#AipTrip2016

Sepanjang 2016, saya bersyukur bisa melakukan beberapa kali #AipTrip, lebih sering dari tahun 2015 !!

Tahun 2016 ini saya mendapatkan banyak kesempatan menarik untuk bepergian yang tentu saja diberi hastag #aiptrip ke berbagai daerah di Indonesia. 

Satu hal yang saya pelajari dan perbaikan di 2016 adalah menuliskan semua perjalanan saya dalam blog supaya terdokumentasikan dengan baik. Jangan lupa pasang foto yang bagus dan menarik supaya lebih enak dibaca. Sebelumnya malas sekali update Blog. Tapi ternyata selain bisa jadi journal pribadi, blogging bisa membawa saya ke beberapa tempat dan kesempatan yang tak terbayangkan sebelumnya. Masih banyak yang perlu diperbaiki, Tapi grafiknya naik lah.

Keep up your blog people !

Dimulai dari Awal Tahun, #AipTrip Berbuka dengan kepergian saya ke Kota Garut, tempat saya bertumbuh kembang dahulu, saat masih kanak-kanak. Setelah beberapa hari sebelumnya ngos-ngosan mendaki Gunung Galunggung , trip kali ini ke Garut terasa begitu berarti, karena bisa mengunjungi sekolah saya dulu. Sayang masih pada libur , jadi tidak bisa berjumpa dengan para Guru zaman saya sekolah dulu. 

TK saya dulu

Saya juga berkesempatan belanja di outlet Chocodot yang menjual aneka Rupa Coklat unggulan produksi asli Kota Garut. Bentuk usaha kreatif daerah yang keren sekali.

Di bulan January juga saya mengikuti lomba Menulis Blog yang diselenggarakan oleh PT Newmont Nusa Tenggara bekerjasama dengan Metro TV. Alhamdulillah saya terpilih menjadi 20 orang terbaik yang karya tulisnya dinilai bagus dan akan berangkat untuk belajar dan hidup di Tambang site PT NNT di Batu Hijau, Sumbawa Barat. Peristiwa | Inilah 20 Pemenang Peserta Newmont Bootcamp 2016

February

Menghabiskan 9 hari di Sumbawa Barat merupakan pengalaman yang mengayakan pengalaman saya. Selain belajar soal proses produksi konsentrat Tembaga yang lebih ramah pada lingkungan. Bagaimana usaha mereka supaya lingkungan terjaga patut diacungi jempol. Pengelolaan air terdampak tambang yang diolah sedemikian rupa supaya tidak berdampak pada air Alam, Dan bisa dipakai lagi dengan sistem pengairan yang masif , lalu program pengembalian fungsi lahan bekas tambang menjadi Hutan kembali yang terus berlanjut, dan beberapa sudah sukses menjadi hutan lagi. Dan tentunya evaluasi kondisi lingkungan dengan cara-cara ilmiah, supaya tetap terkontrol sehingga mendapatkan sertifikasi nilai tinggi dari pemerintah. 

Selain itu kita juga bisa mengalami kehidupan ala pekerjaan tambang yang tidak seseram yang saya kira. Bisa berjumpa dengan masyarakat sekitar tambang, berinteraksi untuk mengetik kondisi mereka dan dampak tinggal di wilayah lingkih tambang dan juga melihat keindahan alam Sumbawa Barat yang tetap lestari walau ada kegiatan penambangan. Benar-benar perjalanan yang merubah persepsi saya terhadap tambang, dan membuat standard saya terhadap tambang lebih tinggi. 

Mine Site Batu Hijau
Pose di Haul Truck

Silakan baca beberapa tulisan saya selama mengikuti program #newmontbootcamp

Batu Hijau , Permata Sumber Kehidupan

perkara makan di tambang

Pembuktian si Orang Curiga

Pengalaman Hampir Menjungkalkan Truk Raksasa

Desa Kertasari

Keindahan Pantai Sumbawa Barat

Pada Bulan Maret

 #Aiptrip ke Ujung Genteng. Perjalanan cukup lama dengan membawa Mobil sendiri. Perjalanannya 8 jam dari Jakarta !!!

Tapi sepadan dengan pemandangan alam Ujung Genteng, bisa melepas tukik , mencoba aneka seafood enak dan juga perjalanan penuh nuansa hijau hutan dan pepohonan favorit saya.

Silakan dibaca #aiptrip ke Ujung Genteng

Di bulan Maret juga sempet mampir mengunjungi Rumah Anyo, tempat singgah anak-anak pengidap kanker. Dimana mereka masih bisa Ceria Dan menjadi anak-anak walau sakit berat. Mereka sangat inspiratif dan jarang mengeluh. Tetap kuat walau tidak sehat. Baca kisahnya yang mengharukan di postingan

ketemu anak-anak Anyo

Bulan April 

Ternyata setelah membaca tulisan dan memperhatikan aktivitas social media selama #newmontbootcamp , saya dan beberapa alumni #newmontbootcamp terpilih kembali untuk melihat langsung tambang yang sudah ditutup dan dalam proses menjadi Kebun Raya. Sebuah perjalanan yang agak kontroversial, karena kami pergi ke Teluk Buyat, di Minahasa Tenggara yang tempat bikin geger beberapa tahun yang lalu. 

