Budaya Sunda dalam Goresan Batik Salem Brebes

Batik Salem

Dalam #Aiptrip ke Brebes, kami mengunjungi Kecamatan Salem untuk melihat langsung pembuatan Batik.Salem adalah nama yang cukup unik di Jawa Tengah. Yang lebih unik lagi, banyak orang di Kecamatan Salem berbahasa Sunda. Di Jawa Tengah. Unik juga ya. 

Dan kata Wikipedia, Mereka adalah penduduk asli daerah Salem. Bukan transmigrasi, bedol desa atau semacamnya. Mari kita baca dulu…

​Kecamatan Salem merupakan salah satu bagian dari wilayah Kabupaten Brebes, Provinsi  Jawa Tengah, terletak di bagian Selatan paling barat dari wilayah Kabupaten Brebes 

Batas-batas wilayah Kecamatan Salem meliputi Kecamatan Banjarharjo di sebelah Utara, Kecamatan Bantarkawung di sebelah Timur, Kabupaten Cilacap  di sebelah  Selatan, serta Kabupaten Kuningan ( Provinsi Jawa Barat ) di sebelah Barat.

Semua penduduk Kecamatan Salem berbahasa dan berkebudayaan Sunda sejak berabad-abad yang lampau, sehingga mereka adalah penduduk asli di daerah ini. Pada masa lampau, daerah Salem termasuk dalam wilayah Kerajaan Galuh dan Kerajaan Pajajaran. Ada sementara cerita lisan yang mengatakan bahwa penduduk Salem ada keterkaitan dengan Kejadian Perang Bubat zaman Majapahit. 

Setelah Perang Bubat, ternyata tidak seluruh punggawa/pengawal/rakyat Pajajaran mati terbunuh, dan kembali ke Jawa Barat. Ada sisa-sisa punggawa tersebut menetap diwilayah kecamatan Salem. Peninggalan penduduk pertama tersebut, sebagian dapat dilihat di situs Gunung Sagara (Lautan). Pada abad ke-19 ditemukan naskah lontar tua di situs Gunung Sagara yang menggunakan Bahasa Sunda kuna.Naskah ini dibawa bupati Brebes RAA. Tjandranegara dan diserahkan kepada seorang ahli bahasa KF. Holle untuk kemudian disimpan di Batavia. Paling tidak ada dua naskah Sunda yang terkenal, yaitu Sewaka Darma dari Kabuyutan Ciburuy, Garut dan Carita Ratu Pakuan, yang menyebutkan sendiri bahwa (isi) naskahnya berasal dari (dan hasil bertapa dari) Gunung Kumbang (1218). 

Gunung Kumbang masa lampau mungkin adalah sebuah tempat lemah dewasasana, kabuyutan, dan tempat bagi para intelektual masa kerajaan Sunda. Mungkin di sini termasuk pula Gunung Sagara, di mana Gunung Sagara terletak di lereng selatan Gunung Kumbang tersebut.Daerah Sunda di daerah Salem dan sekitarnya mempunyai perbedaan kebiasaan dengan daerah Sunda lainnya (Priangan, Banten, Karawang, dsb). Perbedaan tersebut terutama dapat dilihat dalam hal adat budaya, bahasa, detail bentuk-bentuk kesenian

Daerah Salem bentuknya seperti mangkok , dikelilingi oleh pegunungan. Pastinya memiliki banyak pemandangan indah. Sepanjang jalan kita disuguhi hijaunya sawah , pepohonan lebat yang mengademkan mata.

Memasuki kecamatan Salem, dimulai dari daerah Bandungsari, saya tidak merasa sedang berada di Jawa Tengah. Tapi merasa ada di Jawa Barat. Bahasa penduduk, aneka Spanduk sampai lagu-lagu di acara kawinan bernuansa Sunda. Lalu berasa di Cianjur. Hahahaha.
Yang menarik, penduduk Desa Bentar Sari Salem memiliki keahlian membatik yang berbeda dengan tempat lainnya. Disini ada beberapa pembatik yang memproduksi Batik khas Salem.

Kami sempat mengunjungi seorang pembatik bernama Ibu Tarkinah. Berjumpa Ibu Tarkinah, pembatik Bentar Sari , ini sangat menyenangkan. Beliau sangatlah ramah Dan bersemangat. Saat menerima kami, tangannya masih berlumur malam yang dipakai saat membatik. 

Ibu Tarkiyah yang periang

Kami dipersilakan melihat proses pembuatan batik tulis di rumahnya yang sederhana. Ibu Tarkinah sudah 30 Tahun membatik dan menurunkan keahliannya kepada Dewi putrinya.

Dewi, Ibu Tarkinah, @miss_nidy

Dengan Bahasa Indonesia berlogat Sunda dengan semangat beliau menjelaskan cara membatik di Salem kepada kami.

