yang spekta ? Sejak kapan si gueh mau difoto pake suim suit suit?

Intinya saya perlu baju yang bisa fleksibel , cukup OK, bisa dipakai di segala medan. Dan yang penting bahannya kuat dan bagus difoto ( ini Salah satu point penting )

Akhirnya setelah dipilih-pilih dari lemari, ada Tiga item pakaian yang harus ikut dalam setiap perjalanan.

Yang pertama adalah celana pendek dari Consina. Celana biru kehitaman ini tangguh banget. Pas dan enak dipakai. Dan hebatnya cepet kering kalau basah. Sering kali dalam adegan basah-basahan , saya tidak perlu ganti celana karena celana nya sudah kering lagi.

Kalau dingin biasanya pake jaket di atas seragam

Yang kedua adalah Kaus Hitam dengan Tulisan Let’s Play. Dulu beli di distro Bandung, baru dipakai lama. Bahanya katun Campur apa gitu. Di dada ada tulisan Let’s Play,  itu menjadi semacam pesan, Ayo Main. Jangan terlalu serius. Main itu perlu. Beneran. Main yuk. 

Yang ketiga adalah sebuah Kaus katun Hitam dengan gambar Kucing berkacamata. Menurut saya kaos ini badass lah. Bahannya enak, Dan dipakai bergantian dengan  kaos yang satu lagi.

Untuk sepatu biasanya saya pakai Sepatu New Balance saya, Tapi kalau buat basah-basahan saya ganti pakai sendal Gunung atau sendal jepit afau bahkan ga usah pakai alas kaki. 

Saya juga bawa baju yang lain. Tapi kalau sekitarnya ada destinasi wisata outdoor yang seru buat foto-foto, saya usahakan buat pakai baju seragam di atas.

Edisi perdana berseragam
Bisa dipakai terbang
Belajar terbang di Baluran
Bisa buat mainair di sungai Air Terjun Jagir
Bisa buat foto-foto bawah air
Buat bertempur dengan Pokémon di Monas
Buat Bobo2 di atas hiu di Banyuwangi

Saya belum tau sampai kapan saya bakal pakai seragam ini. Selama nyaman dan dapat diandalkan akan saya pakai terus. Tergantung acara juga sih. Atau sponsor. Hahahaha

Kalau Kalian gimana ? Punya seragam travelling juga kah?

My Trip to Daya Tarik Wisata Pura Ulun Danu Beratan Bali

Dalam perjalanan #AipTrip #mendadakBali , dalam perjalanan pulang ke Banyuwangi , kita melewati jalur Bedugul , karena pengen lewat Bedugul yang adem nan asri. Cuacanya macam di Puncak atau di Lembang gitu. Adem sejuk nyaman banget.Sekalian mau mampir ke Pura Ulun Danu yang terdapat di Danau Beratan. Letaknya di kawasan Bedugul, desa Candikuning, kecamatan Baturiti, kabupaten Tabanan, Bali. Kurang lebih 55 km dari Denpasar. 


Jalanan menuju kesana berkelak-kelok manja, tapi banyak pemandangan indah pegunungan. 

Sebenarnya ini bukan perjalanan pertama ke Danau Beratan, tapi dirasa perlu kesana lagi deh. Kangen.

Setelah masuk daerah Baturiti , coba lihat banyak plang pengumuman ke arah Daya Tarik Wisata Pura Ulun Danu, Beratan

atau tanya-tanya ke penduduk sana yang ramah. Danau Beratan terletak di ketinggian ± 1240 m diatas permukaan laut, temperatur di kawasan danau Beratan kurang lebih 18° C di malam hari dan ± 24° C di siang hari.

Jadi adem banget kaan. Kalau ada angin sepoi-spoi berasa segar banget.

Memasuki kawasan Pura Ulun Danu, kita parkir mobil dulu, hari itu banyak sekali pengunjungnya. Tapi untung dapat parkiran.Di pelataran parkir sudah bayak toko yang menjual suvenir khas Bali dan sebagainya. Sambil parkir  saya keluar duluan untuk menghirup udara segar pegunungan ! Waah, nyaman sekali. 

Lalu kita masuk kesebuah bangunan besar bernuansa Bali untuk membeli tiket. Antriannya tertib, harga tiket pun dibedakan antara turis asing dan orang lokal. Harganya maaf ga liat. karena dibayarin #turisberuntung ! hahahaha

Daya Tarik Wisata Pura Ulun Danu danau Beratan Bedugul buka dari 08:00 – 18:00.