Perlu Jip khusus untuk bisa datang ke bekas tambang, karena sudah berubah jadi hutan
Kapan lagi naik mobil berdiri. Ini masih di jalan penduduk , menuju bekas lahan tambang

Lewat Menado, kami pergi ke campsite PT Newmont Minahasa Raya di Pantai Lakban. Lalu pergi melihat bekas lahan penambangan PT Newmont Minahasa Raya.  

Disana kami takjub melihat hutan lebat yang berdiri di atas bekas lahan tambang. Aneka pepohonan tumbuh subur , rapat bagai hutan belantara. 

Sempet bingung penasaran tambang ya sebelah mana. Gak keliatan karena sudah jadi hutan.  Pemandangannya sangat indah. Tahun 2017 ini rencananya akan diserahterimakan pada pemerintah setempat dan menjadi Kebun Raya.

Bekas tambang Emas dilihat dari Look Point
Bukit Harapan yang ada diantara Teluk Buyat dan Ratatotok

Kita juga diajak melihat situasi laut dan juga bertemu dengan penduduk setempat untuk melihat efek Pencemaran yang “katanya” terjadi disana. 

Tidak terlihat tuh efek Pencemaran Berat di Laut. Semuanya normal, sehat dan indah. Sempet juga mencicipi Ikan tangkapan di Teluk Buyat. Aku baik-baik saja setelah mengkonsumsinya.

Para nelayan bisa memanen ikan lebih banyak dari masa lalu, karena ada projek budidaya Karang untuk meningkatkan kualitas biota laut. Kita juga sempet mampir ke danau Linow dan melihat kota Menado.

Baca tulisannya di

Berani Makan Ikan di Buyat ?

mau apa ke Teluk Buyat?

Bubur Tinutuan 

Baca #Aiptrip ke danau Linow yg Huwow

Bulan Mei

Di bulan kelahiran saya #Aiptrip berangkat ke daerah Banjar untuk menyusuri Jalur Lintas Selatan   lewat Pangandaran dan pantai-pantai indahnya sampai Cipatujah. Makan sea food dan pergi ke Tasikmalaya

Silakan dibaca road trip ke Pangandaran dan Pantai Jalur Selatan

Di bulan ini sempet juga jalan-jalan ke tempat selfie hits di Bandung #Aiptrip ke The Lodge Maribaya

#Aiptrip goes to Singapore, untuk lebih mengenal daerah Little india dan sekitarnya.     

Bulan Juni

#Aiptrip Goes to BSD buat Wisata Kuliner ! Siapa sangka disana banyak tempat makan enak dan variasi yang menggiurkan ! 

Baca #Aiptrip my Trip to BSD

Juli

#AipTrip goes to Monas ! Sebuah perjalanan pencarian Pokemon yang berubah menjadi perjalanan mengapresiasi Monument kebanggaan Indonesia. Mengekspresikan kembali fasilitas Monas yang makin rapi dan cantik

Baca #aiptrip ke monas 

Agustus

#Aiptrip ikut dalam #BatuHijauBootCamp , sebuah program berkonsep charity yang diprakarsai PT Newmont Nusa Tenggara yang dalam proses menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara. 

Perjalanan dimulai dari Sumbawa, lalu ke Surabaya melakukan kegiatan charity dan advokasi buat anak-anak kurang mampu. Kita dibagi menjadi Dua Group  Barat dan Timur. Group Timur mulai dari Sumbawa , sementara Group Barat baru bergabung di Jogjakarta , dimana kita datang ke Komunitas Kagem, untuk berjumpa dan bermain dengan anak-anak yg belajar disana. Program ini juga diselipi dengan jalan-jalan ke Gumuk Pasir Parangkusumo, Museum Ullen Sentalu. Wisata Kuliner Jogja yang mempesona lidah saya. 

Lalu kita naik kereta Api beramai-ramai ke Jakarta untuk datang ke Yayasan Benih Kebajikan AL Hasyim di Jagakarsa, dimana bootcampers mengajari anak-anak belajar komputer dan menyerahkan bantuan sebuah komputer baru untuk dipakai belajar.

Diakhiri dengan acara ramah tamah di Hotel all seasons Jakarta setelah mengikuti pertandingan futsal yang bikin saya ngos-ngosan tapi rame

Program #BatuHijauBootcamp #AMMANMineral memperoleh #GoldenWordlAwards 2016 untuk kategori ” Manajemen Reputasi dan Brand Online”  dalam #IPRA (International Public Relations Association) Awards 2016.