Dimulai dari membuat pola di Kain Mori dengan pensil. Konsumen bisa memesan motif sesuai dengan keinginan. Karena Ibu Tarkinah cukup kreatif untuk membuat motif sendiri. Walaupun punya motif-motif khas Salem dan secara konsisten memproduksinya.

Kertas buat membuat pola motif
Setelah itu menggunakan canting, motif di trace menggunakan malam atau Lilin panas.
Dewi sedang membatik

Lalu diwarnai. Batik disini diwarnai dengan pewarna alam seperti Daun Jambu,  Daun mangga, kulit mahoni , kulit jengkol dll. Tapi untuk warna tertentu, seperti biru masih memakai pewarna buatan. Proses pewarnaan bisa berlangsung beberapa kali untuk mendapatkan warna yang diinginkan.

Mewarnai

Setelah itu malam dari Batik dihilangkan. Saya lupa nama prosesnya. Tapi ini yang membuat tangan Ibu Tarkinah merah-merah karena sedang mengerjakan Batik merah ini.

Batik Salem punya motif sendiri seperti gambar bebek yg merepresentasikan Brebes, S untuk Salem, dan Kopi untuk tanaman yang banyak ditanam di sekitar Salem.

Motif Salem dengan pewarnaan kulit mahony

Kain Batik produksi Ibu Tarkinah diminati banyak orang. Terutama dari Jakarta. Dengan kemajuan teknologi, Ibu bisa berkomunikasi dengan konsumen nya via telepon atau Aplikasi WhatsApp. Jadi tidak repot bolak-balik ke Salem. 

Kalau mau pesan langsung hubungi Bu Tarkinah , alamat beliau di

Desa bentar rt4/4 kec Salem kab Brebes jawa tengah

Jalan gancib sebelah utara pasar bentar

085225113287 ( langsung Bu Tarkinah)

WhatsApp: 083844336231 dgn mba dewi


Pekerjaan Ibu Tarkinah dibina oleh Badan Ekonomi Kreatif melalui program Inovatif Dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara ( IKKON) 2016 yang dilaksanakan di lima daerah yaitu Sawahlunto ( tenun) , Lampung ( Tapis) , Brebes ( Batik)  , Rembang ( Batik) dan Ngada , Flores ( Tenun). Tujuan program ini untuk pengembangan kapasitas SDM Kreatif untuk mempercepat peningkatan kualitas produk kreatif. 

Siapa sangka di Jawa Tengah ada kebudayaan Sunda yang kental nan punya Batik yang khas ? 

Keren banget kan. Baru tau saya juga. 

Indonesia adalah negara yang punya kekayaan Alam dan juga budaya. Indonesia penuh keunikan dan ciri khas. Kadang kita harus jalan-jalan dan melihat lebih dekat untuk melihatnya.

Jalan-jalan yuk , dan dukung selalu produk dalam Negeri sendiri. 

Advertisements

Bawang Brebes, Sebuah Perjalanan Panjang 

Bawang Brebes

Bawang Merah adalah satu bumbu dapur utama yang harus ada di setiap dapur orang Indonesia. 

Hampir setiap masakan Indonesia menggunakan Bawang merah.  Dari masakan Aceh, Bali , Menado sampai Ambon semua memakai bumbu Bawang. Dari Ayam Tangkap, Ayam Betutu , Ikan Dabu-Dabu, semuanya menggunakan Bawang merah. Kayaknya ada yang kurang kalau masak nggak pakai Bawang. Atau makan Bakso gak pakai Bawang Goreng. Kurang lengkap kan ?

Selain digunakan sebagai bumbu, Bawang merah juga dipakai sebagai obat tradisional , karena kandungan Minyak Atsiri dalam air umbi Bawang merah ampuh untuk menurunkan panas, meningkatkan enzim pencernaan dll.

Beruntung dalam #Aiptrip kemarin saya berkesempatan melihat proses penanaman Bawang merah di Sentra Bawang Merah Indonesia, Brebes.

Kalau lewat wilayah Brebes, baik menggunakan Mobil atau Kereta Api, hamparan hijau Kebun Bawang adalah pemandangan utama yang menarik.

Ternyata kalau melihat lebih dekat lebih menarik lagi. Ternyata perjalanan Bawang dari petani ke meja makan Kita begitu panjang. 

Mengunjungi Brebes, mengeksplor daerahnya , membuat saya bisa merasakan betapa Bawang Merah sangatlah penting buat orang Brebes. 

Bawang adalah kehidupan. Bawang menjadi kebanggaan warganya.

