#AipTrip2016

Sepanjang 2016, saya bersyukur bisa melakukan beberapa kali #AipTrip, lebih sering dari tahun 2015 !!

Tahun 2016 ini saya mendapatkan banyak kesempatan menarik untuk bepergian yang tentu saja diberi hastag #aiptrip ke berbagai daerah di Indonesia. 

Satu hal yang saya pelajari dan perbaikan di 2016 adalah menuliskan semua perjalanan saya dalam blog supaya terdokumentasikan dengan baik. Jangan lupa pasang foto yang bagus dan menarik supaya lebih enak dibaca. Sebelumnya malas sekali update Blog. Tapi ternyata selain bisa jadi journal pribadi, blogging bisa membawa saya ke beberapa tempat dan kesempatan yang tak terbayangkan sebelumnya. Masih banyak yang perlu diperbaiki, Tapi grafiknya naik lah.

Keep up your blog people !

Dimulai dari Awal Tahun, #AipTrip Berbuka dengan kepergian saya ke Kota Garut, tempat saya bertumbuh kembang dahulu, saat masih kanak-kanak. Setelah beberapa hari sebelumnya ngos-ngosan mendaki Gunung Galunggung , trip kali ini ke Garut terasa begitu berarti, karena bisa mengunjungi sekolah saya dulu. Sayang masih pada libur , jadi tidak bisa berjumpa dengan para Guru zaman saya sekolah dulu. 

TK saya dulu

Saya juga berkesempatan belanja di outlet Chocodot yang menjual aneka Rupa Coklat unggulan produksi asli Kota Garut. Bentuk usaha kreatif daerah yang keren sekali.

Di bulan January juga saya mengikuti lomba Menulis Blog yang diselenggarakan oleh PT Newmont Nusa Tenggara bekerjasama dengan Metro TV. Alhamdulillah saya terpilih menjadi 20 orang terbaik yang karya tulisnya dinilai bagus dan akan berangkat untuk belajar dan hidup di Tambang site PT NNT di Batu Hijau, Sumbawa Barat. Peristiwa | Inilah 20 Pemenang Peserta Newmont Bootcamp 2016

February

Menghabiskan 9 hari di Sumbawa Barat merupakan pengalaman yang mengayakan pengalaman saya. Selain belajar soal proses produksi konsentrat Tembaga yang lebih ramah pada lingkungan. Bagaimana usaha mereka supaya lingkungan terjaga patut diacungi jempol. Pengelolaan air terdampak tambang yang diolah sedemikian rupa supaya tidak berdampak pada air Alam, Dan bisa dipakai lagi dengan sistem pengairan yang masif , lalu program pengembalian fungsi lahan bekas tambang menjadi Hutan kembali yang terus berlanjut, dan beberapa sudah sukses menjadi hutan lagi. Dan tentunya evaluasi kondisi lingkungan dengan cara-cara ilmiah, supaya tetap terkontrol sehingga mendapatkan sertifikasi nilai tinggi dari pemerintah. 

Selain itu kita juga bisa mengalami kehidupan ala pekerjaan tambang yang tidak seseram yang saya kira. Bisa berjumpa dengan masyarakat sekitar tambang, berinteraksi untuk mengetik kondisi mereka dan dampak tinggal di wilayah lingkih tambang dan juga melihat keindahan alam Sumbawa Barat yang tetap lestari walau ada kegiatan penambangan. Benar-benar perjalanan yang merubah persepsi saya terhadap tambang, dan membuat standard saya terhadap tambang lebih tinggi. 

Mine Site Batu Hijau
Pose di Haul Truck

Silakan baca beberapa tulisan saya selama mengikuti program #newmontbootcamp

Batu Hijau , Permata Sumber Kehidupan

perkara makan di tambang

Pembuktian si Orang Curiga

Pengalaman Hampir Menjungkalkan Truk Raksasa

Desa Kertasari

Keindahan Pantai Sumbawa Barat

Pada Bulan Maret

 #Aiptrip ke Ujung Genteng. Perjalanan cukup lama dengan membawa Mobil sendiri. Perjalanannya 8 jam dari Jakarta !!!

Tapi sepadan dengan pemandangan alam Ujung Genteng, bisa melepas tukik , mencoba aneka seafood enak dan juga perjalanan penuh nuansa hijau hutan dan pepohonan favorit saya.

Silakan dibaca #aiptrip ke Ujung Genteng

Di bulan Maret juga sempet mampir mengunjungi Rumah Anyo, tempat singgah anak-anak pengidap kanker. Dimana mereka masih bisa Ceria Dan menjadi anak-anak walau sakit berat. Mereka sangat inspiratif dan jarang mengeluh. Tetap kuat walau tidak sehat. Baca kisahnya yang mengharukan di postingan

ketemu anak-anak Anyo

Bulan April 

Ternyata setelah membaca tulisan dan memperhatikan aktivitas social media selama #newmontbootcamp , saya dan beberapa alumni #newmontbootcamp terpilih kembali untuk melihat langsung tambang yang sudah ditutup dan dalam proses menjadi Kebun Raya. Sebuah perjalanan yang agak kontroversial, karena kami pergi ke Teluk Buyat, di Minahasa Tenggara yang tempat bikin geger beberapa tahun yang lalu. 

Perlu Jip khusus untuk bisa datang ke bekas tambang, karena sudah berubah jadi hutan
Kapan lagi naik mobil berdiri. Ini masih di jalan penduduk , menuju bekas lahan tambang

Lewat Menado, kami pergi ke campsite PT Newmont Minahasa Raya di Pantai Lakban. Lalu pergi melihat bekas lahan penambangan PT Newmont Minahasa Raya.  

Disana kami takjub melihat hutan lebat yang berdiri di atas bekas lahan tambang. Aneka pepohonan tumbuh subur , rapat bagai hutan belantara. 

Sempet bingung penasaran tambang ya sebelah mana. Gak keliatan karena sudah jadi hutan.  Pemandangannya sangat indah. Tahun 2017 ini rencananya akan diserahterimakan pada pemerintah setempat dan menjadi Kebun Raya.

Bekas tambang Emas dilihat dari Look Point
Bukit Harapan yang ada diantara Teluk Buyat dan Ratatotok

Kita juga diajak melihat situasi laut dan juga bertemu dengan penduduk setempat untuk melihat efek Pencemaran yang “katanya” terjadi disana. 

Tidak terlihat tuh efek Pencemaran Berat di Laut. Semuanya normal, sehat dan indah. Sempet juga mencicipi Ikan tangkapan di Teluk Buyat. Aku baik-baik saja setelah mengkonsumsinya.

Para nelayan bisa memanen ikan lebih banyak dari masa lalu, karena ada projek budidaya Karang untuk meningkatkan kualitas biota laut. Kita juga sempet mampir ke danau Linow dan melihat kota Menado.

Baca tulisannya di

Berani Makan Ikan di Buyat ?

mau apa ke Teluk Buyat?