#AmmanMineral menjadi perusahaan tambang pertama asal Indonesia yang mendapatkan penghargaan ini. 
Penghargaan ini diberikan dalam acara Gala Dinner di Doha, Qatar pada Sabtu 5 November 2016 dan diterima langsung oleh Pak Syaraffuddin Jarot dan Pak Arie Burhan dari PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara

Baca tulisannya di

#BatuHijauBootcamp di yayasan Kagem

#BatuHijauBootcamp di Jakarta

 main di Gurun Pasir

ketemu anak Komunitas Kagem

Mengajar Komputer di Al Hasyim

mencicipi pengalaman Cinta , Rangga dan Pak Bari

September

#Aiptrip goes to Gunung Sawal untuk melakukan pencarian 7 Curug legendaris di wilayah Kerajaan Panjalu. Sempet mampir ke Situ Panjalu dan seru banget naik turun bukit mencari Curug Tujuh. Suasana yang Hijau alami dan menyegarkan membuat pencarian lebih menyenangkan.

 Pengalaman pencarian 7 Curug Legendaris , silakan diklik saja 

Sebelumnya sempat mampir ke Situ Panjalu

#Aiptrip juga jalan-jalan ke wilayah di Kota Tua, stalking #semasadikotatua sebuah program pembukaan kembali Gedung di Kota Tua. Sungguh menarik melihat bangunan bersejarah yang dibilang kembali untuk umum , ceritanya bisa dibaca di Semasa Di Kota Tua

Oktober

AipTrip goes Jawa Timur an, salah satu daerah yang belum di eksplor adalah Banyuwangi, jadi pergilah saya kesana. 

Akhirnya bisa main ke Africa Van Java di Baluran, Main ke Pantai Bama, mampir Ke pantai Watudodol, 
Lalu berenang bersama Ikan Hiu di Bangsring Underwater Main bareng ikan hiu

main ke Kampung Adat Osing di Kemiren, lalu basah-basahan di Air Terjun Jagir

Karena Pulau Bali keliatan melulu, secara impromptu berangkatlah menyeberang Selat Bali. 

 menginap semalam, kita main ke Pandawa Beach, liat Sunrise di Sahur, lalu pergi ke Bedugul, dan mampir ke Pura Ulun Danu yang mempesona diatas danau Beratan. 

Sempet juga mampir ke danau buat sekedar selfie semata. 

Soal Danau Beratan Dan Pura yang indah silakan dibaca di   AipTrip goes to Pura Ulun Danu Beratan

Tak lupa mencicipi masakan khas Gilimanuk, Ayam Betutu Ibu Lina yang terkenal.

Baca tulisannya di

Pesona Budaya Osing

Ayam Betutu Ibu Lina Gilimanuk

bermain di Baluran

Pesona Rawon Bi Atik

November
#Aiptrip goes to Singapore, untuk lebih mengenal Singapore Botanic Gardens yang mengesankan

Sempet juga mencicipi Makanan menu sederhana rasa istimewa, RM Kenanga Garut baca di 

harta karun kuliner Garut

December

Karena kondisi kesehatan , saya ga bisa #Aiptrip, namun kesempatan itu tiba saat saya sedang terapi Alternative di Tasikmalaya , saya bisa jalan-jalan ke Situ Gede, sebuah danau Indah yang letaknya di pinggir kota , 

silakan dibaca di

Jalan-jalan ke Situ Gede

Pengalaman yang menyenangkan setelah berminggu-minggu dalam ruangan terus, bisa melihat keindahan alam sangatlah menyegarkan 

Terima Kasih 2016 untuk kesempatan , kesenangan dan juga berbagai pengalaman, terutama travelling ke beberapa daerah di Indonesia. 

Semoga 2017 menjadi lebih baik, lebih sehat, banyak rejeki dan berkesempatan untuk lebih sering jalan-jalan happy dan bermanfaat lagi. Dan semakin rajin menulis Dan update blognya, sama belajar foto lagi yaa. 

Amin. Selamat Tahun Baru 2017 !

Advertisements

My Trip to Pangandaran dan Pantai-Pantai di Jalur Lintas Selatan

‚Äč

Sehubungan dengan adanya undangan pernikahan saudara di daerah Banjar, lalu kepikiran
kenapa gak sekalian ke Pangandaran saja. 

Sekalian mau ke Tasikmalaya lewat jalur Lintas Selatan via Pangandaran – Cipatujah – Tasikmalaya

Dari Google Maps , sekilas soal jalur Lintas Selatan

Sunset yang ciamik di Pangandaran

Udah dekat juga. kenapa tidak ?

Walau ada secercah keraguan melanda, sebuah kekhawatiran tersendiri #lalulebay. 

Macet gak ya ? secara kalau Long Weekend Pangandaran biasanya penuh dengan
pengunjung, terutama kalau libur panjang macam lebaran dkk.

Tapi karena sudah pesan hotel di Traveloka sayang juga kalau tidak dipakai.

