Instagram LIVE !! 

Setelah Instagram rasa Snapchat dengan Instagram Story, sekarang muncullah Instagram LIVE !!!

Instagram LIVE adalah fitur terbaru yang muncul supaya Instagram user bisa broadcasting live sepuasnya. Sepertinya penyempurnaan dari Instagram Story yang berbatas waktu sehingga terpotong-potong.

Jadi lebih bebas toh?

Mau Instagram LIVE? Caranya gampang

1.Update Instagram anda !

2.Lalu pencet your story di kiri atas 

Happy Birthday Aludra

3. Setelah muncul panel IG Story, pilih LIVE, geser paling kiri, setelah normal, boomerang, dan handsfree

4. Start Live Video. Instagram bakal ngasi info ke followers Kita bahwa Kita lagi Live

Notifikasi akun yang Kita follow live ada di atas, ada lingkaran pink bertuliskan live yaitu Hard Rock FM, Bagus Au, Giring

5. Abis pencet Live, biasanya dia check connection dulu. Kalau lancar Jalan terus

Check connection

6. Lalu ada countdown 3..2..1

Mulai deh Instagram LIVE. Bebas may ngapain ajah. Eh asal jangan yg seronok atau SARA yah. Have fun ajah

Nanti ada notification betapa orang yang nonton. Plus mereka bisa komen juga


7. Setelah dirasa live nya selesai klik END di kanan atas latar.

Nanti ada pilihannya end atau cancel buat terus live.

8. Kalau pilih end, nanti broadcast nya selesai. Lalu ada notifikasi

Berapa orang yang ikut nonton live. Tapi ga bisa ditonton Ulang kayak Instagram Story. Mungkin berhubungan sama Bandwidth. Kalau di FB kan bisa ditonton Ulang Dan disimpan di timeline.

Kalau menurut saya Instagram makin agresif mengembangkan fiturnya. Walau ada beberapa yang sudah dipopulerkan orang lain seperti IG Story Mirip Snapchat, begitu juga fitur edit dengan filter dan stickers nya. lalu sekarang Instagram LIVE ini Mirip banget dengan Facebook live atau BiGO Live atau Live Me yang lagi marak banget sekarang, setelah Periscope yang semacam terlupakan. 
Di zaman setiap orang bisa broadcast apapun yang dia mau, kapan saja , dimana saja, aplikasi apapun bisa dipakai. 

Tapi kalau udah punya followers banyak di Instagram pasti jadi satu keunggulan tersendiri kan

Tapi namanya juga saingan kan. Kita lihat saja siapa yang maju, stuck atau ketinggalan.

Selamat Instagraman LIVE !!

Advertisements

Budaya Sunda dalam Goresan Batik Salem Brebes

Batik Salem

Dalam #Aiptrip ke Brebes, kami mengunjungi Kecamatan Salem untuk melihat langsung pembuatan Batik.Salem adalah nama yang cukup unik di Jawa Tengah. Yang lebih unik lagi, banyak orang di Kecamatan Salem berbahasa Sunda. Di Jawa Tengah. Unik juga ya. 

Dan kata Wikipedia, Mereka adalah penduduk asli daerah Salem. Bukan transmigrasi, bedol desa atau semacamnya. Mari kita baca dulu…

​Kecamatan Salem merupakan salah satu bagian dari wilayah Kabupaten Brebes, Provinsi  Jawa Tengah, terletak di bagian Selatan paling barat dari wilayah Kabupaten Brebes 

Batas-batas wilayah Kecamatan Salem meliputi Kecamatan Banjarharjo di sebelah Utara, Kecamatan Bantarkawung di sebelah Timur, Kabupaten Cilacap  di sebelah  Selatan, serta Kabupaten Kuningan ( Provinsi Jawa Barat ) di sebelah Barat.

Semua penduduk Kecamatan Salem berbahasa dan berkebudayaan Sunda sejak berabad-abad yang lampau, sehingga mereka adalah penduduk asli di daerah ini. Pada masa lampau, daerah Salem termasuk dalam wilayah Kerajaan Galuh dan Kerajaan Pajajaran. Ada sementara cerita lisan yang mengatakan bahwa penduduk Salem ada keterkaitan dengan Kejadian Perang Bubat zaman Majapahit. 

Setelah Perang Bubat, ternyata tidak seluruh punggawa/pengawal/rakyat Pajajaran mati terbunuh, dan kembali ke Jawa Barat. Ada sisa-sisa punggawa tersebut menetap diwilayah kecamatan Salem. Peninggalan penduduk pertama tersebut, sebagian dapat dilihat di situs Gunung Sagara (Lautan). Pada abad ke-19 ditemukan naskah lontar tua di situs Gunung Sagara yang menggunakan Bahasa Sunda kuna.Naskah ini dibawa bupati Brebes RAA. Tjandranegara dan diserahkan kepada seorang ahli bahasa KF. Holle untuk kemudian disimpan di Batavia. Paling tidak ada dua naskah Sunda yang terkenal, yaitu Sewaka Darma dari Kabuyutan Ciburuy, Garut dan Carita Ratu Pakuan, yang menyebutkan sendiri bahwa (isi) naskahnya berasal dari (dan hasil bertapa dari) Gunung Kumbang (1218). 