Bubur Tinutuan 

Baca #Aiptrip ke danau Linow yg Huwow

Bulan Mei

Di bulan kelahiran saya #Aiptrip berangkat ke daerah Banjar untuk menyusuri Jalur Lintas Selatan   lewat Pangandaran dan pantai-pantai indahnya sampai Cipatujah. Makan sea food dan pergi ke Tasikmalaya

Silakan dibaca road trip ke Pangandaran dan Pantai Jalur Selatan

Di bulan ini sempet juga jalan-jalan ke tempat selfie hits di Bandung #Aiptrip ke The Lodge Maribaya

#Aiptrip goes to Singapore, untuk lebih mengenal daerah Little india dan sekitarnya.     

Bulan Juni

#Aiptrip Goes to BSD buat Wisata Kuliner ! Siapa sangka disana banyak tempat makan enak dan variasi yang menggiurkan ! 

Baca #Aiptrip my Trip to BSD

Juli

#AipTrip goes to Monas ! Sebuah perjalanan pencarian Pokemon yang berubah menjadi perjalanan mengapresiasi Monument kebanggaan Indonesia. Mengekspresikan kembali fasilitas Monas yang makin rapi dan cantik

Baca #aiptrip ke monas 

Agustus

#Aiptrip ikut dalam #BatuHijauBootCamp , sebuah program berkonsep charity yang diprakarsai PT Newmont Nusa Tenggara yang dalam proses menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara. 

Perjalanan dimulai dari Sumbawa, lalu ke Surabaya melakukan kegiatan charity dan advokasi buat anak-anak kurang mampu. Kita dibagi menjadi Dua Group  Barat dan Timur. Group Timur mulai dari Sumbawa , sementara Group Barat baru bergabung di Jogjakarta , dimana kita datang ke Komunitas Kagem, untuk berjumpa dan bermain dengan anak-anak yg belajar disana. Program ini juga diselipi dengan jalan-jalan ke Gumuk Pasir Parangkusumo, Museum Ullen Sentalu. Wisata Kuliner Jogja yang mempesona lidah saya. 

Lalu kita naik kereta Api beramai-ramai ke Jakarta untuk datang ke Yayasan Benih Kebajikan AL Hasyim di Jagakarsa, dimana bootcampers mengajari anak-anak belajar komputer dan menyerahkan bantuan sebuah komputer baru untuk dipakai belajar.

Diakhiri dengan acara ramah tamah di Hotel all seasons Jakarta setelah mengikuti pertandingan futsal yang bikin saya ngos-ngosan tapi rame

Program #BatuHijauBootcamp #AMMANMineral memperoleh #GoldenWordlAwards 2016 untuk kategori ” Manajemen Reputasi dan Brand Online”  dalam #IPRA (International Public Relations Association) Awards 2016.

#AmmanMineral menjadi perusahaan tambang pertama asal Indonesia yang mendapatkan penghargaan ini. 
Penghargaan ini diberikan dalam acara Gala Dinner di Doha, Qatar pada Sabtu 5 November 2016 dan diterima langsung oleh Pak Syaraffuddin Jarot dan Pak Arie Burhan dari PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara

Baca tulisannya di

#BatuHijauBootcamp di yayasan Kagem

#BatuHijauBootcamp di Jakarta

 main di Gurun Pasir

ketemu anak Komunitas Kagem

Mengajar Komputer di Al Hasyim

mencicipi pengalaman Cinta , Rangga dan Pak Bari

September

#Aiptrip goes to Gunung Sawal untuk melakukan pencarian 7 Curug legendaris di wilayah Kerajaan Panjalu. Sempet mampir ke Situ Panjalu dan seru banget naik turun bukit mencari Curug Tujuh. Suasana yang Hijau alami dan menyegarkan membuat pencarian lebih menyenangkan.

 Pengalaman pencarian 7 Curug Legendaris , silakan diklik saja 

Sebelumnya sempat mampir ke Situ Panjalu

#Aiptrip juga jalan-jalan ke wilayah di Kota Tua, stalking #semasadikotatua sebuah program pembukaan kembali Gedung di Kota Tua. Sungguh menarik melihat bangunan bersejarah yang dibilang kembali untuk umum , ceritanya bisa dibaca di Semasa Di Kota Tua

Oktober

AipTrip goes Jawa Timur an, salah satu daerah yang belum di eksplor adalah Banyuwangi, jadi pergilah saya kesana. 

Akhirnya bisa main ke Africa Van Java di Baluran, Main ke Pantai Bama, mampir Ke pantai Watudodol, 
Lalu berenang bersama Ikan Hiu di Bangsring Underwater Main bareng ikan hiu

main ke Kampung Adat Osing di Kemiren, lalu basah-basahan di Air Terjun Jagir

Karena Pulau Bali keliatan melulu, secara impromptu berangkatlah menyeberang Selat Bali. 

 menginap semalam, kita main ke Pandawa Beach, liat Sunrise di Sahur, lalu pergi ke Bedugul, dan mampir ke Pura Ulun Danu yang mempesona diatas danau Beratan. 

Sempet juga mampir ke danau buat sekedar selfie semata. 

Soal Danau Beratan Dan Pura yang indah silakan dibaca di   AipTrip goes to Pura Ulun Danu Beratan

Tak lupa mencicipi masakan khas Gilimanuk, Ayam Betutu Ibu Lina yang terkenal.

Baca tulisannya di

Pesona Budaya Osing

Ayam Betutu Ibu Lina Gilimanuk

bermain di Baluran

Pesona Rawon Bi Atik

November
#Aiptrip goes to Singapore, untuk lebih mengenal Singapore Botanic Gardens yang mengesankan

Sempet juga mencicipi Makanan menu sederhana rasa istimewa, RM Kenanga Garut baca di 

harta karun kuliner Garut

December

Karena kondisi kesehatan , saya ga bisa #Aiptrip, namun kesempatan itu tiba saat saya sedang terapi Alternative di Tasikmalaya , saya bisa jalan-jalan ke Situ Gede, sebuah danau Indah yang letaknya di pinggir kota , 

silakan dibaca di

Jalan-jalan ke Situ Gede

Pengalaman yang menyenangkan setelah berminggu-minggu dalam ruangan terus, bisa melihat keindahan alam sangatlah menyegarkan 

Terima Kasih 2016 untuk kesempatan , kesenangan dan juga berbagai pengalaman, terutama travelling ke beberapa daerah di Indonesia. 

Semoga 2017 menjadi lebih baik, lebih sehat, banyak rejeki dan berkesempatan untuk lebih sering jalan-jalan happy dan bermanfaat lagi. Dan semakin rajin menulis Dan update blognya, sama belajar foto lagi yaa. 

Amin. Selamat Tahun Baru 2017 !

Advertisements

Seragam #AipTrip

” Rief , Kok lo kalau di foto, bajunya itu melulu sih ?” Ujar seorang sahabat nyinyir 

” Iya dong, biar seragam, Jadi semua tempat seimbang, ga ada yang ngirim”

Sahabat Nyinyir “Apeu”

Arief #Biarin

Memang betul adanya ucapan sahabat nyinyir saya itu. Saya memang sengaja memakai baju yang sama kalau pergi-pergi #Aiptrip kemana-mana.