 

Monumen Bawang Brebes depan Masjid Agung. Foto dari petouring.net

Dari simbol-simbol, tugu, Monumen sampai jadi slogan pilkada. Ada salah satu capil yang mengusung slogan “Coblos Bawangnya” di gambar beliau. Tentu tidak bisa saya tampilkan disini fotonya. Nanti disangka pendukung lagi. Hehehe.

Kami berkunjung ke Desa Slatri untuk melihat proses penanaman Bawang Merah. Kami berjalan melewati rumah-rumah penduduk,  menyusuri pematang Sawah untuk sampai ke lahan yang akan ditanami Bawang. 

Bena, Arief, Ghana, Dzikri Menyusuri sawah menuju lahan Bawang. Photo by Fajar

Sebenarnya sekarang masyarakat sedang menunggu padi matang, tapi sebagian lagi memutuskan untuk menanam Bawang. 

Menanam Bawang ada musimnya. Tapi ada juga petani Bawang yang Ngelereng alias mengambil resiko menanam Bawang di kala petani lain menanam padi. Karena hasil menanam bawang lebih besar dibandingkan menanam padi.

Benih Bawang siap tanam

Menanam Bawang ada aturannya. Dibuat jalur2nya. Supaya rapi dan pertumbuhan nya maksimal.

Ibu Petani Bawang sedang beraksi

diatur setiap umbi ditanam tiap 4 cm, dan tidak semua dikubur karena takut busuk atau sulit berkembang.

Proses penanaman bawang. Abaikan penampakan sepatu

Satu hal yang menarik saat menanam Bawang Merah Brebes adalah penanam Bawang Brebes diutamakan adalah perempuan, karena disinyalir perempuan lebih rapi dan tertib dalam menanam. Hal ini yang membuat saya ga jadi ikutan menanam Bawang untuk menghormati tradisi.

Lalu lelakinya pada kemana?  yang laki-laki macul. Hahaha

Apakah Aip macul ? Tentu tidak #ketawamanja

Di kiri lahan Bawang, dikanan Sawah

Back to Bawang

Cara menanam bawang , tidak dikubur semua

Pertumbuhan tanaman diperhatikan , disiram dan disiangi dari gulma atau tanaman lain yang mengganggu Bawang. Selain itu diberi pupuk dan juga disemprot pestisida apabila ada hama. 

Bawang Brebes yang banyak ditanam jenisnya Bima. Bawang unggul ini bisa dipanen dlm waktu 60 hari saja.

Panen Bawang Brebes

Cepat juga ya. Tapi prosesnya tidak selesai sampai disitu. Bawang masih harus dikeringkan sebelum dijual. Dari Bawang yang dikeringkan tidak semua dijual. Ada sebagian disimpan petani untuk dijadikan sebagai bibit untuk penanaman selanjutnya. 

Proses pengeringan bawang

Sebagai gambaran dari setengah hektar bisa dipanen 8 ton.Lalu dikeringkan selama 10 hari dan beratnya menyusut sampai 5 ton.
Lalu Bawang dikirim ke pasar-pasar Induk , seperti Pasar Kramat Kati di Jakarta , dan berbagai daerah lain untuk kemudian dijual kepada konsumen.

Tapi saat harga Bawang naik, ada juga penampung yang berani mengambil Bawang basah yang belum dikeringkan.

Menurut Bapak Nuriddin, tokoh masyarakat Slatri, Bawang Brebes Unggul secara aroma dan bobot karena lokasi strategis Brebes . Karena hanya disana ada Angin Kumbang dari Gunung Kumbang yang datang berhembus sekali setahun di bulan Juli – September ke arah lahan Bawang di Brebes. Angin ini bagus buat pertumbuhan dan bobot bawang. Hembusannya Kencang dan dingin. Juga mengurangi hama kupu2 yang menyerang Bawang.

Arief dan Idfi foto dulu sama Bawang dan Ibu Petani

Bawang Brebes memang unggul. Setiap umbinya gemuk dan beratnya lumayan. Pantas jadi komoditi unggulan kebanggaan masyarakat Brebes.

#Aiptrip kali ini membuat saya lebih mengerti dan mengapresiasi Bawang Merah kebanggaan Brebes. Begitu panjang perjalanannya. Dari petani sampai ke meja makan Kita. 

Hidup Bawang !!!

Telor Asin Brebes , Cemilan Enak Bikin Gemes

Terus terang selama ini saya tidak begitu paham proses pembuatan Telur Asin. Teman makan rawon ini selalu setia hadir bertumpuk di piring di meja warung rawon di samping mangkok sambal dan jeruk nipis.

Tapi sedap juga kalau dicampurkan kerupuk putih dan nasi panas. Wow Sedap !

Tapi saat #Aiptrip ke Brebes , kami sempat mampir ke Toko HTM Jaya yang selain menjual juga memproduksi Telur Asin. Toko ini ada di jalur Pantura yang ramai dilalui kendaraan besar.