Gunung Kumbang masa lampau mungkin adalah sebuah tempat lemah dewasasana, kabuyutan, dan tempat bagi para intelektual masa kerajaan Sunda. Mungkin di sini termasuk pula Gunung Sagara, di mana Gunung Sagara terletak di lereng selatan Gunung Kumbang tersebut.Daerah Sunda di daerah Salem dan sekitarnya mempunyai perbedaan kebiasaan dengan daerah Sunda lainnya (Priangan, Banten, Karawang, dsb). Perbedaan tersebut terutama dapat dilihat dalam hal adat budaya, bahasa, detail bentuk-bentuk kesenian

Daerah Salem bentuknya seperti mangkok , dikelilingi oleh pegunungan. Pastinya memiliki banyak pemandangan indah. Sepanjang jalan kita disuguhi hijaunya sawah , pepohonan lebat yang mengademkan mata.

Memasuki kecamatan Salem, dimulai dari daerah Bandungsari, saya tidak merasa sedang berada di Jawa Tengah. Tapi merasa ada di Jawa Barat. Bahasa penduduk, aneka Spanduk sampai lagu-lagu di acara kawinan bernuansa Sunda. Lalu berasa di Cianjur. Hahahaha.
Yang menarik, penduduk Desa Bentar Sari Salem memiliki keahlian membatik yang berbeda dengan tempat lainnya. Disini ada beberapa pembatik yang memproduksi Batik khas Salem.

Kami sempat mengunjungi seorang pembatik bernama Ibu Tarkinah. Berjumpa Ibu Tarkinah, pembatik Bentar Sari , ini sangat menyenangkan. Beliau sangatlah ramah Dan bersemangat. Saat menerima kami, tangannya masih berlumur malam yang dipakai saat membatik. 

Ibu Tarkiyah yang periang

Kami dipersilakan melihat proses pembuatan batik tulis di rumahnya yang sederhana. Ibu Tarkinah sudah 30 Tahun membatik dan menurunkan keahliannya kepada Dewi putrinya.

Dewi, Ibu Tarkinah, @miss_nidy

Dengan Bahasa Indonesia berlogat Sunda dengan semangat beliau menjelaskan cara membatik di Salem kepada kami.

Dimulai dari membuat pola di Kain Mori dengan pensil. Konsumen bisa memesan motif sesuai dengan keinginan. Karena Ibu Tarkinah cukup kreatif untuk membuat motif sendiri. Walaupun punya motif-motif khas Salem dan secara konsisten memproduksinya.

Kertas buat membuat pola motif
Setelah itu menggunakan canting, motif di trace menggunakan malam atau Lilin panas.
Dewi sedang membatik

Lalu diwarnai. Batik disini diwarnai dengan pewarna alam seperti Daun Jambu,  Daun mangga, kulit mahoni , kulit jengkol dll. Tapi untuk warna tertentu, seperti biru masih memakai pewarna buatan. Proses pewarnaan bisa berlangsung beberapa kali untuk mendapatkan warna yang diinginkan.

Mewarnai

Setelah itu malam dari Batik dihilangkan. Saya lupa nama prosesnya. Tapi ini yang membuat tangan Ibu Tarkinah merah-merah karena sedang mengerjakan Batik merah ini.

Batik Salem punya motif sendiri seperti gambar bebek yg merepresentasikan Brebes, S untuk Salem, dan Kopi untuk tanaman yang banyak ditanam di sekitar Salem.

Motif Salem dengan pewarnaan kulit mahony

Kain Batik produksi Ibu Tarkinah diminati banyak orang. Terutama dari Jakarta. Dengan kemajuan teknologi, Ibu bisa berkomunikasi dengan konsumen nya via telepon atau Aplikasi WhatsApp. Jadi tidak repot bolak-balik ke Salem. 

Kalau mau pesan langsung hubungi Bu Tarkinah , alamat beliau di

Desa bentar rt4/4 kec Salem kab Brebes jawa tengah

Jalan gancib sebelah utara pasar bentar

085225113287 ( langsung Bu Tarkinah)

WhatsApp: 083844336231 dgn mba dewi


Pekerjaan Ibu Tarkinah dibina oleh Badan Ekonomi Kreatif melalui program Inovatif Dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara ( IKKON) 2016 yang dilaksanakan di lima daerah yaitu Sawahlunto ( tenun) , Lampung ( Tapis) , Brebes ( Batik)  , Rembang ( Batik) dan Ngada , Flores ( Tenun). Tujuan program ini untuk pengembangan kapasitas SDM Kreatif untuk mempercepat peningkatan kualitas produk kreatif. 

Siapa sangka di Jawa Tengah ada kebudayaan Sunda yang kental nan punya Batik yang khas ? 

Keren banget kan. Baru tau saya juga. 

Indonesia adalah negara yang punya kekayaan Alam dan juga budaya. Indonesia penuh keunikan dan ciri khas. Kadang kita harus jalan-jalan dan melihat lebih dekat untuk melihatnya.

Jalan-jalan yuk , dan dukung selalu produk dalam Negeri sendiri. 

Chitato Crunchies

Sebagai pecinta Dunia perkriukan, pasti udah biasa beli keripik Kentang. Dari banyak meek, Chitato termasuk yang paling populer di Indonesia. 

Pas ke supermarket liat ada bungkusan baru tulisannya Chitato Crunchies Hot Chilli Flavor.

Apapula ini?
Ya kita beli aja atuh, daripada penasaran

Setelah varian Asian cuisine, lalu Chitato Crispy French Fries dalam kemasan cup, Indofood Fritolay ngeluarin jenis baru, Chitato Crunchies. 

Cuman saya ga nemu rasa lain selain Rasa Cabai Pedas ini. Ada rasa lain gak ya?