Per 2016 ini banyak sekali perjalanan yang saya lakukan. Dan banyak kegiatan outdoor yang membutuhkan pakaian yang tangguh. 

Sebelumnya saya adalah petualang manja yang selalu kebanyakan bawa baju. Pas unpacking, Masih banyak sisa baju belum dipakai. Jadi baju-baju itu ikut jalan-jalan aja nggak guna. Hahaha

Nah setelah berangkat ke Sulawesi Utara saya berpikir gimana kalau saya bawa satu “seragam” untuk dipakai ke destinasi-destinasi wisata yang saya datangi. Kan seru nampaknya. 

Tapi seragam gimana ? Apa perlu beli seragam polri ? Duh apa siih ?

Atau swimsuit yang spekta ? Sejak kapan si gueh mau difoto pake suim suit suit?

Intinya saya perlu baju yang bisa fleksibel , cukup OK, bisa dipakai di segala medan. Dan yang penting bahannya kuat dan bagus difoto ( ini Salah satu point penting )

Akhirnya setelah dipilih-pilih dari lemari, ada Tiga item pakaian yang harus ikut dalam setiap perjalanan.

Yang pertama adalah celana pendek dari Consina. Celana biru kehitaman ini tangguh banget. Pas dan enak dipakai. Dan hebatnya cepet kering kalau basah. Sering kali dalam adegan basah-basahan , saya tidak perlu ganti celana karena celana nya sudah kering lagi.

Kalau dingin biasanya pake jaket di atas seragam

Yang kedua adalah Kaus Hitam dengan Tulisan Let’s Play. Dulu beli di distro Bandung, baru dipakai lama. Bahanya katun Campur apa gitu. Di dada ada tulisan Let’s Play,  itu menjadi semacam pesan, Ayo Main. Jangan terlalu serius. Main itu perlu. Beneran. Main yuk. 

Yang ketiga adalah sebuah Kaus katun Hitam dengan gambar Kucing berkacamata. Menurut saya kaos ini badass lah. Bahannya enak, Dan dipakai bergantian dengan  kaos yang satu lagi.

Untuk sepatu biasanya saya pakai Sepatu New Balance saya, Tapi kalau buat basah-basahan saya ganti pakai sendal Gunung atau sendal jepit afau bahkan ga usah pakai alas kaki. 

Saya juga bawa baju yang lain. Tapi kalau sekitarnya ada destinasi wisata outdoor yang seru buat foto-foto, saya usahakan buat pakai baju seragam di atas.

Edisi perdana berseragam
Bisa dipakai terbang
Belajar terbang di Baluran
Bisa buat mainair di sungai Air Terjun Jagir
Bisa buat foto-foto bawah air
Buat bertempur dengan Pokémon di Monas
Buat Bobo2 di atas hiu di Banyuwangi

Saya belum tau sampai kapan saya bakal pakai seragam ini. Selama nyaman dan dapat diandalkan akan saya pakai terus. Tergantung acara juga sih. Atau sponsor. Hahahaha

Kalau Kalian gimana ? Punya seragam travelling juga kah?

Terpukau Budaya dan Kuliner Osing di Desa Kemiren, Banyuwangi

Rumah Suku Osing dan Plagak, tempat memainkan musik di musim panen
Dalam perjalanan menuju Air Terjun Jagir, Kita sempat mampir ke Desa Adat Osing di Kemiren.

Kemiren adalah sebuah Desa di Kecamatan Glagah di Banyuwangi. Desa ini adalah Desa Wisata Budaya Osing , suku asli Orang Banyuwangi. Yang budanyanya beda sekali dengan orang Jawa pada umumnya.

Kalau datang pas waktunya, di desa ini banyak festival. Salah satunya Festival Kopai Osing.  Jadi setiap rumah di Desa ini akan menawarkan Kopi khas Osing dan juga aneka penganan khas di sana kepada para tamu. Di depan masing-masing rumah akan ditaruh meja dan kursi tempat para tamu duduk dan bercakap-cakap dengan tuan rumah. 

 Gratis tanpa dipungut biaya. Bayangkan di sepanjang jalan , setiap rumah menjamu para tamu dengan hidangan istimewa.

Di desa Kemiren ini terdapat sebuah cafe , artshop, Coffee shop , tourist information , juga tempat makan yang menyajikan makanan khas Osing. Namanya Pesantogan Kemangi. Lembaga Adat Using Kempen dan Karang Taruna Mekarsari. Tempat ini adalah salah satu tempat dimana kita bisa melihat kebudayaan Osing, mulai dari kuliner , musik, tarian, batik, dan banyak lagi.

Tempatnya merupakan sebuah bangunan yang terbuat dari kayu dan bambu, dengan bentuk atap yang sedikit berbeda dengan rupa bentuk rumah Joglo Jawa. 

Tempat duduknya terbuat dari bambu juga, dan terdapat sebuah panggung kecil tempat pemuda memainkan alat musik Osing yang terbuat dari bambu. Yaitu Angklung Paglak, yang suaranya merdu sekali. Biasanya saat musim panen atau musim tanam, mereka memainkannya diatas paglak. Sebuah bangunan mungil yang tinggi sekali di sebelah rumah.

Kami diberikan buku menu aneka makanan, dari makanan berat sampai jajanan. banyak nama asing bagi saya, tapi untungnya dijelaskan dalam buku menu, apa bahan-bahannya, seperti Kelemben, Jenang Bedil , bahan dasarnya ketan dengan kuah santan gurih, Gedang Goreng, pisang kepok yang direbus dimasukan adonan lalu digoreng, Apem Juruh Kopi , Apem yang terbuat dari tepung beras dan tape beras, gula aren dan dicampur kuah kopi robusta ! Tape Ketot ,dan banyak lagi. 

Untuk makanan berat ada  Pecel Pitik, ayam kampung dibawah tiga bulan yang dibakar di tungku, lalu dibalur parutan kelapa muda , sambal kacang dan kemiri. Masakan ini biasanya digunakan dalam ritual adat masyarakat Using. Ada pula Uyah Asem, Ayam kampung muda , dipadu dengan sayur buncis dimasak dengan tunas lucu atau kecombrang. Karena masih kedinginan setelah bermain air di Jagir, saya pesan Uyah Asem,  pakai Nasi, Gedang Goreng, Bang Oji pesen Serabi.

Sebenarnya saya ingin mencicipi Kopai Osing, andalan dan kebanggaan disini, tapi karena semalamnya saya kurang tidur dan hari ini beraktivitas cukup berat, dengan berat hati saya tidak pesan. Tapi saya beli kopainya buat dinikmati di rumah.

Tak lama pesanan pun datang. Uyah Asemnya enak, saripati ayamnya sangat terasa. Tapi tidak eneg karena bumbunya asem-asem seger.


 Gedang Gorengnya istimewa. Pisang Goreng tapi bentuknya ellips seragam. Warnanya kuning kecoklatan cantik menggugah selera. Serabinya juga gurih dan manis dengan gula Jawanya. Sedap sekali masakan Osing ini. dan disini harganya murah dan meriah, tapi tidak murahan.