Kalau baca di wikipedia , Danau Beratan mempunyai luas kira-kira 375.6 hektar dengan kedalaman antara 22-48 meter dengan luas keliling kurang lebih 12 km. Danau Bratan adalah danau terluas dan terbesar 
kedua setelah danau Batur di Bali, yang berfungsi sangat penting sebagai sumber utama irigasi pada daerah yang berada di bagian tengah pulau Bali.

Memasuki Kompleks Pura Ulun Danu, kita langsung berasa masuk postcard tapi versi 4 D. Mata kita dimanjakan oleh pemandangan kompleks Pura yang megah dan indah dan bersih, pepohonan yang ditata sedemikian rupa rapi dan indah sekali. Lalu latar belakang Danau Beratan yang biru dengan langit cerah diatas. plus sepoi-sepoi angin pegunungan yang menyegarkan. Kayaknya betah sekali.

Langsung saya lari ke tepi danau Beratan, aduh indah sekali. Walaupun dulu pernah tapi perasaannya masih tetap kagum seperti pertama kali datang. Danau luas berwarna biru dengan latar belakang pegunungan. Ada beberapa speed boat sedang mengelilingi danau di kejauhan. 

Katanya bisa sewa perahu dan speedboat , tapi kok kayaknya lebih enak leyeh-leyeh di pinggir danau. Disana juga bisa mancing, cuman males juga, kayaknya lebih seneng leyeh-leyeh #SiestaRules

Berkeliling di kompleks Pura ini sangatlah menyenangkan. semuanya tampak asri dan bikin hati adem.


Saya salut dengan pengelolaan Daya Tarik Wisata Pura Ulun Danu ini , karena memang sangat layak untuk menjadi tujuan wisata bagi para turis. Berjalan berlama-lama pun betah.

Salah satu daya tarik disana adalah sebuah pura yang ada di sebuah pulau kecil, sehingga tampak seperti melayang di atas air. Bagus sekali. 

Pura itu menjadi Daya tarik utama disana. Dengan latar belakang air danau Beratan yang biru dan juga pegunungan yang mengelililingi danau ini.

Disana juga disediakan beberapa bangunan khas Bali seperti Bale-bale gitu tempat pengunjung beristirahat. Bangunannya panjang terbuat dari kayu. Tanaman berbaris rapi, aneka bunga ditanam mempercantik Taman di kompleks Pura ini. Hamparan rumput Hijau mendominasi pemandangan. 


Kami sangat menikmati suasana di dalam kompleks Pura Ulun Danu ini. Sangat menenangkan. Sampai akhirnya waktu pulang datang. ZBL. Hahaha

sempat kita berhenti sebentar, untuk memberikan jalan untuk rombongan yang baru pulang bersembahyang di Pura itu.


Pokoknya kalau ke Bali harus menyempatkan diri mampir kesini. Terlalu sayang untuk dilewatkan !! Mampir yaah

Sebelum pulang sempat melihat sebuah rumah makan Ayam Taliwang halal di depan kompleks. langsunglah kita cobain. aduh-aduh, sedap nian pemirsah, bumbunya meresap, sambelnya pedeus, kangkungnya renyah, pantas pengunjungnya ramai.


Pas ngobrol sama penduduk setempat, sebaiknya datang kesini agak pagian, soalnya kalau sore suka ada kabut dan kadang turun hujan.

Pas perjalanan pulang sempat lewat danau Tamblingan , sempat mampir sebentar di atas sebuah look out diatas bukit saat melihat para remaja berselfie, ria, saya pun gak mau kalah, enak aja. 

Pemandangannya super indah !!! Angin segar menerpa wajah, sensasi yang menyenangkan. Saya membayar 5000 untuk bisa ikut naik ke sebuah anjungan bambu, supaya selfie nya maksimal

Indonesia kaya sekali akan kekayaan alam, budaya dan juga kreatifitas, yuk kita eksplor Indonesia, masih banyak tempat yang harus kita jelajahi. Yuk !

Sampai jumpa di #Aiptrip berikutnya


My Review , Ayam Betutu Khas Gilimanuk Bu Lina, Pedas, Sedap, Penuh Cita Rasa

​​

Sebagai pecinta hidangan Ayam, Menu Ayam Betutu adalah salah satu masakan yang saya suka. Rempahnya , Ayam Kampungnya, pedasnya, dan segala asesorinya, dari sambal Matah, sampai sayurannya.