Setelah akad nikah dan acara resepsi di Banjar selesai, kita langsung berangkat ke
Pangandaran. Ternyata kekhawatiran tidak beralasan, jalanan lancar pemirsah. Menyenangkan sekali. Cuaca juga bagus.

Sesampainya di Pangandaran kita segera check in di Sunrise Beach Hotel. Kita dapat kamar
di lantai dua menghadap ke Pantai. Suasana hotelnya nyaman, dengan nuansa Bali, lengkap
dengan kolam renang.  Kamarnya luas dan bersih. namun kita sempat agak lama check in,
karena semua kamar penuh. sempat menunggu tamu sebelumnya check out.

Kamar Sunset Beach Hotel
Kolam Renang Sunset Beach Hotel

Setelah beres-beres di kamar saya segera menjelajahi Pantai Pangandaran. 

Pangandaran terbagi dua Pantai Barat dan Timur.  yang tidak boleh dilewatkan adalah Sunrise di Pangandaran yang begitu menawan ! Jangan lupa juga buat kulineran Sea Food dan belanja aneka macam produk laut seperti Ikan Asin Jambal, Aneka Udang Goreng, Kepiting Goreng yang bisa jadi camilan. 

Kepitingnya 60k/ kg udang 50 k kalao ga salah

Memang sedaplah rasanya. sampai lupa seperampat kilo hampir habis sendiri. Kriuk-kriuk Ngegemesin. Jangan  lupa buat jalan-jalan dan shopping di Pangandaran. 

Memang lagi rame banget, namanya juga lagi Long weekend. tapi kenapa tidak, namanya juga Tempat Pariwisata. Ada aneka pilihan Fashion pantai, Indomaret, Alfamart, pokoknya komplit. Hahahaha.

Keesokan Harinya setelah sepagian leyeh-leyeh di Kamar Hotel dengan pemandangan pantai
Pangandaran. Kita early check out, setelah breakfast dan juga hunting foto sunrise Pangandaran yang ciamik banget

Sunrise Pink Keunguan

Agak siangan kita sempetin jalan-jalan di pantai Pangandaran yang sepi, jauh dari warung dan toko.

Kebetulan dari jauh saya melihat ada sekelompok Nelayan sedang menarik jala ke pantai. 
Seru banget akhirnya bisa melihat Aksi menarik Jala ke pantai setelah gagal pas ada
kesempatan di Buyat. 

Ga gampang lho ternyata dapet ikan. Sebelumnya kapal nelayan menebar jala kira-kira 50 meter ke laut, lalu di tarik beramai-ramai.

Prosesnya lama juga. Setelah gotong royong menarik jala, sambil deg-degan dapet ikan atau tidak.
Alhamduilillah ternyata dapat, walau kecil-kecil. Langsung para ibu memisahkan ikan
berdasarkan jenis dan ukurannya. Lalu dikirim untuk dijual. Sebuah pengalaman yang menambah
wawasan dan menyenangkan. Sempet ikut deg-degan dapat atau tidak.

Hasil tangkapan ramai-ramai ditarik ke Pantai

Segelas melihat proses penjaringan Ikan, kita melanjutkan perjalanan menyusuri Jalur Lintas Selatan.

Melewati Jalur Pariwisata yaitu Green Canyon, wisata naik perahu dimana kita bisa melihat
pemandangan alam yang spektakuler, selama tidak hujan. Kalau Hujan Berabe. Kita bisa
menyewa perahu untuk menyusuri sungai dan berakhir di kawasan bebatuan yang bentuknya
model Grand Canyon ala ala. Tapi karena suasananya Hijau, makanya jadinya Green Canyon.

Kita juga bisa mampir ke pantai Batu Karas, dengan pantai pasir putih dan banyak hotelnya.
Ini salah satu tempat favorit para surfer untuk berselancar. Atau sekedar leyeh-leyeh
manja ber siesta di pinggir pantai. Tapi kalau hari libur, tempatnya lumayan ramai oleh pengunjung. Bisa sampai berbis-bis. Ya namanya juga tempat pariwisata.

Nah dua tempat itu kita skip, karena udah pernah. hahahaha
Perjalanan dilanjutkan saja ke Cipatujah , kira-kira 90 KM an lah ke , jalanan relatif bagus, ada beberapa yang berlobang, tapi nggak ganggu lah. Cuman memang agak kecil, jadi kalau papasan ama truk mesti hati-hati. Disarankan kalau lewat jalur selatan ini jangan malam hari, selain sepi,kita gak bisa menikmati pemandangan di perjalanan. Kan ruginya double. Plus kita juga melewati hutan-hutan yang rimbun sepanjang jalan, kalau malam kan
agak-agak serem kan.

Menuju Cipatujah, jarang ketemu mobil

Di sepanjang perjalanan kita bakal disuguhi pemandangan yang indah.