Sebelumnya saya sempat makan siang di warung dekat Kemangi ini. Jadi karena Kemangi baru buka jam 12 , sementara  kita udah lapar, mampirlah kita ke Warung itu. Lupa namanya. Kita pesan Nasi Tempong. 

Nasi Tempong itu sebangsa Nasi Rames, dengan Sambal Tempong yang khas , karena dibuat dengan bahan tomat Ranti yang keriting bentuknya. Lalu ditambahkan Tempe Banyuwangi, dan lalapan yang ada terongnya. Waduh Rek, Sambal Tempong itu Juwarra deh. Rasanya Seger, karena memakai jeruk nipis dan tomat ranti, dan pedees tapi enaak !! Tempenya sedap, tempe banyuwangi adalah salah satu tempe terenak yang pernah saya makan. 


Sayang karena faktor waktu yang sempit, segera kami berangkat lagi pulang. Tampaknya harus kembali lagi kesini untuk mengeksplor kebudayaan Osing yang menarik. Pengen datang pas festival Kopi, ikut memproses kopi dan juga ada masa dimana mereka menjemur Kasur untuk menolak bala. Menarik sekali tampaknya.

Mewahnya Indonesia , negara yang memiliki banyak sekali suku budaya, dengan aneka ragam dan bahasa. Alangkah indahnya agar tetap lestari

Disenggol Hiu di Bangsring Underwater Banyuwangi

#AiprTrip #Jawatimuran kali ini berjalan dengan santai sambil mengunjungi Abang saya bertugas di Banyuwangi. Jadi memang lebih banyak di kota itu
Setelah beberapa kali gagal ikutan trip ke Menjangan karena selalu penuh quotanya di operator pariwisata yang saya incar. 

Akhirnya saya mencari alternatif lain jalan-jalan di Banyuwangi.

Dengan kekuatan Googleeeee…. 

akhirnya keluarlah beberapa tempat super menarik, seperti Air Terjun Jagir, Bangsring Underwater , Pantai Pulau Merah , Wedi Ireng, dan banyak lagi. 

Saya skip ga ke Kawah Ijen karena dulu sudah pernah.

Berhubung manja tapi pengen avonturir , apalagi pergi sendiri, membuat suasana menjadi bingung. 

Mau nyewa mobil tapi kan ga seru sendirian. Kalau naik angkot , jarang banget liat angkot di kota Banyuwangi. Bener deh. 

Naik Taxi kurang seru. 

Akhirnya teringat kalau Banyuwangi punya Ojek Online Pemirsah ! Percis seperti di Jakarta dan Bandung. Meluncurlah ke Dunia Maya ( Bukan Estianti) !!!

 Dengan Kekuatan Google ….. 

muncullah beberapa alternatif pilihan Ojek. Tapi ada satu blog , BanyuwangiBagus.com yang punya daftar Ojek Online di kota ini. 

Kalau mau baca Sila klik List Ojek Online Banyuwangi

Dan dari beberapa pilihan , mata saya tertarik pada Bang Oji. 

Jadi Abang kita ini bukan Ojek biasa, tapi Ojek Wisata. Jadi beliau adalah Ojek merangkap Tour Guide ! Huwow ! 

Penting banget ! 

Deskripsinya juga bagus di blog itu. Langsunglah dihubungi Bang Oji .Setelah berdiskusi sejenak , berdasarkan waktu, keinginan dan budget saya  akhirnya saya disarankan ke Bangsring Underwater dulu lalu ke Air Terjun Jagir. 

Saran Bang Oji , Ke Bangsring mending pagi karena kalau siang panas. Ke Jagir bisa berikutnya karena tempatnya adem.
Jam 7 pagi saya dijemput Bang Oji depan SMP 5 Banyuwangi.

On Time. Bang Oji Datang ! 

Satu hal yang mengagetkan adalah Bang Oji Rambutnya PIRANG ! ( Info penting). 
Berangkatlah kami ke Bangsring Underwater…yang disingkat menjadii BUNDER
Jaraknya tidak begitu jauh dari Kota Banyuwangi, sekitar 20 km ke arah Situbondo. 

Selama perjalanan Bang Oji kasi Info menarik soal Banyuwangi. Mulai dari aneka macam festival yang diadakan pemerintah dan masyarakat setempat, lokasi pariwisata menarik dan juga gossip-gossip terhangat.

 Hahaha
Seru juga bepergian naik motor, Angin berhembus kencang , matahari pagi hangat membelai kulit dan pemandangannya berbeda dibanding kalau naik mobil. Tidak ada jendela yang membatasi pandangan.

 Bang Oji juga jalanin motornya santai. Jadi enakeun, sambil ngincer tempat-tempat foto yang keren.

Menyusuri jalanan menuju Bangsring  kita disuguhi pemandangan Selat Bali yang Indah, Lautnya biru sekali. Kita juga melewati Pelabuhan Ketapang , tempat naik Ferry menuju Bali.
Setelah Pelabuhan , dan juga kebun Tebu, Kebun Kelapa dan Cabai, di sebelah kanan jalan ada sebuah gapura menuju jalan ke Bangsring. Belok kanan , kita jalan melewati kebun tebu dan Persawahan. Lalu mentok , terpampanglah sebuah papan nama Bangsring Underwater.

tak lama kemudian sampailah kita disana.

Ada sebuah tempat penyimpanan motor beratap. Suasananya juga masih sepi. Pantainya agak sempit, tapi bersih dan cukup Tourist worthy.

 Di sebelah kiri ada sebuah dermaga kecil , dengan sebuah perahu mungil yang unik. di sebelah kanan ada sebuah bangunan ticket, dan nun jauh disana, kira-kira 50 meter di laut ada sebuah bangunan rumah yang terapung. Rumah Apung Bangsring, Atau Bangsring Underwater.

Jadi sebagai gambaran , Bangsring Underwater ini adalah sebuah rumah tempat perawatan hiu dan hewan laut yang cedera. Nanti setelah hiunya pulih , maka akan dilepas liarkan ke laut. Selain hiu ada aneka macam ikan lain di dalam kolam terapung ini.

Daerah ini adalah daerah perlindungan hewan laut. 

Setelah membayar tiket boat senilai Rp. 5000,- , dan menyewa alat snorkeling berupa Snorkel dan Vest seharga Rp. 35.000 dengan jaminan KTP, saya dan Bang Oji segera bergegas menuju boat imut dan lucu. Cuman kami berdua saja pengunjung Bunder pagi itu. 


Perjalanan ke Bunder hanya sebentar saja, paling 5 menit , soalnya dekat. 

Aip dan Bang Oji di Rumah Apung Bunder. Pic courtesy of Bang Oji

Kami segera berlabuh di Rumah Terapung tersebut. Ada Empat Rumah Terapung , bentuknya kayak Gazebo di waterbom gitu, dan di kiri kanan barisan Rumah itu ada Kolam terapung.

Pemandangannya menakjubkan sekali, di depan kita bisa melihat laut biru Selat Bali dan di ujung sana ada Pulau Bali , tempat Taman Nasional Bali Barat yang indah. Lengkap dengan Pulau Menjangan dan Pulau Tabuhan yang termahsyur. Di belakang ada  Pulau Jawa dengan barisan Gunung Ijen, Raung, dll. 