Chitato Crunchies ini kemasannya lebih kecil lho dari Chitato biasa. Beratnya 23 gram ajah 
Bentuknya pun berbeda. Kalau Chitato kan kan bulat-bulat tipis. Kalau ini panjang-panjang tipis. Sesuai dengan tagline Life is never flat. 

Kayak Kentang Mustofa kalau di Bandung mah. Biasa suka ada di perasmanan kawinan.

Ya kaaan ?? 

Apakah rasanya juga sama ? Kita cicipi Yaa

Kriuk kriuk

Crunchy banget. Sesuai namanya

Ada rasa gurih, Asin, pedas.. 

Tapi kalau boleh jujur, pedasnya kurang nendang ah.

Apa mungkin toleransi pedas saya cukup tinggi ya? Jadi pedasnya Crunchies kurang berasa? Tapi rasa Hot Chilli. Cabai pedas. Ekspektasi saya tinggi dong.

Tapi mungkin rasanya disesuaikan dengan selera pasar. Ga semua orang bisa nerima kalau terlalu pedas. Yang menonjol justru gurihnya.

Cuman pasti banyak yang seneng jajanan kayak gini deh.

#laludiskusidalamhati

Saya Kasi jempol buat kreativitas Indofood Fritolay, untuk memperkaya jajaran variasi Cemilan perkriukan. Setelah Chitato rasa Indomie Goreng yang bikin heboh itu, sekarang muncul lagi Chitato Crunchies, si mungil dengan bentuknya baru.

Tapi kalau boleh usul, coba bikin Varian yang isinya lebih sehat deh. Less MSG, less salt. Menurut saya marketnya ada lho, pecinta chips perkriukan yang butuh pilihan lebih sehat. 

Penasaran sama Crunchies ? Cobain lah, tadi saya beli Rp 3400 saja. Mungil sih ya kemasannya. 

Selamat Mencoba ! 

#AipTrip2016

Sepanjang 2016, saya bersyukur bisa melakukan beberapa kali #AipTrip, lebih sering dari tahun 2015 !!

Tahun 2016 ini saya mendapatkan banyak kesempatan menarik untuk bepergian yang tentu saja diberi hastag #aiptrip ke berbagai daerah di Indonesia. 

Satu hal yang saya pelajari dan perbaikan di 2016 adalah menuliskan semua perjalanan saya dalam blog supaya terdokumentasikan dengan baik. Jangan lupa pasang foto yang bagus dan menarik supaya lebih enak dibaca. Sebelumnya malas sekali update Blog. Tapi ternyata selain bisa jadi journal pribadi, blogging bisa membawa saya ke beberapa tempat dan kesempatan yang tak terbayangkan sebelumnya. Masih banyak yang perlu diperbaiki, Tapi grafiknya naik lah.

Keep up your blog people !

Dimulai dari Awal Tahun, #AipTrip Berbuka dengan kepergian saya ke Kota Garut, tempat saya bertumbuh kembang dahulu, saat masih kanak-kanak. Setelah beberapa hari sebelumnya ngos-ngosan mendaki Gunung Galunggung , trip kali ini ke Garut terasa begitu berarti, karena bisa mengunjungi sekolah saya dulu. Sayang masih pada libur , jadi tidak bisa berjumpa dengan para Guru zaman saya sekolah dulu. 

TK saya dulu

Saya juga berkesempatan belanja di outlet Chocodot yang menjual aneka Rupa Coklat unggulan produksi asli Kota Garut. Bentuk usaha kreatif daerah yang keren sekali.

Di bulan January juga saya mengikuti lomba Menulis Blog yang diselenggarakan oleh PT Newmont Nusa Tenggara bekerjasama dengan Metro TV. Alhamdulillah saya terpilih menjadi 20 orang terbaik yang karya tulisnya dinilai bagus dan akan berangkat untuk belajar dan hidup di Tambang site PT NNT di Batu Hijau, Sumbawa Barat. Peristiwa | Inilah 20 Pemenang Peserta Newmont Bootcamp 2016

February

Menghabiskan 9 hari di Sumbawa Barat merupakan pengalaman yang mengayakan pengalaman saya. Selain belajar soal proses produksi konsentrat Tembaga yang lebih ramah pada lingkungan. Bagaimana usaha mereka supaya lingkungan terjaga patut diacungi jempol. Pengelolaan air terdampak tambang yang diolah sedemikian rupa supaya tidak berdampak pada air Alam, Dan bisa dipakai lagi dengan sistem pengairan yang masif , lalu program pengembalian fungsi lahan bekas tambang menjadi Hutan kembali yang terus berlanjut, dan beberapa sudah sukses menjadi hutan lagi. Dan tentunya evaluasi kondisi lingkungan dengan cara-cara ilmiah, supaya tetap terkontrol sehingga mendapatkan sertifikasi nilai tinggi dari pemerintah. 

Selain itu kita juga bisa mengalami kehidupan ala pekerjaan tambang yang tidak seseram yang saya kira. Bisa berjumpa dengan masyarakat sekitar tambang, berinteraksi untuk mengetik kondisi mereka dan dampak tinggal di wilayah lingkih tambang dan juga melihat keindahan alam Sumbawa Barat yang tetap lestari walau ada kegiatan penambangan. Benar-benar perjalanan yang merubah persepsi saya terhadap tambang, dan membuat standard saya terhadap tambang lebih tinggi. 