Muara menuju laut

Banyak ngelewatin pantai yang ga ada pengunjungnya. Jadi siap-siap banyak berhenti buat
foto-foto atau sekadar main di pantai sepi dengan pemandangan yang OK Berat.

Abaikan yg dipegang

Ada satu spot pantai favorit saya di Cimerak, keren sekali, garis pantainya panjang, kita
bisa lari-lari sok-sok an jadi Baywatch, dengan perut one pack tentunya. Dan ga akan malu,
karena ga ada orang sama sekali. cuman liat anjing seekor lagi main di pantai.

Pantai kosong melulu

Kita juga melewati beberapa jembatan yang keren buat foto-foto.

Ngapain Mass?

Perjalanan jadi agak lama karena santai dan tiap ada pantai berenti.
Lumayan lah buat nambah stock foto di Instagram. Walau kekurangannya adalah jarang ada
orang , jadi cuman ngandelin marka jalan , atau kantor kelurahan dan sekolah setempat
supaya tahu nama tempat ini apa. Asli sepi.

Akhirnya nyampai juga kita di daerah Cipatujah.

Tadinya mau mampir ke Pantai Sindangkerta yang udah terkenal itu, tapi kok liat parkirannya
ramai ya, Malas. Hahahah, udah terbiasa menguasai pantai, malas berbagi.

Akhirnya kita lanjutkan perjalanan ke pantai yang satu lagi, sambil cari seafood. Lapar Pemirsah !

Di salah satu warung kita pesan kepiting, ikan bakar. Semuanya masih fresh, Kepitingnya masih hidup karena baru ditangkap.

Dipilih dipilih
Dipanggang dulu ya

Sambil nunggu masakan matang, jalan-jalan dulu ke pantai.

Jarak dari tempat parkir ke pantai, kira-kira 30 meter, kita mesti lewat bukit-bukit pasir segala. Tapi seru ah. Apalagi di pantai lagi sepi. Ga ada saingan!!


Sayang cuaca lagi agak mendung.
Jadi aja gak bisa lama-lama. Tapi pantainya lumayan sepi. Dan lumayan bagus.

Berasa kayak di videoclip deh. Tanaman ini beterbangan dihembus angin pantai

Ga berasa kayak di bumi yak

Tiba-tiba hujan turun, lari-lari deh ke warung tadi. Dan Paaas,masakan sudah matang.
Sedap sekali. Bumbu Ikan Bakarnya pas, dan kepiting asam manisnya sedap sekali. Pasti
karena kepitingnya juga segar. Dagingnya manis. Cocok sama bumbunya. 

Kepiting Asam manis
Ikan Panggang

Selesai makan, kita lanjut lagi perjalanan Cipatujah-Tasikmalaya. Sebenarnya kalau
diterusin, kita bisa sampai ke Pantai Santolo Garut, lalu Ujung Genteng Sukabumi. Tapi karena waktu gak memungkinkan, kita ke Tasik aja, Kota Paling Asik.

Hujan sepanjang jalan. Jalannya agak berkelok, tapi relatif lumayan, walau ada beberapa yang aspalnya kurang mulus. 

Di jalan sebenarnya pemandangannya bagus, cuman berkabut,jangan lupa nyalakan Lampu Kabut.

 Kita juga sempet liat ada truk bobo di jalan, terguling, mungkin supirnya ngantuk, atau truknya yang ngantuk. Mereka ditolongin warga sekitar. 

kasihan juga ngeliatnya.

Nah demikian #Aiptrip pas jalan-jalan di Bulan Mei 2016. Sebuah perjalanan yang menyenangkan, walau singkat, tapi tampaknya patut diulang dengan durasi yang lebih lama. Berikutnya mesti nginep di Cipatujah kali. Lalu lanjut perjalanan ke Santolo Garut atau Ujung Genteng sekalian.
#AlasanBaliklagi

Sekian dan Narsis dulu setetes

My Trip Ngebolang Ke Curug Tujuh Cibolang, Pencarian 7 Curug Legendaris

Sebagai cowok #curugenic alias makin cakep kalau berfoto di Curug, saya jadi penasaran dengan beberapa Curug di sekitar Tasikmalaya. Ada beberapa Curug yang menarik perhatian saya. Tapi lebih penasaran dengan Curug Tujuh Cibolang. Karena di satu tempat ada TUJUH CURUG ! Bayangkan !! HUWOW !

Curug is Air Terjun you know

Akhirnya diputuskan untuk berangkat kesana. Menggunakan mobil saya menempuh perjalanan selama satu jam setengah dari Tasikmalaya melewati jalur Panumbangan ke arah Panjalu. Di kecamatan Panjalu sempat mampir di Situ (Danau) Panjalu yang dahulu sempat menjadi ibukota Kerajaan Panjalu. Soal ini akan dibahas di postingan berikutnya. (Blogger Banyak Draft)

Perjalanan menuju Curug Tujuh semakin mengecil dan menanjak, tapi pemandangannya luar biasa , hamparan sawah hijau dibalik rumah penduduk sangatlah mempesona. Sistem terraseringnya bagus sehingga kalau dari jauh , lapisan sawah terlihat seperti Kueh Lapis #LaluLaper.