Udara laut sangat segar, sementara lautnya tidak berombak besar. Sangat cocok untuk kegiatan bermain air. Berenang, Snorkeling atau berlayar ke hatimu ( eh keceplosan) 

Karena kosong, saya bisa memilih Rumah paling kanan Pojok. Menaruh tas disana. Barang-barang berharga disimpan di Tas Bang Oji yang ada kuncinya. Karena pas kita snorkling , kita tidak bisa mengawasi barang kita disana. Jadi kalau tidak ada yang menunggui sebaiknya punya tas yang bisa digembok.

Pemandangan dari Rumah Apung ke Pantai Bangsring, pic Courtesy Bang Oji

Perhatian saya langsung pada kolam-kolam apung disisi Rumah. Ada empat kolam apung dengan ukuran kira-kira 6 x 9 meter. 


Dengan kedalaman 3 meter. Mata langsung terhibur dengan pemandangan ikan aneka warna berenang bebas gembira. 

lalu muncul bayangan hitam yang berenang lebih cepat !

Shaaaaaark ! Shaaaaark ! ( Lalu Lebay) 
Terlihatlah beberapa ekor hiu berbadan panjang berenang dengan sirip mencuat ke permukaan laut. 

Warna kulitnya yang keabuan gelap hampir serupa dengan warna jaring apung yang telah lama dipakai.
Hiu, sudah lama saya tertarik dengan mahluk ini dan setelah perjumpaan di beberapa Aquarium di Sea World Jakarta, Aquarium apa tuh yang di Singapura ( nanti googling, lupa) , akhirnya  saya bisa berjumpa lagi. Malah bisa berenang bersama. 

Hiu disini adalah Hiu jenis Black Tip berukuran kecil, paling besar berukuran 1 meteran. 

Sayapun menceburkan diri ke Kolam apung. Wow , perasaan yang menyenangkan ! bisa berenang dengan ikan-ikan disini. Cuman saya lupa bawa makanan buat dibagiin ke ikan-ikan lucu ini. 

Padahal mereka bisa berkumpul mengerubungi saya kalau diberi makan. Saya pun sempat beberapa kali disenggol hiu. Selama kita tidak memiliki luka terbuka yang berdarah, tampaknya aman berenang bersama. 

Tapi kalau luka hati yang lebar menganga, tampaknya mereka tak perduli deh ( Curcol deh)
Lalu kepikiran pengen foto bareng Hiu kayak orang-orang, Dengan bantuan Bang Oji, saya difoto memakai Action cam yang kedap air. 


Saya memiliki kesulitan masuk kedalam air, karena vest yang saya pakai. jadinya mengambang terus bagai hubungan tanpa status ( curcol) .
Bang Oji bilang , lepas aja Vest nya , supaya bisa tenggelam dan difoto. 

Awalnya agak takut , karena kolamnya cukup dalam, 3 meter. Tapi karena alasan kekinian, saya lepas vest , mengambil nafas dalam-dalam dan menyelam ke dalam kolam apung. Sejepret dua jepret, si Hiu tak mau mendekat, mungkin mereka ngeri liat mahluk asing , besar , tampak berbahaya dan berwarna putih. Seperti Great White Shark , Predator ganas di puncak pantai makanan .

Dan memang sulit ternyata berpose di dalam air laut, badan saya tetap terangkat ke permukaan. Mungkin kaena kandungan lemak tak jenuh dalam tubuh saya, membuat buoyancy saya tinggi. 

Setelah berusaha beberapa kali, saya putuskan untuk segera snorkeling. Kasian hiu dan ikan disana takut pada stress melihat saya. mereka kan dalam masa pemulihan.
Setelah minum lanjutlah kami bersnorkelling. Ditemani Bang Oji, saya memulai Snorkelling dari ujung Kolam Apung. 

Awalnya berpegang pada seutas tali, kami menyusurinya sambil melihat keindahan alam bawah laut Bangsring. Saking asyiknya , saya tidak sadar kalau saya sudah terbawa Arus Selat Bali yang diam-diam menghanyutkan. 

Akhirnya saya paham istilah ini. Terus karena pintar, baru ingat kalau kami tidak menyewa fin. Pinter kan, Makanya berenangnya berasa cape banget. 

Dengan segala kekuatan , dibantu Bang OJi akhirnya sampai juga ke Rumah Apung, setelah 20 meteran terbawa arus. Cape banget pemirsaah

Sampai ngos-ngosan tadi berenangnya. Soalnya ga pakai Fin, dan emang payah aja staminanya.

Aneka macam ikan menyambut kita di luar Rumah Apung. Mungkin minta difoto, ya udah kita foto aja.

Ketika kita naik ke atas rumah Apung, tibalah beberapa rombongan remaja yang ingin menikmati pariwisata rumah terapung. sebagai mantan remaja, saya ajak mereka ngobrol dan saling berbagi tips foto-foto. Mereka beeasal dari Pesantren Gontor cabang Rojogampi dan juga satu grup remaja Surabaya. 
Karena Lelah , akhirnya saya memutuskan untuk segera berangkat lagi ke tujuan berikutnya, yaitu , Air Terjun Jagir.

 Setelah turun dari Boat, segera kami mengembalikan peralatan dan mengambil KTP jaminan. Lalu bergegas mandi dan berganti kostum untuk tujuan berikutnya . 

Di pantai Bunder , ada banyak kamar mandi dan kamar bilas yang bisa dipakai dengan biaya 2000 saja. 
Beruntunglah Indonesia punya kekayaan alam luar biasa. Contohnya Bunder ini. Tempatnya dekat sekali dengan Kota Banyuwangi. Wajib datang kalau main ke kota ini. Sangat menyenangkan dan juga memberikan Pengalaman yang menarik dan memberi wawasan. 

Next time akan kesini lagi. Dan berenang akan pakai FIn. Thanks Bank Oji udah ditemenin.
Nantikan tulisan berikutnya soal Air Terjun Jagir yah ( Semoga draftnya cepat kelar. Hahahaha) 

Bermain di Africa Van Java, Taman Nasional Baluran

Gunung Baluran dan Sabana Bekol

Setelah lama , akhirnya saya berkesempatan mengunjungi satu tempat yang bikin penasaran. Taman Nasional Baluran di Situbondo , Jawa Timur. Taman Nasional ini komplit banget sebenarnya , ada vegetasi Sabana , Hutan Mangrove, Hutan Musim, Hutan Pantai , Hutan Pegunungan Bawah, Hutan Rawa dan Hutan yang selalu hijau sepanjang Tahun. Belum lagi ada Gunung Baluran dan juga Pantai Bama. Taman Nasional ini memiliki luas 25000 Ha. 

Welcome to Baluran

Perjalanan dimulai dari Banyuwangi, ke arah Situbondo , kira-kira satu setengah jam melalui jalan yang cukup mulus, mobil kami sampai di Gerbang Taman Nasional Baluran. Kami diarahkan untuk membeli tiket masuk Rp. 10.000/ orang , lalu diberi selembar brosur. Tak lupa jajan di warung terdekat buat perbekalan.