Mine Site Batu Hijau
Pose di Haul Truck

Silakan baca beberapa tulisan saya selama mengikuti program #newmontbootcamp

Batu Hijau , Permata Sumber Kehidupan

perkara makan di tambang

Pembuktian si Orang Curiga

Pengalaman Hampir Menjungkalkan Truk Raksasa

Desa Kertasari

Keindahan Pantai Sumbawa Barat

Pada Bulan Maret

 #Aiptrip ke Ujung Genteng. Perjalanan cukup lama dengan membawa Mobil sendiri. Perjalanannya 8 jam dari Jakarta !!!

Tapi sepadan dengan pemandangan alam Ujung Genteng, bisa melepas tukik , mencoba aneka seafood enak dan juga perjalanan penuh nuansa hijau hutan dan pepohonan favorit saya.

Silakan dibaca #aiptrip ke Ujung Genteng

Di bulan Maret juga sempet mampir mengunjungi Rumah Anyo, tempat singgah anak-anak pengidap kanker. Dimana mereka masih bisa Ceria Dan menjadi anak-anak walau sakit berat. Mereka sangat inspiratif dan jarang mengeluh. Tetap kuat walau tidak sehat. Baca kisahnya yang mengharukan di postingan

ketemu anak-anak Anyo

Bulan April 

Ternyata setelah membaca tulisan dan memperhatikan aktivitas social media selama #newmontbootcamp , saya dan beberapa alumni #newmontbootcamp terpilih kembali untuk melihat langsung tambang yang sudah ditutup dan dalam proses menjadi Kebun Raya. Sebuah perjalanan yang agak kontroversial, karena kami pergi ke Teluk Buyat, di Minahasa Tenggara yang tempat bikin geger beberapa tahun yang lalu. 

Perlu Jip khusus untuk bisa datang ke bekas tambang, karena sudah berubah jadi hutan
Kapan lagi naik mobil berdiri. Ini masih di jalan penduduk , menuju bekas lahan tambang

Lewat Menado, kami pergi ke campsite PT Newmont Minahasa Raya di Pantai Lakban. Lalu pergi melihat bekas lahan penambangan PT Newmont Minahasa Raya.  

Disana kami takjub melihat hutan lebat yang berdiri di atas bekas lahan tambang. Aneka pepohonan tumbuh subur , rapat bagai hutan belantara. 

Sempet bingung penasaran tambang ya sebelah mana. Gak keliatan karena sudah jadi hutan.  Pemandangannya sangat indah. Tahun 2017 ini rencananya akan diserahterimakan pada pemerintah setempat dan menjadi Kebun Raya.

Bekas tambang Emas dilihat dari Look Point
Bukit Harapan yang ada diantara Teluk Buyat dan Ratatotok

Kita juga diajak melihat situasi laut dan juga bertemu dengan penduduk setempat untuk melihat efek Pencemaran yang “katanya” terjadi disana. 

Tidak terlihat tuh efek Pencemaran Berat di Laut. Semuanya normal, sehat dan indah. Sempet juga mencicipi Ikan tangkapan di Teluk Buyat. Aku baik-baik saja setelah mengkonsumsinya.

Para nelayan bisa memanen ikan lebih banyak dari masa lalu, karena ada projek budidaya Karang untuk meningkatkan kualitas biota laut. Kita juga sempet mampir ke danau Linow dan melihat kota Menado.

Baca tulisannya di

Berani Makan Ikan di Buyat ?

mau apa ke Teluk Buyat?

Bubur Tinutuan 

Baca #Aiptrip ke danau Linow yg Huwow

Bulan Mei

Di bulan kelahiran saya #Aiptrip berangkat ke daerah Banjar untuk menyusuri Jalur Lintas Selatan   lewat Pangandaran dan pantai-pantai indahnya sampai Cipatujah. Makan sea food dan pergi ke Tasikmalaya

Silakan dibaca road trip ke Pangandaran dan Pantai Jalur Selatan

Di bulan ini sempet juga jalan-jalan ke tempat selfie hits di Bandung #Aiptrip ke The Lodge Maribaya

#Aiptrip goes to Singapore, untuk lebih mengenal daerah Little india dan sekitarnya.     

Bulan Juni

#Aiptrip Goes to BSD buat Wisata Kuliner ! Siapa sangka disana banyak tempat makan enak dan variasi yang menggiurkan ! 

Baca #Aiptrip my Trip to BSD

Juli

#AipTrip goes to Monas ! Sebuah perjalanan pencarian Pokemon yang berubah menjadi perjalanan mengapresiasi Monument kebanggaan Indonesia. Mengekspresikan kembali fasilitas Monas yang makin rapi dan cantik

Baca #aiptrip ke monas 

Agustus

#Aiptrip ikut dalam #BatuHijauBootCamp , sebuah program berkonsep charity yang diprakarsai PT Newmont Nusa Tenggara yang dalam proses menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara. 

Perjalanan dimulai dari Sumbawa, lalu ke Surabaya melakukan kegiatan charity dan advokasi buat anak-anak kurang mampu. Kita dibagi menjadi Dua Group  Barat dan Timur. Group Timur mulai dari Sumbawa , sementara Group Barat baru bergabung di Jogjakarta , dimana kita datang ke Komunitas Kagem, untuk berjumpa dan bermain dengan anak-anak yg belajar disana. Program ini juga diselipi dengan jalan-jalan ke Gumuk Pasir Parangkusumo, Museum Ullen Sentalu. Wisata Kuliner Jogja yang mempesona lidah saya. 