Disana dijual aneka cemilan khas produksi Brebes dan daerah sekitar nya. Tapi bintang utamanya adalah TELUR ASIN !

Sekarang selain Telur Asin biasa ada juga Telur Asin Bakar dan Telur Asin Asap.

Ditemani Pak Komaruddin , pemilik generasi ke 2 penjual Telur asin HTM Jaya, kami diperagakan melihat Proses pembuatan Telur Asin di sebuah bangunan beberapa rumah dibelakang Toko.

Suasana makin dramatis dengan turunnya hujan yang deras. Sehingga kamipun masuk ke dalam Pabrik Telur Asin. ( Teteup kudu ada dramanya)

Suasana di dalam Pabrik yang seperti rumah itu agak gelap. Diterangi Lampu seadanya. Saya Lupa nanya apakah penerangan berpengaruh terhadap kualitas Telur. 

Ada dua orang pekerja yang sedang melapisi Telur Asin yang langsung dikerubuti para blogger untuk ditanya-tanya.

Langsung ditanya-tanya

Proses pembuatan Telur Asin dimulai dari pengiriman Telur Bebek segar yang dipanen setiap hari dari peternak setempat. 

Kami sempat main ke Peternakan Bebek Pak Abdillah. Disana , bebek dikandangkan dalam kandang-kandang yang cukup luas. Setiap ekor bebek bisa bertelur setiap hari mulai dari umur 6 bulan sampai dengan umur 2 tahun. Setelah itu para bebek pensiun.

Hai Bebek

Lalu bebek akan diselimuti oleh bahan campuran khusus berupa sekam, semen bata merah dan garam Kristal khusus produksi Dusun Pandansari.

Sekam

Sekam adalah sisa padi yang dibakar sehingga menyerupai Abu gosok.

Semen Batu Bata

Semen Bata merah terbuat dari bata merah yang dihancurkan sehingga halus menyerupai semen. 
Garam yang dipakai berbeda karena garamnya  hasil rebusan khusus yang terkristalisasi dari Dusun Pandansari , Kaliwingi, tempat Hutan Mangrove.

Garam Rebus

Sekam, semen bata merah dan garam laut dicampurkan menjadi sebuah adonan. 

Dengan cekatan dua pegawai menyelimuti telur-telur Bebek dengan adonan itu.

Gerakan tangannya cepat sekali. Tiap harinya seorang pegawai bisa mengasinkan 1500 Telur. Ga pegel ya ?

Udah biasa kayaknya. 

Saya ngeliatnya aja pegel. Hahaha

Setelah diselimuti dengan sekam, semen bata merah dan garam laut. Telur-telur itu dikumpulkan di dalam keranjang dan disimpan dalam ruangan khusus.

Lalu telur-telur itu akan didiamkan berselimut adonan khusus dalam ruangan itu selamat 15-20 hari. Kelebihan adonan disini, efek yang ditimbulkan adalah Sifat telur yang Masir. Asinnya pas dan teksturnya bagus. Ada beberapa perajin lain melapisi Telur Asin dengan lumpur sehingga kualitasnya kurang baik. 
Setelah 20 Hari, Telur Asin siap dibersihkan untuk diproses selanjutnya. 

Ada juga telur yang dibeli usia 10 hari untuk dipepes. Atau jadi bahan masakan berbumbu seperti Udang Telur Asin. 


Setelah adonan dibersihkan , Telur lalu direbus sampai matang. lalu Telur didinginkan, siap dijual kepada pemirsah

 Telur ini tahan 7-10 hari atau sebulan apabila di kulkas. Di HTM Jaya, sebutir Telur Asin dijual seharga Rp. 4000,-.  

Rasanya enak, Masir dan sedap dicampurkan dengan nasi panas. Saya paling suka bagian kuning telurnyaa !

Rawon mana Rawoon ?? 

Pasangan cocok buat telur Asin. 

Ternyata tidak mudah membuat Telur Asin. Kita mesti apresiasi proses pembuatannya.

Indonesia memang negara yang kaya akan kreatifitas dalam segala bidang.

Yuk Kita jelajahi Negeri ini. Masih banyak tempat menarik yang harus dilkunjungi.

Ada Apa Dengan Brebes ? My Trip to Brebes, Jawa Tengah

Beberapa minggu yang lalu diajakin beberapa teman untuk main ke Brebes.

Langsung kepikiran. “Ngapain? Mau beli Telur Asin ? Bawang ? Di pasar juga banyak kali ! ”

Tapi teman yang ngajakin berinisial VO dan IP ngasi tau kalau Brebes gak cuma Telur Asin dan Bawang Merah saja. Kalimat kuncinya adalah A Different Taste of Java

“Masak sih?” #tetepbanyakpertanyaan

Lalu Googling.

Lalu Packing.