Lalu perjalanan dimulai , Kami menuju Sabana Bekol, pusat perhatian banyak pengunjung disana. Mobil Avanza kami harus dikemudikan perlahan karena jalan berbatu yang kurang bagus, perjalanan 12 KM harus dilalui dengan jalan ajrut-ajrutan ala mobil off road berbatu.

Mengering


Tapi melihat pemandangan keluar mobil sungguhlah menakjubkan , karena suasana dan pepohonan sudahlah berganti. Banyak sekali lahan dan pepohonan kering ala di Afrika. Ada banyak tanda, Hati-Hati Daerah Rawan Kebakaran Hutan. Melihat keringnya tanaman, kalau ada orang bodoh yang buang puntung rokok disana, dijamin terbakar itu pepohonan.


Sambil bermanuver melalui jalan berbatu, kami disambut para monyet yang melihat kami penuh harap dari kejauhan. Ada larangan memberi makan pada monyet, tapi sepertinya banyak yang melanggar karena para monyet seperti sudah terbiasa menghiba makanan dari pengunjung. Aneka burung berseliweran diatas mobil, mulai dari yang berwarna coklat, semacam perkutut, sampai burung cantik berwarna biru, yang semuanya susah difoto karena terbang dengan kecepatan tinggi ( Padaha mah gak jago aja motonya)

Hijau Sepanjang Tahun ( Evergreen)

Lalu tiba-tiba suasana menjadi hijau, dedauan tampak segar indah dibatang-batang pohon Hutan Evergreen , Alias Hutan Hijau Sepanjang Tahun. Suasananya beda sekali setelah kita memandang kekeringan di jalur sebelumnya. Amazing ! Di satu wilayah kita bisa melihat erubahan vegetasi yang amat mencolok. Berasa di Jurassic Park deh, minus dinosaurus, minus dikejar-kejar T-Rex, dsb.

Pohon sabana Bekol

Sampai akhirnya hijau-hijauan berganti coklat kekuningan lagi, dan sampailah kami ke Sabana Bekol.

Satu kata yang keluar dari bibir saya

“WOW”

Pemandangan menakjubkan, sejauh mata memandang hamparan Sabana kecoklatan. Lalu ada satu atau dua pohon muncul di lapangan yang luas banget. Nggak berasa di Indonesia deh. Berasa di Afrika. Belum pernah sih kesono, tapi kalau lihat di TV ya gitu, anggap saja latihan Safari di Afrika.


Kamipun turun untuk mengambil foto. Memang benar , suasana di luar mobil sangantlah berbeda. Dibelakang kami, Gunung Baluran berdiri tegak dengan gagah seakan memandang sabana dari atas.

Pemandangannya indah sekali, kontras sabana yang luas dan coklat, lalu Gunung Baluran yang tinggi dibingkai langit biru luas dan awan-awan cantik.

Sabana Bekol dan Gunung Baluran

Di kejauhan ada segerombolan kerbau air sedang mand lumpur. Lalu dibawah beberapa pohon, keluarga monyet sedang berteduh sambil mencari kutu. Di bawah pohon lainnya lagi ada seekor menjangan betina sedang ngadem.

Jauh dibelakang sekawanan banteng lagi lewat

Nuansanya seperti beneran di Afrika deh. Tinggal melepas Segerombolan Singa , Gajah , Cheetah, makin Afrika deh ( maaf khayalannya tinggi terkadang).


Kalau mau menginap, Pihak Taman Nasional menyediakan fasilitas menginap beberapa wisma. Ada juga musholla dan sebuah tempat peninjauan yang berada di atas bukit.


Sambil asyik menikmati pemandangan Sabana, tak sengaja terlihat sebuah papan pengumuman. Pengunjung dilarang memasuki Sabana, karena merupakan habitat Ular Kobra. Dhuarrr… Langsung saya berlari ke arah mobil. Paling gak suka sama Kobra. Mereka suka gigit dan berbisa. ( yaiyalah , hanya pawang ular dan pemain film India saja tampaknya pecinta Kobra) , tapi sejauh mata memandang tidak keliatan Kobra tuh dari tadi.


Kamipun meneruskan perjalanan, kira-kira dua tiga kilometer mengikuti jalur yang sudah ada. Jalanan masih sama, seperti sebelumnya, jelek. Lalu sampailah kami di Pantai Bama. Pantai berpasir putih yang sepi sekali. Hanya kami pengunjungnya. 



Nuansa ke Afrika-afrikaan mendadak hilang berganti dengan nuansa pantai kepulauan. Di sebelah kiri pantai ada hutan bakau atau Mangrove. 


Cuman sayang saya sempat melihat sampah plastik yang tidak sediikit. Tapi kalau dlihat dari konfigurasinya , sepertinya itu hasil dari mengumpulkan. Karena tumpukannya rapi dan siap dialihkan ke tempat lain. Sama seperti DI Bekol, disini juga disediakan penginapan. Lumayan sepertinya menginap disini.

Pantai Bama

Yuk

Bermain air sebentar , lalu perhatian tertuju ke beberapa ekor monyet yang sedang bermain di beberapa meja kayu di sekitar pantai. Lucu sekali, Tapi seperti SOP Monyet sebelumnya ,sepertinya mereka meminta makanan sama kita. Ya Sudah tinggalkan.

Dikejar monyet


Setelah beberapa lama akhirnya, diputuskan untuk kembali ke Banyuwangi, Di perjalanan pulang, kembali melewati jalanan yang bikin pantat menipis, sambil dadah-dadah sama menjangan, kerbau, pohon dan semua elemen Taman Nasional Baluran, ada perasaan hangat di dada. Begitu Indonesia itu penuh dengan kekayaan alam yang begitu istimewa. Sayang kalau kita tak sempat mengunjungi dan menikmatinya. Lain kali saya pasti bakalan balik lagi, mungkin menginap biar seru.

Meninggalkan sabana Bekol, beberapa monyet dengan antusias mengejar mobil , mereka minta makan tampaknya. Tapi kami tak berikan. Lalu di arah berlawanan ada sebuah mobil sedang berhenti, memberi makan monyet. Bikin Kesel deh, itu orang kayaknya gak bisa baca papan pengumuman dilarang kasi makan monyet. Hmm. Mungkin mereka juga ga bisa membaca papan pengumuman Sabana Habitat Kobra.

Pohon tumbang

Datang ke Taman Nasional Baluran , lumayan banget dapat banyak tempat wisata. Savanna Bekol, Pantai Bama, kalau suka dan rajin bisa naik ke Gunung Baluran, wisata Mangrove, lihat binatang, dll. Bawa anak-anak juga menyenangkan. Memberikan mereka wawasan dan pengalaman. Kalau pergi kesana sebaiknya bawa bekal. Enak juga kalau bawa bekal piknik di pantai. Cuman berhati-hati sama monyet. Suka pada iseng mereka. Dan bawalah Mobil minimal Avanza dan sejenisnya. Kalau bawa Mobil sedan kasihan bisa tergerus bagian bawahnya. 