Lalu kita naik kereta Api beramai-ramai ke Jakarta untuk datang ke Yayasan Benih Kebajikan AL Hasyim di Jagakarsa, dimana bootcampers mengajari anak-anak belajar komputer dan menyerahkan bantuan sebuah komputer baru untuk dipakai belajar.

Diakhiri dengan acara ramah tamah di Hotel all seasons Jakarta setelah mengikuti pertandingan futsal yang bikin saya ngos-ngosan tapi rame

Program #BatuHijauBootcamp #AMMANMineral memperoleh #GoldenWordlAwards 2016 untuk kategori ” Manajemen Reputasi dan Brand Online”  dalam #IPRA (International Public Relations Association) Awards 2016.

#AmmanMineral menjadi perusahaan tambang pertama asal Indonesia yang mendapatkan penghargaan ini. 
Penghargaan ini diberikan dalam acara Gala Dinner di Doha, Qatar pada Sabtu 5 November 2016 dan diterima langsung oleh Pak Syaraffuddin Jarot dan Pak Arie Burhan dari PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara

Baca tulisannya di

#BatuHijauBootcamp di yayasan Kagem

#BatuHijauBootcamp di Jakarta

 main di Gurun Pasir

ketemu anak Komunitas Kagem

Mengajar Komputer di Al Hasyim

mencicipi pengalaman Cinta , Rangga dan Pak Bari

September

#Aiptrip goes to Gunung Sawal untuk melakukan pencarian 7 Curug legendaris di wilayah Kerajaan Panjalu. Sempet mampir ke Situ Panjalu dan seru banget naik turun bukit mencari Curug Tujuh. Suasana yang Hijau alami dan menyegarkan membuat pencarian lebih menyenangkan.

 Pengalaman pencarian 7 Curug Legendaris , silakan diklik saja 

Sebelumnya sempat mampir ke Situ Panjalu

#Aiptrip juga jalan-jalan ke wilayah di Kota Tua, stalking #semasadikotatua sebuah program pembukaan kembali Gedung di Kota Tua. Sungguh menarik melihat bangunan bersejarah yang dibilang kembali untuk umum , ceritanya bisa dibaca di Semasa Di Kota Tua

Oktober

AipTrip goes Jawa Timur an, salah satu daerah yang belum di eksplor adalah Banyuwangi, jadi pergilah saya kesana. 

Akhirnya bisa main ke Africa Van Java di Baluran, Main ke Pantai Bama, mampir Ke pantai Watudodol, 
Lalu berenang bersama Ikan Hiu di Bangsring Underwater Main bareng ikan hiu

main ke Kampung Adat Osing di Kemiren, lalu basah-basahan di Air Terjun Jagir

Karena Pulau Bali keliatan melulu, secara impromptu berangkatlah menyeberang Selat Bali. 

 menginap semalam, kita main ke Pandawa Beach, liat Sunrise di Sahur, lalu pergi ke Bedugul, dan mampir ke Pura Ulun Danu yang mempesona diatas danau Beratan. 

Sempet juga mampir ke danau buat sekedar selfie semata. 

Soal Danau Beratan Dan Pura yang indah silakan dibaca di   AipTrip goes to Pura Ulun Danu Beratan

Tak lupa mencicipi masakan khas Gilimanuk, Ayam Betutu Ibu Lina yang terkenal.

Baca tulisannya di

Pesona Budaya Osing

Ayam Betutu Ibu Lina Gilimanuk

bermain di Baluran

Pesona Rawon Bi Atik

November
#Aiptrip goes to Singapore, untuk lebih mengenal Singapore Botanic Gardens yang mengesankan

Sempet juga mencicipi Makanan menu sederhana rasa istimewa, RM Kenanga Garut baca di 

harta karun kuliner Garut

December

Karena kondisi kesehatan , saya ga bisa #Aiptrip, namun kesempatan itu tiba saat saya sedang terapi Alternative di Tasikmalaya , saya bisa jalan-jalan ke Situ Gede, sebuah danau Indah yang letaknya di pinggir kota , 

silakan dibaca di

Jalan-jalan ke Situ Gede

Pengalaman yang menyenangkan setelah berminggu-minggu dalam ruangan terus, bisa melihat keindahan alam sangatlah menyegarkan 

Terima Kasih 2016 untuk kesempatan , kesenangan dan juga berbagai pengalaman, terutama travelling ke beberapa daerah di Indonesia. 

Semoga 2017 menjadi lebih baik, lebih sehat, banyak rejeki dan berkesempatan untuk lebih sering jalan-jalan happy dan bermanfaat lagi. Dan semakin rajin menulis Dan update blognya, sama belajar foto lagi yaa. 

Amin. Selamat Tahun Baru 2017 !

Seragam #AipTrip

” Rief , Kok lo kalau di foto, bajunya itu melulu sih ?” Ujar seorang sahabat nyinyir 

” Iya dong, biar seragam, Jadi semua tempat seimbang, ga ada yang ngirim”

Sahabat Nyinyir “Apeu”

Arief #Biarin

Memang betul adanya ucapan sahabat nyinyir saya itu. Saya memang sengaja memakai baju yang sama kalau pergi-pergi #Aiptrip kemana-mana.

Per 2016 ini banyak sekali perjalanan yang saya lakukan. Dan banyak kegiatan outdoor yang membutuhkan pakaian yang tangguh. 

Sebelumnya saya adalah petualang manja yang selalu kebanyakan bawa baju. Pas unpacking, Masih banyak sisa baju belum dipakai. Jadi baju-baju itu ikut jalan-jalan aja nggak guna. Hahaha

Nah setelah berangkat ke Sulawesi Utara saya berpikir gimana kalau saya bawa satu “seragam” untuk dipakai ke destinasi-destinasi wisata yang saya datangi. Kan seru nampaknya. 