Hamparan sawah bak kueh lapis warna hijau

Akhirnya kami sampai di tempat parkir Curug Tujuh, di area yang banyak warung yang menyediakan jajanan. Dari parkiran ke pintu masuk , harus berjalan lagi kira-kira 800 meter. Dengan menikmati pemandangan khas Bumi Parahyangan , perjalanan tidak begitu terasa. sungai kecil bersih, sawah, pepohonan, mengademkan jiwa. Udarapun terasa semakin sejuk.

Sesampainya di Pintu Masuk , saya sempat terdiam dulu memandang pemandangan di hadapan saya. Seakan memasuki wilayah berbeda, penuh pepohonan, aroma , atmosfir dan situasinya sungguhlah berbeda.

Pintu masuk Wana Wisata Curug 7 Cibolang

Wana Wisata Curug 7 Desa Sanding Taman, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis Jawa Barat berada di kaki Gunung Sawal. Luasnya sekitar 26 Hectare di ketinggian 800-900 MDPL. Cuaca disini berkisar antara 17-18 C. Dingin menggeleber. Orang lain memakai baju hangat, sementara saya bercelana pendek dan ber T-Shirt saja. Ya sudahlah nikmati saja suasananya. Anggap saja sedang berada di Hutan Eropa di musim semi. Lalu bayangan itu hilang saat ada lelaki berteriak-teriak memanggil temannya dalam bahasa Sunda.

Daerah ini dinamai juga daerah Cibolang. Jadi kali ini kita sebagai si Bolang ( Bocah Petualang) ngebolang di Cibolang. Daerah ini masih dianggap angker dan menjadi tempat bersemayam mahluk halus.  Memang kawasan Panjalu dan sekitarnya sangat lekat dengan kerajaan Sunda Panjalu yang banyak cerita mistisnya. Tapi nuansa itu tidak begitu terasa, mungkin karena saya lebih fokus pada keindahan alam. Males juga mikir yang begituan. Saya lebih mikir gimana caranya ketemu 7 Curug dan bisa foto-foto disana . Tetep #curugenic prioritas utama

Di pintu masuk kita harus membayar Tiket masuk, seharga  Rp.7500,- . Murah sekali , seharga itu kita sudah bisa menikmati kesegaran dan keindahan alam Disini wisatawan bisa mengunjungi 7 air terjun, piknik, trekking, berkemah dsb.

Sayangnya saat saya minta brosur, Mbak manis penjaga Tiket bilang tidak ada, saat saya nanya-nanya soal curug juga dia kurang begitu membantu. Seharusnya brosur atau petugas yang informatif disediakan disana untuk memberikan keterangan komplit soala daerah wisata ini. Yang tersedia hanyalah sebuah papan berisikan informasi dasar soal daerah ini. Lumayanlah buat ditulis disini, jadi nggak Mengarang Bebas.

Lagi moto difoto #indahnyaTripBawaPaparazzi

Memasuki Wana Wisata Cibolang ,saya langsung disambut oleh hutan pinus yang tinggi sekali pohonnya. Tinggal lihat ke atas, kita sudah dipayungi oleh daun pinus yang jadi pemandangan menarik. kayak di video clip.

Hutan Pinus

Pohon Pinus dari dekat

 Disana juga disediakan tempat perkemahan , dan ada warung untuk membeli jajanan. Yang saya salut wilayah sekitar Bumi Perkemahan sangatlah bersih, si Ibu penjaga warung turut bersih-bersih di sekitar warung. Beliau juga menyediakan tikar untuk disewa. Orangnya ramah saat saya bertanya, arah menuju curug kemana ?

Tempat leyeh-leyeh, disewakan tikar

Jalanan semakin menanjak

Nafas semakin Hah Heh Hoh #StaminaOhStamina

Satu lagi yang bikin repot adalah saya pakai sendal jepit, bukan sendal gunung atau sepatu. Beberapa kali terpleset karena ada jalanan yang cukup licin. Kurang Persiapan Pemirsah.

Baiklah , harus tetap semangat #curugenic

Di #curugtujuh ini ada Tujuh Curug. Ya iyalah masak sembilan. Letaknya terpisah, jadi kita harus menempuh perjalanan cukup jauh , menyusuri hutan, mendaki bukit, menuruni lembah melewati sungai untuk mencari 7 Curug ini. Curug Satu, Curug Dua, Curug Tiga, Curug Cibolang, Curug Cimantaja, Curug Cileutik, dan Curug Cibuluh.

Setiap curug memiliki kisahnya sendiri. Letaknya ada yang berdekatan , ada yang berjauhan. Hanya saja di Wana wisata ini masih kurang papan informasi. Seadanya saja. Untuk tadi banyak orang yang bisa saya tanya. Sampai saya akhirnya bisa mendengar kisah Curug Tujuh ini dari orang yang saya temui di jalan .