Setelah keluar dari Taman Nasional , ada kejadian yang bikin deg-degan. Ada sebuah pohon tumbang melintang di jalan, tidak ada angin, tidak ada hujan, tumbang aja gitu. Untung kita masih diselamatkan tidak tertimpa pohon tumbang itu.

Selamat mengeklporasi Indonesia , ada begitu banyak yang ingin saya kunjungi, semoga ada rejeki dan kesempatannya.


Terpesona Rawon Bik Atik Banyuwangi

Aneka bagian daging sapi yg sudah digoreng siap disajikan

Rawon dan Nasi Pecel adalah masakan khas Jawa Timur. Catet  ya. Jawa Timur !

Rawon Kisi

Setiap kota punya ciri khas masing-masing untuk masakan ini. 

Saya sudah coba Rawon Setan, Rawon Kalkulator, Mbak Endang, sampai Rawon di Bali. Semuanya sedap.

Makanan yang kalau di Bahasa Inggriskan disebut dengan Black Soup ini memang unik. Bayangkan , dalam kuah yang hitam pekat karena Buah keluwek terdampak rasa gurih yang unik ditambah potongan daging yang empuk.

Ketika di Banyuwangi, saya pun penasaran dengan menu Rawon disini.

Kata orang sini, yang paling enak Rawon Bi Atik.

Lalu dibawalah saya ke Warung Bi Atik 1 depan Kantor Bupati Banyuwangi.

Warung Bi Atik

Bangunannya permanent seperti restoran, jadi tidak seperti warung sederhana. Ada dua macam ruangan. Ruangan Ber AC dan Non AC. Lumayan bisa jadi pilihan pengunjung.

Yang disini adalah Bik Atik 1 , sementara warung Bu Atik 2 ada di jalan Raya Banyuwangi-Situbondo , dekat Pelabuhan Ketapang.

Bik Atik menyediakan aneka masakan Jawa Timur, spesialnya aneka macam rawon, Sop Buntut, dan khusus Pagi dan siang hari : Nasi Pecel.

Menu Bi Atik

Menu rawonnya macam-macam ! Dari Rawon Biassaa sampai Rawon Gak Biasa

 ( ngarang)

Harganya menurut saya sedang sih. Ga kemahalan, ga kelurahan. Soalnya harga daging mahal pemirsah.

Di Bik Atik kita bisa customized mau rawon apa? 

Rawon pakai usus ? Bisa

Rawon Paru ? Okay !

Rawon Lidah ? Wow ! Monggo

Akhirnya daripada pusing mending aku pesan Rawon Lauk Campur. 

Masukin aja kabeh sadonyo kedalam rawon saya. Hahhaahahahhahahhaha 

( ketawa ala Shinchan di atas meja)

Saudara saya pesan Rawon Kisi. Opo iki Rek ?

Jadi rawon kisi itu pakai daging yg potongan lebih besar. Wow ! Memang besar !

Kirain rawon berisi kisi2 ujian ( yakalik)

Tak lama pesanan saya datang. Hihiew ! Hati ini gembira . Tadaaaaa Rawon Lauk Campur

Rawon Lauk Campur, Kumplit Bro

Sajian hidangan berkuah hitam dengan kecambah , aneka potongan daging, nasi dan sambal dipinggirnya. Disajikan juga Tempe Goreng sebagai asesoris Rawon.

Saya coba dulu kuahnya pemirsah !

Slurrrrpp

Wow ! Rasanya sueddep. Gurih tapi gak eneg, keluweknya kerasa banget. Lalu sambal kukucek-kucek. Tambahin perasan jeruk nipis.

Oalaaah Reek

Makin seger !!

Yang unik adalah potongan dagingnya. Saya dapat daging, usus sapi, babat, lidah dan paru. Komplit. Yang beda adalah semua daging ini digoreng !!!

Jadi bukan ikut direbus seperti seperti ditempat rawon lainnya. Jadi rasanya seru kriuk-kriuk gitu ususnya .

Sedap

Lalu saya coba Tempe Goreng nya, duh tempenya enak bener. 

Keren ( Tempe aja dibilang keren. Tapi emang enak sik)

Pas saya tanya staff nya Bik Atik ( karena saya ga nemu Bik Atik. Padahal udah teriak-teriak ” Biik ! Bik Atiiiik mana Bik”) berapa lama masaknya. Jadi daging nya direbus dari jam 10 malam sampai jam 3 Pagi. 

Lama yak. 

Biar empuk. Lalu digoreng. Siap dihidang diatas kuah rawon sesuai permintaan.

Sekali lagi , potongan daging

Untuk minum nya saya pesan Temulawak Beruap, produksi PT HAWAII ( Hawa Inti  Indonesia, Banyuwangi), bisa aja nih bikin merk. 

Rasanya ya unique banget pemirsah, Temulawak pakai soda gitu. Semriwing banget!! Meriah. Seru. Jarang-jarang nemu minuman kayak gini.

Meet Funny

Senang rasanya makan disini. Makanannya sedap , harga bersahabat, suasana bikin happy

Yuk kita cobain kuliner Nusantara, masih banyak yang belum saya coba.

#BatuHijauBootCamp dari Timur Ke Barat

​Sebuah perjalanan yang tak biasa segera dimulai.

#BatuHijauBootCamp Dari Timur Ke Barat. 

Kegiatan ini akan mengajak bootcampers melakukan kegiatan sosial di beberapa kota melalui perjalanan menggunakan kereta api, bergerak dari sebelah timur (Sumbawa Barat) menuju sebelah barat (Jakarta). 
Diprakarsai PT Newmont Nusa Tenggara, di setiap titik singgah, para bootcampers akan bergabung dengan bootcampers di daerah asal dan melaksanakan kegiatan sosial bersama di daerah tersebut.

Adapun titik singgahnya adalah :

Sumbawa Barat, Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta.

Saat tiba di Jakarta, selain melaksanakan kegiatan sosial, akan diadakan juga kegiatan futsal dengan tim dari NNT 

Batu Hijau Bootcamp: Dari Timur ke Barat dimulai dengan pelatihan “Get Your Amazing Success” di SMPN 1 Maluk, Sumbawa Barat

Sukses adalah suatu kemampuan untuk mengenal potensi diri dan mampu mengembangkan serta mengoptimalkan potensi yang ada, sehingga dapat bermanfaat untuk kepentingan orang banyak, masyarakat, dan dunia. 

Pada dasarnya setiap manusia ingin meraih sukses, namun tidak banyak yang tahu bagaimana caranya.

Sesi pelatihan Get Your Amazing Success ditujukan kepada siswa-siswi SMPN 1 Maluk yang ingin meningkatkan potensi diri dan meraih sukses luar biasa.

Metode pelatihan mencakup ceramah, simulasi, permainan (games), dan dialog interaktif 


Perjalanan berlanjut ke Surabaya dimana bootcampers akan berbagi pengalaman di Yayasan Tunas Hijau , Kampung Nelayan, Pantai Kenjeran, Surabaya

Yayasan Tunas Hijau merupakan sebuah organisasi lingkungan hidup nirlaba dengan moto “Kids and young people do actions for a better earth” yang bermarkas di Surabaya. LSM ini telah mendapatkan berbagai penghargaan, antara lain Surabaya Academy Award 2004 dalam bidang lingkungan hidup, penghargaan dari Wali Kota Surabaya pada 2003, serta Miranda Environmental Award dari Millennium Kids Australia, yang diserahkan di Perth, Australia.