Tapi seragam gimana ? Apa perlu beli seragam polri ? Duh apa siih ?

Atau swimsuit yang spekta ? Sejak kapan si gueh mau difoto pake suim suit suit?

Intinya saya perlu baju yang bisa fleksibel , cukup OK, bisa dipakai di segala medan. Dan yang penting bahannya kuat dan bagus difoto ( ini Salah satu point penting )

Akhirnya setelah dipilih-pilih dari lemari, ada Tiga item pakaian yang harus ikut dalam setiap perjalanan.

Yang pertama adalah celana pendek dari Consina. Celana biru kehitaman ini tangguh banget. Pas dan enak dipakai. Dan hebatnya cepet kering kalau basah. Sering kali dalam adegan basah-basahan , saya tidak perlu ganti celana karena celana nya sudah kering lagi.

Kalau dingin biasanya pake jaket di atas seragam

Yang kedua adalah Kaus Hitam dengan Tulisan Let’s Play. Dulu beli di distro Bandung, baru dipakai lama. Bahanya katun Campur apa gitu. Di dada ada tulisan Let’s Play,  itu menjadi semacam pesan, Ayo Main. Jangan terlalu serius. Main itu perlu. Beneran. Main yuk. 

Yang ketiga adalah sebuah Kaus katun Hitam dengan gambar Kucing berkacamata. Menurut saya kaos ini badass lah. Bahannya enak, Dan dipakai bergantian dengan  kaos yang satu lagi.

Untuk sepatu biasanya saya pakai Sepatu New Balance saya, Tapi kalau buat basah-basahan saya ganti pakai sendal Gunung atau sendal jepit afau bahkan ga usah pakai alas kaki. 

Saya juga bawa baju yang lain. Tapi kalau sekitarnya ada destinasi wisata outdoor yang seru buat foto-foto, saya usahakan buat pakai baju seragam di atas.

Edisi perdana berseragam
Bisa dipakai terbang
Belajar terbang di Baluran
Bisa buat mainair di sungai Air Terjun Jagir
Bisa buat foto-foto bawah air
Buat bertempur dengan Pokémon di Monas
Buat Bobo2 di atas hiu di Banyuwangi

Saya belum tau sampai kapan saya bakal pakai seragam ini. Selama nyaman dan dapat diandalkan akan saya pakai terus. Tergantung acara juga sih. Atau sponsor. Hahahaha

Kalau Kalian gimana ? Punya seragam travelling juga kah?

My Trip to Semasa Di Kota Tua

​Pada tanggal 4 September 2016 saya datang ke sebuah pameran unik di Gedung Olveh, Jalan jembatan batu, persis Seberang Stasiun Kota, Kawasan Kota Tua Jakarta. 

Gedung Olveh yang selesai direstorasi

Kawasan ini selalu menarik bagi saya walau sudah berkali-kali kesana. Pemerintah DKI Jaya, terus memoles kawasan ini menjadi daerah pariwisata yang lebih baik. Museum Fatahillah sudah selesai perbaikannya , Masih berdiri megah dan sangat menarik untuk di foto

Museum Fatahillah
Jendela Hijau Museum Fatahillah

Sebenarnya ada semacam walking tour yang bernama #semasadikotatua , saya tidak mengikutinya karena tidak mendaftar. Namun karena undangan seorang teman saya datang kesana.

Nah , karena tidak ikutan walking tour, saya sempat nyasar pemirsah. Kasian deh. Hahaha. Karena letak Gedung Olveh ini tidak berada dalam kompleks Museum Fatahillah , Tapi depan Stasiun Beos atau Stasiun Kota. Cuacanya hangat-hangat eksotis membuat keringat mengucur lancar. Matahari Jakarta memang TOP. 

Akhirnya saya bertemu dengan seorang teman berinisial MO yang tidak jadi ikutan walking tour. Dan nongkrong di Cafe Historia di Kawasan Kota Tua Jakarta. Minum-minum yang dingin dulu di cafe yang nuansa jadul ala Belanda nya masih dipelihara dengan sentuhan modern tentunya

Cafe Historia
Suasana Foyer Cafe Historia
Honey Citroen Tea

Honey Citroen Tea nya suegger banget. Lemon dibejek-bejek, dikasi Madu Dan Teh Dan es yang banyak. Seger banget !

Setelah selesai minum yang menyegarkan, Kita lanjut ke Gedung Olveh. 

Di jalan banyak pengunjung di wilayah Museum Fatahillah. Ada penyewaan Sepeda, Tukang Delman. Ada seniman yang beraksi, Dan banyak yang selfie. 

Gedung Olveh ini baru saja direstorasi dan siap dijadikan tempat untuk ajang seni atau function sesuai kebutuhan. 

Gedungnya bagus sekali. Gedung kembar berwarna putih yang tampak Baru kembali. 

Kalau dibaca dari The Jakarta Post , menurut Arkeologis Candrian Attahiyat, Gedung Olveh ini dibangun tahun 1921 untuk perusahaan asuransi jiwa Belanda , Olveh (Onderlinge Levensverzekering Van Eigen Hulp), tidak berada di kompleks Batavia ( Kota Tua) utama dan bangunannya lebih kecil.Bangunan ini didesain Arsitek Belanda terkenal Richard LA Schoemaker Dan  CP Wolff Schoemaker

Bentuknya yang langsing Dan menara kembar membuat bangunan ini mencolok.