Gak banyak ngomong.  Hahhaa. Setelah semalaman kurang tidur, bergegas saya ke Stasiun Gambir

Akhirnya berangkatlah Kami bersebelas ke Cirebon naik Kereta Api Argo Muria jurusan Semarang Tawang Pagi jam 7 dari Stasiun Gambir

Mau kemana kita ?

Perjalanan Jakarta – Cirebon ditempuh dalam jarak 2 jam 30 menitan. 

Di perjalanan kita disuguhi pemandangan sawah dan rumah penduduk. Adem deh.

Pemandangannya indah dan hijau

Tak terasa akhirnya sampailah kami di Cirebon. 

Cepet juga ya. Untung gak tidur. Kalau ketiduran, bablas sampailah Semarang. Bhayyy..
Langsung kita dijemput. Tapi sebelumnya foto dulu depan Stasiun Cirebon

Blogger goes to Brebes , Vika, Idfi, Ghana, Dian, Rizka, Tracy, Dzikri

Perjalanan dilanjutkan ke Brebes, kira-kira satu jam dari Cirebon.

Memasuki wilayah Brebes , Kita langsung makan siang istimewa dengan suguhan Sate Kambing Muda , sedap sekali ! Review nya bisa dibaca di Sate Kambing Muda Brebes

Lalu kita mengunjungi para petani Bawang Brebes. Bawang adalah kebanggaan orang Brebes. Kehadirannya sangat penting dalam kehidupan orang sana. Kami melihat cara menanam Bawang dan juga mendengarkan cerita orang disana soal Bawang. 

Bawang Brebes

Kita juga sempat melihat proses pembuatan Telur Asin yang ternyata tidak mudah. Ada beberapa proses yang harus dilakukan. Dan tidak sebentar ternyata untuk mendapatkan Telur Asin kualitas terbaik. 

Proses Pengasinan

Dan darimana datangnya teluur ??

Yak ! Dari Ayam kalau Telur Ayam. Kalau dari Bebek, ya Telur bebek.

Krik….Krik… Krik 

Mending baca tulisan soal Telur Asin Brebes langsung deh

Hai Bebek

Kita menyempatkan menemui para bebek petelur di kandangnya. Kasian mereka tidak boleh keluar. Dan Kita tidak boleh mengganggu karena bisa bikin stress sehingga bebek tidak mau bertelur. 

Ternyata Brebes, selain Bawang dan Telur Asin memiliki potensi wisata yang banyak sekali. 

Ada wisata Mangrove di Dusun Pandansari, Kaliwingi , Brebes. Ada cerita sedih yang berubah jadi kisah sukses. Dusun ini dulu hampir tenggelam karena abrasi air laut yang diakibatkan penebangan Hutan Mangrove dan juga pembuatan tambak yang berlebihan. 

Ini tadinya daratan lho. Karena abrasi jadi perairan

Seiring dengan berjalannya waktu Alam semakin Rusak. Air laut semakin dalam masuk ke darat. Penduduk pun hampir mengungsi. 
Tapi berkat ketekunan Pak Rusjan, mantan Kepala Desa menanam Mangrove, dan giat mengajak warga menanam Mangrove, kawasan ini bangkit kembali. Perlahan 200 hektar menjadi Hutan Mangrove lebat kembali. Selain menahan abrasi, juga bisa jadi rumah ikan. Sehingga keseimbangan Alam perlahan membaik. Malah menjadi daerah pariwisata. 

Mangrove di Pandansari

Kita juga sempat melihat proses pembuatan Batik khas Salem Brebes. Berbahan dasar Kain Mori, kebanyakan kainnya diwarnai dengan pewarna alami.

Brebes juga memiliki beberapa tempat wisata baru yang bakal menjadi tujuan wisata hits dan instagramable

Ada Panenjoan Salem , sebuah tempat dengan pemandangan yang keren banget. Dikelilingi Hutan Pinus, banyak tempat foto yang keren. Sayang agak mendung tapi tetep keren kok. 

Panenjoan Salem baru dibuka optimal bulan September 2016, dan mulai menarik perhatian wisatawan. Disana disediakan aneka platform buat foto-foto. 

Kalau suka bermain air, Jangan sampai ketinggalan main Body Rafting di Ranto Canyon. Kita bisa ber body rafting dengan jalur sepanjang 750 meter. Sayang cuaca tidak memungkinkan kita buat body rafting kemaren.

Kalau ingin tempat komplit permainannya, coba ke Kalibaya. 

Disana ada aneka macam fasilitas kegiatan seperti berkuda, ATV, Motor Trail, Motor Trail, ayunan Angkasa, flying fox sampai aneka tempat bermain anak. Disana kita bisa melihat Waduk Malahayu dari kejauhan.