Lamat-lamat terdengar suara air, berarti sudah dekat. Benar saja. Akhirnya kita sampai ke Curug Satu.

Curug 1 yang megah

Waw ! Indah sekali, gemuruh air terjun dari ketinggian 120 Meter, Alirannya kencang sehingga menimbulkan percikan air micro yang efeknya seperti hujan semprotan air dingin pegunungan. Bias pelangi memantulkan sinar matahari yang mengenai Curug Satu. Percikan dingin air memberikan kesegaran tersendiri. Mengembun, sempat membuat lensa hilang fokus. Tapi efeknya jadi bagus. hahaha. Ga usah diedit deh.#Curugenic Banget !!

Curug 1 yang terbesar dan paling banyak pengunjung nya karena paling mudah di akses. Konsentrasi pengunjung berada disini. Sementara yang lainnya perlu perjuangan naik turun bukit , melewati hutan.

Walau backlight tapi saya suka foto ini. Detail percikan air di belakang saya sungguh ciamik

Selfie dengan efek dukungan alam. Embun air terjun jadi efek. Dreamy-dreamy gitu hasilnya

Setelah puas menikmati pemandangan Curug Satu, kita menyusuri air terjun untuk berangkat ke jalan setapak menuju curug berikutnya. Melewati bebatuan di air deras berasa banget trekkingnya. Sempat bertanya kepada beberapa orang soal arah.

Setelah ngos-ngosan melewati jalan setapak yang mungil, akhirnya kita berjumpa dengan curug kedua !

Wow ! Indah sekali. Lebih kecil dibanding Curug Satu, tapi tetaplah mempesona. Tingginya sekitar 80 meteran. Memancur deras dari atas. Posisi batuan di depan Curug juga berbeda. Sayangnya batuan di dasar air terjun lebih tajam dibanding yang sebelumnya. Jadi agak berhati-hati kalau melangkah.

Disini tidak ada orang sama sekali. mungkin karena medan menuju kesini lumayan. Sementara banyak pengunjung manja yang hanya pengen berpose depan curug buat di upload ke Instagram, tanpa mau bersusah payah. Setelah berfoto berbagai gaya. Kami melanjutkan perjalanan ke curug selanjutnya.

Jalan semakin terjal, banyak ranting pohon menghalangi jalan setapak. Beberapa ranting rotan sempat membuat perjalanan repot karena durinya yang lumayan. Jalanan semakin licin. sebelah kanan tebing , sebelah kiri jurang. Pantas saja orang jarang ada yang mau datang.

Joged Joged di Curug #Apeu

Perjuangan membuahkan hasil yang manis dan menyenangkan. Sampailah kami ke curug ketiga. Sepi. hanya ada kami dan kicau burung diantara pepohonan. Curug ini lebih kecil tapi pemandangannya cantik sekali. Ada kolam kecil dengan kedalaman kira-kira setengah meter. Adapula sebatang pohon rubuh melintang. Batangnya berlumut dan menyerupai batu. keren sekali.

Curug 3 lebih mini tapi sexy

Tadinya mau pose Tapa ala Raja. Tapi apa daya, Raja ga akan pakai Kaos Gambar Ucing

Setelah mengambil gambar, saya langsung menceburkan diri ke dalam kolam kecil. lalu mengambil beberapa foto bawah air. Pas nyebur, badan langsung terkejut karena airnya dingin sekali. Awalnya pede karena saya memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi, sehingga bisa melawan cuaca dingin. Tapi air disini dingin sekali. Karena perasaan gembira dan adrenalin yang sedang memuncak, lambat laun rasa dingin itu berkurang. Asiklah bermain air dan selam-selaman di kolam kecil itu.

Selfie di kolam kecil di Curug 3. Arusnya cukup deras

Setelah asyik bermain air, tiba-tiba saya kehilangan keseimbangan. Telinga sempat kemasukan air juga. Sempet dung Deng. Beberapa kali jatuh terpeleset diantara bebatuan. Waduh gawat ini,  saya putuskan untuk beristirahat sebentar. Tapi kondisi tak kunjung membaik. Akhirnya pencarian Tujuh Curug dihentikan daripada kenapa-kenapa. Nanti saya bakal balik kesini lagi #alasanbaliklagi.

Pose loncat di atas kayu berlumut

Akhirnya diputuskan untuk kembali ke bawah, sebelum terjadi apa-apa. Susah untuk berjalan di jalan setapak berpinggirkan tebing tinggi , basah pula. Pelan-pelan turun akhirnya sampai di Curug 2. Istirahat sampai kondisi mendingan, lalu foto-foto lagi di bawah derasnya air terjun. Hadeuuuh… demi #curugenic

Konsep awalnya mau pose keluar dari tirai air terjun, pasti keren hasilnya. Tapi apa daya pas pelaksanaan sulit sekali pemirsa. Curahan air puluhan meter menjatuhkan ribuan galon air dingin membuat badan beku, tidak bisa melihat. Mau bergerak pun sulit. Tapi lumayan dapat efek dipijat alam. Akhirnya pose itu gagal. Penonton Kecewa !