Yang paling menarik adalah lantai aslinya berada 90 cm dibawah lantai yang sekarang, yang berarti jalanan di tahun 1920 lebih rendah kira-kira 120 cm dibanding sekarang. Dibangun dikawasan Pecinan , didepan sebuah kuil yang umurnya lebih tua.

Warnanya yang putih dan kaca patri membuatnya lebih cantik. 

Balkonnya juga maju dibanding bangunan lainnya. Lebarnya 2 meter dibanding bangunan berpilar lain yang hanya berukuran 120 cm. 

Olveh dibangun di area Pinangsia, yang berawal dari kata Financien dalam bahasa Belanda.

Perusahaan Asuransi Olveh berada di lantai 3. Sementara Dua lantai di bawah disewakan ke perusahaan lain. 

Tahun 1961 , Gedung ini diambil alih Pemerintah Indonesia Dan Siberian pada Perusahaan Asuransi Jiwasraya.
Pada kerusuhan 1998, Gedung ini ditinggalkan, dan berhenti beroperasi

Upaya merestorasi Gedung ini cukup menantang. Karena banyak kendala teknis. Dilakukan beberapa penggalian untuk mengembalikan lantai aslinya. Dipasang pompa juga supaya tidak banjir.

Batanya dari Belanda

Batu bata aslinya juga dipertahankan karena asli diimpor dari Belanda

Biaya renovasi Gedung Olveh ini mencapai Rp.3 Milyar.

Kembali ke masa kini…

Masuklah kami ke wilayah pameran dalam Gedung Olveh. Disambut sebuah instalasi seni berbentuk kerumunan burung

Impresif

Didalamnya sudah ramai orang yang menghadiri pameran.

Pameran ini memamerkan aneka teh nusantara , karya seniman seperti kartu pos, Kain, kartu , kaus , buku, kue-kue artsy yang jarang saya lihat di tempat lain.

Kue yang nyeni banget

Ada pula pelatihan cat air ala Jepang yang kami urung ikut, karena tangan yang tremor.

Saya terpikat pada bhumitea.com yang sangat sedap dan elegant.

Dua hal favorit saya, instalasi seni burung dan Bhumi Tea

Sebuah upaya mulia mengangkat aneka teh terbaik Indonesia yang beragam ke tingkat yang lebih tinggi.

Semoga Bhumi bisa mewakili Indonesia di jagad teh premium dunia, 

terus suka kue-kue artsy yg namanya unik-unik, yg sekali hap habis. Enak

Abis itu Kita naik ke lantai dua untuk melihat pameran lainnya. Ternyata ada pameran Kain cantik dan Buku lama. Teman saya langsung memborong buku-buku langka

Melihat pecinta buku bertemu sungguh lah pemandangan yang menarik. Mereka membahas soal buku-buku yang saya belum pernah dengarkan sebelumnya #PelukKomikMisurindKoleksiSaya
Gedung Olveh yang cantik. Banyak spot instagramable.Toiletnya bersih, tapi lupa di foto. 

Tangganya cantik rustic gimana gitu, tapi entah mengapa saya ngos-ngosan menaikinya #mungkinjompo

Hasil Jepretan Mr O, pose di tangga cantik berbata asli berumur ratusan tahun dari Nederland

Lalu lihatlah ke atas , langit- langitnya bagus !  Walau pegal leher ini mendongak tapi senang hati melihatnya. 

Wisata kota tua yang masih menarik perhatian turis. Semoga bisa tetap menarik, tetap lestari dan membuat orang menghargai sejarah 

Berikut Jepretan artsy yang saya foto saat berkeliling di Kota Tua

Gedung Tua lain yang belum direnovasi
Meriam depan Museum Fatahillah

 Demikian lah #Aiptrip #SemasadiKotaTua sampai jumpa di perjalanan berikutnya. 

Slide Show di Facebook , Mudah Dan Indah

Kalau punya Aplikasi Facebook terbaru alias terupdate , boleh lah sekali-kali bikin slide show nya. Lumayan seperti buat video, yang bisa kita pajang di Facebook Kita. 

Biasanya kita pakai aplikasi atau buat sendiri pakai PowerPoint untuk membuat Slideshow, Tapi Facebook Baru saja mengeluarkan update, dimana Kita bisa membuat slideshow sendiri. Gratis pulak.

Caranya mudah sekali, yuk kita ikuti step by step cara membuat slideshow di Facebook.

Mari kita mulai !

1. Klik update status , nanti tampilannya begini

2. Pilih Slideshow  , lalu muncul Create Slideshow

Siap-siap upload foto dari HPmu. 
3. Klik Add Photo

Pilihlah foto mana yang kira-kira Mau kita tampilkan di slideshow. Minimal 3 photo. Maksimal ya belum Tahu, saya baru nyoba 10

4. Pilih Musik pengiring Slide show

Ada banyak pilihan Musik yang bisa disesuaikan dengan mood dari slideshow mu , mulai inspired, Love, funny, happy , snazzy, dan banyak lagi

5. Musik sudahlah terlihat, siap-siap buat Judul slideshow nya !

Klik Title nya !

6. Tulis Judul / title nya

7. Sudah ? Lalu kita siap siap mau create slideshow nya. Tungguin aja. Otomatis kok


8. Lalu siap-siap update status nya, tambahkan beberapa kata-kata yang menjelaskan slideshow Kita itu. Bisa tambahkan lokasi juga.