Tempat ini sangat menarik dengan segala kelebihannya. Pemandangan indah, udara segar dan perasaan gembira saat berada disana.

Yang membanggakan adalah kebanyakan dari tempat wisata ini dimulai dari masyarakat sendiri. Mereka berinisiatif memajukan tempat wisata masing-masing. Mereka juga mengelola sendiri dengan segala keterbatasannya. Salut untuk Brebes dengan Semangatnya.

Ayo Kita jalan-jalan keliling Indonesia. Masih banyak tempat keren yang bisa kita kunjungi.

#AipTrip2016

Sepanjang 2016, saya bersyukur bisa melakukan beberapa kali #AipTrip, lebih sering dari tahun 2015 !!

Tahun 2016 ini saya mendapatkan banyak kesempatan menarik untuk bepergian yang tentu saja diberi hastag #aiptrip ke berbagai daerah di Indonesia. 

Satu hal yang saya pelajari dan perbaikan di 2016 adalah menuliskan semua perjalanan saya dalam blog supaya terdokumentasikan dengan baik. Jangan lupa pasang foto yang bagus dan menarik supaya lebih enak dibaca. Sebelumnya malas sekali update Blog. Tapi ternyata selain bisa jadi journal pribadi, blogging bisa membawa saya ke beberapa tempat dan kesempatan yang tak terbayangkan sebelumnya. Masih banyak yang perlu diperbaiki, Tapi grafiknya naik lah.

Keep up your blog people !

Dimulai dari Awal Tahun, #AipTrip Berbuka dengan kepergian saya ke Kota Garut, tempat saya bertumbuh kembang dahulu, saat masih kanak-kanak. Setelah beberapa hari sebelumnya ngos-ngosan mendaki Gunung Galunggung , trip kali ini ke Garut terasa begitu berarti, karena bisa mengunjungi sekolah saya dulu. Sayang masih pada libur , jadi tidak bisa berjumpa dengan para Guru zaman saya sekolah dulu. 

TK saya dulu

Saya juga berkesempatan belanja di outlet Chocodot yang menjual aneka Rupa Coklat unggulan produksi asli Kota Garut. Bentuk usaha kreatif daerah yang keren sekali.

Di bulan January juga saya mengikuti lomba Menulis Blog yang diselenggarakan oleh PT Newmont Nusa Tenggara bekerjasama dengan Metro TV. Alhamdulillah saya terpilih menjadi 20 orang terbaik yang karya tulisnya dinilai bagus dan akan berangkat untuk belajar dan hidup di Tambang site PT NNT di Batu Hijau, Sumbawa Barat. Peristiwa | Inilah 20 Pemenang Peserta Newmont Bootcamp 2016

February

Menghabiskan 9 hari di Sumbawa Barat merupakan pengalaman yang mengayakan pengalaman saya. Selain belajar soal proses produksi konsentrat Tembaga yang lebih ramah pada lingkungan. Bagaimana usaha mereka supaya lingkungan terjaga patut diacungi jempol. Pengelolaan air terdampak tambang yang diolah sedemikian rupa supaya tidak berdampak pada air Alam, Dan bisa dipakai lagi dengan sistem pengairan yang masif , lalu program pengembalian fungsi lahan bekas tambang menjadi Hutan kembali yang terus berlanjut, dan beberapa sudah sukses menjadi hutan lagi. Dan tentunya evaluasi kondisi lingkungan dengan cara-cara ilmiah, supaya tetap terkontrol sehingga mendapatkan sertifikasi nilai tinggi dari pemerintah. 

Selain itu kita juga bisa mengalami kehidupan ala pekerjaan tambang yang tidak seseram yang saya kira. Bisa berjumpa dengan masyarakat sekitar tambang, berinteraksi untuk mengetik kondisi mereka dan dampak tinggal di wilayah lingkih tambang dan juga melihat keindahan alam Sumbawa Barat yang tetap lestari walau ada kegiatan penambangan. Benar-benar perjalanan yang merubah persepsi saya terhadap tambang, dan membuat standard saya terhadap tambang lebih tinggi. 

Mine Site Batu Hijau
Pose di Haul Truck

Silakan baca beberapa tulisan saya selama mengikuti program #newmontbootcamp

Batu Hijau , Permata Sumber Kehidupan

perkara makan di tambang

Pembuktian si Orang Curiga

Pengalaman Hampir Menjungkalkan Truk Raksasa

Desa Kertasari

Keindahan Pantai Sumbawa Barat

Pada Bulan Maret

 #Aiptrip ke Ujung Genteng. Perjalanan cukup lama dengan membawa Mobil sendiri. Perjalanannya 8 jam dari Jakarta !!!

Tapi sepadan dengan pemandangan alam Ujung Genteng, bisa melepas tukik , mencoba aneka seafood enak dan juga perjalanan penuh nuansa hijau hutan dan pepohonan favorit saya.