Pose keluar tirai air terjun Gagal

Perjalanan dilanjutkan ke Curug 1. Lalu terjadi suatu drama. Pas melewati bebatuan yang dialiri air deras dari curug 2 , sendal saya copot sebelah pemirsah. kadung basah sekaliah basah-basahan ngejar sendal. untung tertangkap dan tidak sempat ikut aliran air ke bawah. kalau tidak saya pulang nyeker tak beralas kaki.

Sesampainya di Curug 1, pengunjung semakin ramai. Banyak yang berfoto dengan latar belakang Curug 1. Muda mudi, tua muda, lelaki dan perempuan. Semua menikmati keindahan alam. Tapi jarang yang basah-basahan kayak saya. Banyak yang jaim berpose cantik dengan bibir dimonyongkan, leher miring dan jari tengah dan jari manis dipajang membentuk V. Padahal sekadar cuci muka atau membasahkan kaki cukup asik juga. Udah jauh-jauh kesini gak kena air.

By The Waay, Gosipnya, dari 7 curug ada satu curug yang memberikan efek kesehatan karena mendapat aliran belerang dari Gunung Sawal, efek lainnya adalah menambah kecantikan , awet muda dan juga tambah mempesona. Semoga saya dapat efeknya ya #laluNgaca

Air dari curug ini berasal dari sungai Cimantaja. Konon katanya, air sungai terbentuk dari air mata Raja yang sedih melihat nasib rakyatnya karena kekeringan panjang melanda kerjaan itu. Sang Raja lalu bertapa, tapi tapanya tidak didengarkan oleh Tuhan YME. Lalu akhirnya Sang Raja menangis.   Butir-butir air matanya  semakin deras dan tangisannya berubah menjadi aliran sungai yang menyelamatkan rakyat dari kekeringan.

Seiring dengan perjalanan menuju ke pintu Masuk, pakaian saya mulai mengering karena hembusan angin. Untung lapisan lemak hasil hibernasi berbulan-bulan bisa mempertahankan kondisi saya melawan masuk angin.

Memasuki hutan pinus, saya mendengar bunyi kelontang-kelontang. Ternyata ada sebuah kincir air mini yang ada efek klontangnya ( bingung jelasinnya) yang dipasang disebuah aliran sungai dari Curug Tujuh , membentuk sebuah kolam kecil. 

Warung di depan kolam kecil

Ada sebuah warung kecil disana. Seorang Bapak tua menjaga warung ini sendirian. Memesan teh manis panas, dan mencomot pisang goreng hangat , saya mendengar cerita Bapak ini kalau di belakang warungnya ada 3 pancuran berkhasiat. Yang satu untuk Awet Muda, Satu Buat Cari Jodoh, Satu lagi untuk Bulan Madu.

Pancuran Air Berkhasiat

Bunga di sekitar kolam

Karena penasaran , saya cuci muka di ketiga pancuran itu. Tidak berharap khasiat Ajaib air tersebut, tapi lebih karena pengen kena air lagi. GMZ. Secara awam, tidak terasa ada yang berbeda dari pancuran air itu. Hanya kesegaran air pegunungan yang alami. Wajah makin berseri. Waah , awet muda deh, lalu dapat jodoh dan pergi berbulan madu. ( Kalimat terakhir mengarang bebas diilhami khayalan belaka) .

Satu lagi fakta yang harus saya kemukakan disini adalah banyak banget pengunjung datang kesana berdua-duan buat pacaran. beberapa kali kami memergoki pasangan sedang berduaan di hutan. Kehadiran kami sempat membuat mereka hilang konsentrasi. Hey lagi pada ngapain sih ? hahahaha #isengabis

Motoin orang pacaran yang lagi poto-potoan sambil jongkok

Setelah membayar pesanan, kami pun berjalan pulang ke arah parkiran mobil yang jaraknya kira-kia 800 meter itu.

Sepanajng perjalanan turun, pemandangan masih indah saja. Saya bersyukur tinggal di Indonesia, Banyak sekali tempat indah dan menarik. Bahkan di tempat yang dekat di rumah atau kampung halaman. Saran saya , Eksplor tempat di sekita kita tinggal. Masih banyak harta karun berupa tempat menarik untuk di kunjungi. Mungkin selama ini kita belum tahu atau abai, karena mungkin memang belum banyak yang tahu.

Hari ini adalah sebuah pengalaman perjalanan yang menakjubkan, melihat air tercurah tak terbatas , memercik, membiaskan cahaya menjadi Pelangi di dalam hutan Hijau lestari. Semoga bisa tetap alami, terjaga. Amin

Selamat Berpetualang