Sudah ??
9. Biarkan Facebook bekerja membuat Slideshow Kita. Tungguin ajah


Sudah ?

10. Nanti setelah selesai diupload ke Facebook , akan ada pemberitahuan bahwa video slideshow Kita sudah siap ditonton

Mudah kaaan ?

Selamat mencoba !

Om TELOLET Om ! Apaan sih ?

Om TELOLET Om !

Sebuah jargon yang sedang heboh di jagad socmed, baik Instagram, Youtube, Facebook, sampai dengan Twitter dan lain-lain.

Setelah menonton beberapa video YouTube, melihat beberapa akun Instagram saya menyimpulkan , kalau Om Telolet Om itu adalah sebuah hobby yang menjadi viral.

Kalau merujuk dari akun YouTube YTS Crash yang views nya sampai 560 K, istilah ini dimulai dari beberapa anak yang meminta diklaksonin oleh Supir Bis saat lewat.

Mereka akan teriak ” Om Telolet ” Om ! Sambil mengacungkan jempol !

Kalau supir bisnya lagi baik, maka akan dipencet klakson yang bunyinya Telolet. Biasanya klakson yang sudah dimodifikasi. Dan dengan gembira anak-anak itu akan merekamnya. Lalu diupload ke social media. Lalu menjadi viral karena banyak yang mengikuti nya. Menurut akun YouTube di atas, hobbies ini sudah lama dijalani, kira-kira 6 Tahun yang lalu , di sekitar jalur Solo- Wonogiri. Lalu semakin meluas.

Apalagi makin banyak orang kreatif yang meremix bunyi klakson modifikasi ini menjadi lagu-lagu. Sampai ada yang membuat akun Instagram khusus seperti

teloletinternasional yang memposting aneka video Telolet, dari Lokal sampai internasional 

Hobi anak-anak ini sebenernya berbahaya, karena anak-anak itu harus menunggu dipinggir Jalan untuk meminta Telolet. Kadang mereka kurang berhati-hati, karena sambil bergerak meminta Telolet, mereka juga akan sibuk merekamnya.

Kalau nonton di Youtube banyak yang menunggu di luar terminal bis atau yang lebih ekstrim nunggu di Jalan Tol.

Karena orang Indonesia pada kreatif, maka making banyak Meme yang beredar, Musisi Internasional bertanya atau posting soal Telolet

Ternyata para pecinta Om Telolet Om membanjiri socmed para Musisi Internasional sampai akhirnya mereka menjadi kepo, pengen Tahu.

Sampai ada artikel ya di Billboard nya masaaak !

Duh, orang Indonesia memang paling juara soal beginian. Hal keseharian bisa dibikin heboh Dan viral, walau berawal dari keisengan.

Gimana ? Mau nyoba Minta Telolet ?

Uang Baru !

Hari ini 19 December 2016, adalah Hari Bela Negara. Rata-rata pemilik Handphone mendapatkan SMS dari Kementrian Pertahanan soal peringatannya.

Tapi ada peristiwa menarik lainnya hari ini, yaitu Penerbitan yang Baru oleh Bank Indonesia. Group WhatsApp udah heboh membahas hal ini.

Abang saya yg kerja di Bank udah dapat duluan. Photo Courtesy Yudhi Dharmawan

Desainnya kayak uang luar negeri deh. Keren !!!

Abang saya yg kerja di Bank udah dapat duluan, siriiik ! Beliau langsung posting di group WhatsApp family.
Apa saja yang baru ? 

Baca di PikiranRakyat.com ,  infonya seperti ini

Bank Indonesia meluncurkan satu seri uang rupiah baru Tahun Emisi (TE) 2016 yang terdiri dari 7 pecahan uang kertas dan 4 pecahan uang logam bergambar pahlawan. Peluncuran uang baru ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dalam sebuah acara di Jakarta yang dihadiri keluarga para pahlawan yang diabadikan dalam uang-uang baru itu.

Pengumuman BI foto courtesy Singgih Setiadi
Tampak Belakang photo courtesy Pikiran Rakyat

Pecahan-pecahan baru rupiah adalah dalam nilai nominal Rp 100.000, Rp 50.0000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000, sedangkan untuk uang logam adalah pecahan Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, dan Rp 100. Peluncuran uang baru itu juga memiliki banyak makna.

Tampak Depan photo courtesy Pikiran Rakyat

Rp 100.000 bergambar Presiden Pertama RI Soekarno dan Wakil Presiden RI Mohammad Hatta

Rp 50.000 bergambar Djuanda Kartawidjaja

Rp 20.000 bergambar Sam Ratulangi

 Rp 10.000 bergambar Frans Kaisepo 

Rp 5.000 bergambar KH Idham Chalid 

Rp 2.000 bergambar Mohammad Hoesni Thamrin 

Rp 1.000 bergambar Tjut Meutia 

Rp 1.000 bergambar I Gusti Ketut Pudja (uang logam)

Rp 500 bergambar TB Simatupang (uang logam)

Rp 200 bergambar Tjiptomangunkusumo (uang logam)

Rp 100 bergambar Herman Johannes (uang logam)

Uang Lama yang tidak berlaku lagi. foto courtesy Singgih Setiadi

FYI punya uang RP. 100.000 yang seperti diatas, berbahan polymer ? Nah yang ini tidak berlaku lagi. Karena ternyata bahan polymer bisa meleleh di daerah tropis kayak di Negara Kita.

Tak Sabar rasanya punya yang Baru. Penasaran pengen pegang, lalu belanja.

Selamat ya Indonesia punya Uang Baruu