Silakan dibaca #aiptrip ke Ujung Genteng

Di bulan Maret juga sempet mampir mengunjungi Rumah Anyo, tempat singgah anak-anak pengidap kanker. Dimana mereka masih bisa Ceria Dan menjadi anak-anak walau sakit berat. Mereka sangat inspiratif dan jarang mengeluh. Tetap kuat walau tidak sehat. Baca kisahnya yang mengharukan di postingan

ketemu anak-anak Anyo

Bulan April 

Ternyata setelah membaca tulisan dan memperhatikan aktivitas social media selama #newmontbootcamp , saya dan beberapa alumni #newmontbootcamp terpilih kembali untuk melihat langsung tambang yang sudah ditutup dan dalam proses menjadi Kebun Raya. Sebuah perjalanan yang agak kontroversial, karena kami pergi ke Teluk Buyat, di Minahasa Tenggara yang tempat bikin geger beberapa tahun yang lalu. 

Perlu Jip khusus untuk bisa datang ke bekas tambang, karena sudah berubah jadi hutan
Kapan lagi naik mobil berdiri. Ini masih di jalan penduduk , menuju bekas lahan tambang

Lewat Menado, kami pergi ke campsite PT Newmont Minahasa Raya di Pantai Lakban. Lalu pergi melihat bekas lahan penambangan PT Newmont Minahasa Raya.  

Disana kami takjub melihat hutan lebat yang berdiri di atas bekas lahan tambang. Aneka pepohonan tumbuh subur , rapat bagai hutan belantara. 

Sempet bingung penasaran tambang ya sebelah mana. Gak keliatan karena sudah jadi hutan.  Pemandangannya sangat indah. Tahun 2017 ini rencananya akan diserahterimakan pada pemerintah setempat dan menjadi Kebun Raya.

Bekas tambang Emas dilihat dari Look Point
Bukit Harapan yang ada diantara Teluk Buyat dan Ratatotok

Kita juga diajak melihat situasi laut dan juga bertemu dengan penduduk setempat untuk melihat efek Pencemaran yang “katanya” terjadi disana. 

Tidak terlihat tuh efek Pencemaran Berat di Laut. Semuanya normal, sehat dan indah. Sempet juga mencicipi Ikan tangkapan di Teluk Buyat. Aku baik-baik saja setelah mengkonsumsinya.

Para nelayan bisa memanen ikan lebih banyak dari masa lalu, karena ada projek budidaya Karang untuk meningkatkan kualitas biota laut. Kita juga sempet mampir ke danau Linow dan melihat kota Menado.

Baca tulisannya di

Berani Makan Ikan di Buyat ?

mau apa ke Teluk Buyat?

Bubur Tinutuan 

Baca #Aiptrip ke danau Linow yg Huwow

Bulan Mei

Di bulan kelahiran saya #Aiptrip berangkat ke daerah Banjar untuk menyusuri Jalur Lintas Selatan   lewat Pangandaran dan pantai-pantai indahnya sampai Cipatujah. Makan sea food dan pergi ke Tasikmalaya

Silakan dibaca road trip ke Pangandaran dan Pantai Jalur Selatan

Di bulan ini sempet juga jalan-jalan ke tempat selfie hits di Bandung #Aiptrip ke The Lodge Maribaya

#Aiptrip goes to Singapore, untuk lebih mengenal daerah Little india dan sekitarnya.     

Bulan Juni

#Aiptrip Goes to BSD buat Wisata Kuliner ! Siapa sangka disana banyak tempat makan enak dan variasi yang menggiurkan ! 

Baca #Aiptrip my Trip to BSD

Juli

#AipTrip goes to Monas ! Sebuah perjalanan pencarian Pokemon yang berubah menjadi perjalanan mengapresiasi Monument kebanggaan Indonesia. Mengekspresikan kembali fasilitas Monas yang makin rapi dan cantik

Baca #aiptrip ke monas 

Agustus

#Aiptrip ikut dalam #BatuHijauBootCamp , sebuah program berkonsep charity yang diprakarsai PT Newmont Nusa Tenggara yang dalam proses menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara. 

Perjalanan dimulai dari Sumbawa, lalu ke Surabaya melakukan kegiatan charity dan advokasi buat anak-anak kurang mampu. Kita dibagi menjadi Dua Group  Barat dan Timur. Group Timur mulai dari Sumbawa , sementara Group Barat baru bergabung di Jogjakarta , dimana kita datang ke Komunitas Kagem, untuk berjumpa dan bermain dengan anak-anak yg belajar disana. Program ini juga diselipi dengan jalan-jalan ke Gumuk Pasir Parangkusumo, Museum Ullen Sentalu. Wisata Kuliner Jogja yang mempesona lidah saya. 