Wow ! Sangatlah istimewa ! Ayam Betutu adalah menu andalan Orang Bali yang setiap orang harus cicipi.

Walaupun berasal dari Gianyar, tapi Ayam Betutu juga merupakan hidangan khas dari Gilimanuk yang popular. 

Ketika dalam perjalanan overland Bali – Banyuwangi, saya berkesempatan mencicipi Ayam Betutu khas Gilimanuk. Tepatnya di Ayam Gilimanuk Bu Lina, Lokasinya dekat sekali dengan pelabuhan Gilimanuk.

 Tanya saja, tampaknya sudah tersohor.

Bangunanya sederhana. Warung biasa, tapi pengunjungnya cukup banyak.

Sepertinya mereka yang sedang berada dalam perjalanan.

Disini, ada dua pilihan Ayam Betutu, yaitu Basah dengan kuah danGoreng. Pesannya pun minimal setengah ekor. Tidak seperempat ekor, apalagi ceker thok. Raiso Mas.

Ayam betutu disini agak beda dengan yang saya biasa makan. Biasanyakan semacam diungkep dalam daun pisang, lalu dibakar dan dihidangkan. Model Pepes gitu. Disini, malah dipresto dan ada yang digoreng.
Kami memesan Seekor Ayam Betutu Goreng dan setengah ekor Ayam Betutu Basah buat saya sendiri. Hahahaha

Tak lama pesanan kami datang , Seekor Ayam Betutu Goreng yang wangi sekali , setengah ekor ayam Betutu basah yang menurut saya agak pucat, semangkok sambal , semangkok kangkung rebus , semangkok kacang goreng , semangkok sambal matah dan nasi.

Langsung nasi panas disendok, saya ambil kangkung ditabur kacang, dua sendok sambal , tiga sendok sambal matah lalu saya cicipi sambalnyaa.
Huwow !

Sambal matahnya Juarrrraaaa !! Salah satu sambal matah terenak yang saya coba. Pedeus ! Pake Banget !

Tapi Enak , Lezat sekali ! Merangsang selera makan !
Lalu saya cubit si Betutu Basah, dagingnya lembut sekali. Teksturnya enak dikunyah. Ada ledakan rasa dalam setiap gigitannya. Rasa cabai, kemiri, bawang, serai, lengkuas, pala, kunyit, daun jeruk, jahe, kencur, ketumbar, gula, garam,apalagi bumbunya ??

Ayam Betutu Basah ini tidaklah pedas. Tapi kuat di bumbu. Rempahnya benar-benar meresap kedalam dagingnya. Kuahnya pun sedap, sari pati bumbu juga ada didalamnya.

Kemudian saya kombinasikan kangkung, ayam , dan kedua macam sambal juga kacangnya.

Huwow banget. Ibarat kata mulut kita berdisko. Kalau suka makanan berempah penuh cita rasa, inilah makanan yang pas.
Perpaduan tekstur ayam, kangkung dan kacang benar-benar meriah.
Tak terasa peluh bercucuran di keningku…
Antara pedes, lezat, seru dan memang cuacanya agak panas. Yaiyalah deket pantai.

Saya nyomot si Ayam Goreng, ini juga enak !! Apalagi dicocol sambal matahnya. Digorengnya pas. Tidak terlalu kering, tidak terlalu basah. Rasanya kayak Ayam Betutu tapi digoreng. Yaiyalah. Hahaha.
Tapi juaranya buat tetap si Betutu Basah. Daging , kulit , sampai kepala ayam penuh dengan kelezatan. Tak terasa Ayam setengah habis, sampai tulangnya disedot-sedot karena bumbunya masih terasa sampai kedalamnya. Finger lickin Good !!

Enak banget pemirsaah !!

Harga seekor Ayam Rp. 90.000. Menurut saya sepadan karena memang citarasanya mewah, kuat dalam rasanya.
Dipastikan kalau saya ke Gilimanuk, saya akan mampir lagi ke Warung ini. Anda juga yah, jangan lupa mampir ke Ibu Lina.
Mari kita lestarikan masakan Nusantara, dengan cara setia mengkonsumsinya, baik beli maupun masak sendiri.