Target khalayak yang disasar pada kegiatan kali ini adalah anak-anak nelayan. Bootcampers diharapkan untuk berbagi cerita dan mengedukasi mereka secara menyenangkan tentang pentingnya keseharian hidup yang berwawasan lingkungan, misalnya melalui permainan. Adapun di akhir kegiatan, akan disumbangkan sejumlah keranjang pengomposan takakura dan sebuah mini container sampah.

Selepas Surabaya, bootcampers akan berangkat ke Yogyakarta memakai Kereta Api untuk berbagi bersama Yayasan Rumah Belajar Kreatif Kaki Gunung Merapi (YRBK Kagem), Jalan Kaliurang,  Yogyakarta

YRBK Kagem merupakan sebuah lembaga nirlaba yang didirikan pada 19 Oktober 2011. Lahirnya lembaga ini didorong oleh keprihatinan terhadap berbagai permasalahan yang ada di lingkungan sekitar Kagem, terutama di Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. 

Dengan semangat berbagi kepada sesama, Kagem bersama dengan 40 relawan yang merupakan mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta bergerak dalam tiga bidang yaitu pendidikan, media, dan kesejahteraan.

Target khalayak yang akan dituju dari kegiatan ini adalah anak-anak sekitar daerah tersebut. Menurut informasi yang dihimpun, kebanyakan orangtua dari mereka berprofesi sebagai buruh. Bootcampers diharapkan untuk berbagi inspirasi mengenai cita-cita dan profesi dengan metode yang menyenangkan sesuai keahlian Bootcampers. Adapun di akhir kegiatan, akan disumbangkan buku-buku bacaan, papan tulis, meja belajar, dan alat pendukung pengajaran lainnya.

Lalu perjalanan mengarah ke Jakarta, tepatnya ke Yayasan AirPutih Jagakarsa, Jakarta Selatan

AirPutih merupakan lembaga yang mendorong masyarakat agar melek teknologi informasi (TI) dan menjadikannya alat untuk mewujudkan sebuah masyarakat yang kuat di Indonesia. Langkah AirPutih untuk mewujudkan hal itu, antara lain dengan meningkatkan kemampuan dan pemahaman masyarakat terhadap TI. 
Tak hanya itu, open source sebagai kunci pembukaan akses TI yang murah dan mudah juga menjadi lahan yang terus digarap oleh AirPutih.

Target khalayak yang ingin disasar dari kegiatan ini adalah anak-anak Yayasan Benih Kebajikan Nusantara Al Hasyim sejumlah 10 orang. Bootcampers diharapkan dapat memfasilitasi kegiatan pelatihan dan sosialisasi pemanfaatan internet sehat yaitu untuk memberikan pemahaman bagi anak-anak panti asuhan tentang keuntungan dari pengunaan internet secara sehat. Adapun di akhir kegiatan, akan disumbangkan sebuah komputer.

   

Inti dari seluruh kegiatan sosial yang akan kita lakukan adalah berbagi inspirasi dan pengalaman dengan adik-adik di berbagai daerah. Menyebarkan manfaat dan pengalaman para bootcampers yang memiliki latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang beragam.

Semoga perjalanan ini lancar dan menyenangkan, dan memberikan manfaat maksimal bagi semua yang terlibat

My Trip to Pantai Tambakrejo Blitar , Jawa Timur

Perjalanan ini sebenernya sudah agak lama, setahun yang lalu. Ngendon di draft, tapi tak mengapa yang penting kenangannya masih segar menempel di kepala. #dasarbloggerpemalastapirajinjalanjalan

Tempat setahun yang lalu saat #AipTrip goes to Java , saya sempat melakukan road trip ke Jogjakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dan dalam kesempatan itu sempat mampir ke Blitar. Pas disana baper lalu rindu pantai. Setelah googling menggoggling, saya baru tahu kalau di Blitar juga ada Pantai. Tahunya ke Blitar ada makam Presiden pertama kita Soekarno. Makanya diputuskanlah pergi ke Pantai Tambakrejo.

Berbekal GPS dan pengetahuan minim soal Blitar plus Tanya sana sini, mengarahlah kendaraan saya ke arah Selatan , kira-kira sejam ke daerah Kademangan. Yang menakjubkan perjalanan cukup naik turun melewati perbukitan yang cukup cantik. Agak nyesel rasanya gak turun dan foto-foto.

Sampai akhirnya bau laut tercium di udara. Ah pantai sudah dekat.

Lalu terlihatlah pemandangan biru-biru kesayangan. Pantai.

Pantai Tambakrejo modelnya hampir mirip seperti banyak pantai di pulau Jawa. Dekat dengan pemukiman dan tempat jualan.

Tapi suasananya cukup sepi. Mungkin karena saya saya datang di hari Selasa. Kalau weekend katanya cukup ramai juga.

Setelah parkir langsung berlarian ke pinggir pantai.
Garis pantainya panjang sekali. Pasirnya coklat gelap dan cukup bersih.

Air lautnya bersih dan dipinggir Pantai Tambakrejo masih banyak biota laut yang hidup

Karena sepi, enak sekali jalan-jalan disini, sampai tetiba ada dua orang pemuda main motor-motoran. Mereka bawa motor trail sampai ke laut. Lalu mesinnya mati. Entah maksudnya apa ? 

Yang seru disana ada banyak batuan dan Karang yang kalau surut bisa jadi aquarium gratis. Ada banyak biota laut terperangkap dalam kolam-kolam kecil tenang. Mulai dari aneka macam ikan , bintang laut sampai keriting ada. Dilihat saja ya, jangan dipanggil. Apalagi dibawa pulang. Kasihan.

Lama juga saya menikmati keindahan Pantai Tambakrejo mau nyoba ngukur panjang pantai.

Sepulang dari sana dekat saja dari Pantai ada penjualan ikan asap. Aromanya sudah menggoda sejak di pantai tadi . Di kios-kios selain dijual ikan segar juga dijual aneka ikan yang sudah diasap. Baunya enak banget. Potongan ikan tuna dijepit potongan Bambu lalu dipanggang diatas bara api. Ada juga ikan utuh yang dipanggang.

Harganya murah tergantung besar potongan ikan nya. Rp. 5000 sudah dapat sepotong besar. Rasanya sedap sekali. 

Ikan segar dengan daging yang tebal dengan aroma asap yang indah.
Ikan ini bisa dijadikan oleh-oleh. Tapi jangan lama-lama disimpan karena bukannya segar, paling hanya kuat dua hari 

Itulah sekolah perjalanan ke Pantai Tambakrejo, Blitar. Indonesia adalah negeri yang kaya. Ayok kita jelajahi supaya kita kaya akan pengalaman dan wawasan, tapi ingat jangan merusak lingkungannya.