Lalu kita naik kereta Api beramai-ramai ke Jakarta untuk datang ke Yayasan Benih Kebajikan AL Hasyim di Jagakarsa, dimana bootcampers mengajari anak-anak belajar komputer dan menyerahkan bantuan sebuah komputer baru untuk dipakai belajar.

Diakhiri dengan acara ramah tamah di Hotel all seasons Jakarta setelah mengikuti pertandingan futsal yang bikin saya ngos-ngosan tapi rame

Program #BatuHijauBootcamp #AMMANMineral memperoleh #GoldenWordlAwards 2016 untuk kategori ” Manajemen Reputasi dan Brand Online”  dalam #IPRA (International Public Relations Association) Awards 2016.

#AmmanMineral menjadi perusahaan tambang pertama asal Indonesia yang mendapatkan penghargaan ini. 
Penghargaan ini diberikan dalam acara Gala Dinner di Doha, Qatar pada Sabtu 5 November 2016 dan diterima langsung oleh Pak Syaraffuddin Jarot dan Pak Arie Burhan dari PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara

Baca tulisannya di

#BatuHijauBootcamp di yayasan Kagem

#BatuHijauBootcamp di Jakarta

 main di Gurun Pasir

ketemu anak Komunitas Kagem

Mengajar Komputer di Al Hasyim

mencicipi pengalaman Cinta , Rangga dan Pak Bari

September

#Aiptrip goes to Gunung Sawal untuk melakukan pencarian 7 Curug legendaris di wilayah Kerajaan Panjalu. Sempet mampir ke Situ Panjalu dan seru banget naik turun bukit mencari Curug Tujuh. Suasana yang Hijau alami dan menyegarkan membuat pencarian lebih menyenangkan.

 Pengalaman pencarian 7 Curug Legendaris , silakan diklik saja 

Sebelumnya sempat mampir ke Situ Panjalu

#Aiptrip juga jalan-jalan ke wilayah di Kota Tua, stalking #semasadikotatua sebuah program pembukaan kembali Gedung di Kota Tua. Sungguh menarik melihat bangunan bersejarah yang dibilang kembali untuk umum , ceritanya bisa dibaca di Semasa Di Kota Tua

Oktober

AipTrip goes Jawa Timur an, salah satu daerah yang belum di eksplor adalah Banyuwangi, jadi pergilah saya kesana. 

Akhirnya bisa main ke Africa Van Java di Baluran, Main ke Pantai Bama, mampir Ke pantai Watudodol, 
Lalu berenang bersama Ikan Hiu di Bangsring Underwater Main bareng ikan hiu

main ke Kampung Adat Osing di Kemiren, lalu basah-basahan di Air Terjun Jagir

Karena Pulau Bali keliatan melulu, secara impromptu berangkatlah menyeberang Selat Bali. 

 menginap semalam, kita main ke Pandawa Beach, liat Sunrise di Sahur, lalu pergi ke Bedugul, dan mampir ke Pura Ulun Danu yang mempesona diatas danau Beratan. 

Sempet juga mampir ke danau buat sekedar selfie semata. 

Soal Danau Beratan Dan Pura yang indah silakan dibaca di   AipTrip goes to Pura Ulun Danu Beratan

Tak lupa mencicipi masakan khas Gilimanuk, Ayam Betutu Ibu Lina yang terkenal.

Baca tulisannya di

Pesona Budaya Osing

Ayam Betutu Ibu Lina Gilimanuk

bermain di Baluran

Pesona Rawon Bi Atik

November
#Aiptrip goes to Singapore, untuk lebih mengenal Singapore Botanic Gardens yang mengesankan

Sempet juga mencicipi Makanan menu sederhana rasa istimewa, RM Kenanga Garut baca di 

harta karun kuliner Garut

December

Karena kondisi kesehatan , saya ga bisa #Aiptrip, namun kesempatan itu tiba saat saya sedang terapi Alternative di Tasikmalaya , saya bisa jalan-jalan ke Situ Gede, sebuah danau Indah yang letaknya di pinggir kota , 

silakan dibaca di

Jalan-jalan ke Situ Gede

Pengalaman yang menyenangkan setelah berminggu-minggu dalam ruangan terus, bisa melihat keindahan alam sangatlah menyegarkan 

Terima Kasih 2016 untuk kesempatan , kesenangan dan juga berbagai pengalaman, terutama travelling ke beberapa daerah di Indonesia. 

Semoga 2017 menjadi lebih baik, lebih sehat, banyak rejeki dan berkesempatan untuk lebih sering jalan-jalan happy dan bermanfaat lagi. Dan semakin rajin menulis Dan update blognya, sama belajar foto lagi yaa. 

Amin. Selamat Tahun Baru 2017 !