#AipTrip2016

Sepanjang 2016, saya bersyukur bisa melakukan beberapa kali #AipTrip, lebih sering dari tahun 2015 !!

Tahun 2016 ini saya mendapatkan banyak kesempatan menarik untuk bepergian yang tentu saja diberi hastag #aiptrip ke berbagai daerah di Indonesia. 

Satu hal yang saya pelajari dan perbaikan di 2016 adalah menuliskan semua perjalanan saya dalam blog supaya terdokumentasikan dengan baik. Jangan lupa pasang foto yang bagus dan menarik supaya lebih enak dibaca. Sebelumnya malas sekali update Blog. Tapi ternyata selain bisa jadi journal pribadi, blogging bisa membawa saya ke beberapa tempat dan kesempatan yang tak terbayangkan sebelumnya. Masih banyak yang perlu diperbaiki, Tapi grafiknya naik lah.

Keep up your blog people !

Dimulai dari Awal Tahun, #AipTrip Berbuka dengan kepergian saya ke Kota Garut, tempat saya bertumbuh kembang dahulu, saat masih kanak-kanak. Setelah beberapa hari sebelumnya ngos-ngosan mendaki Gunung Galunggung , trip kali ini ke Garut terasa begitu berarti, karena bisa mengunjungi sekolah saya dulu. Sayang masih pada libur , jadi tidak bisa berjumpa dengan para Guru zaman saya sekolah dulu. 

TK saya dulu

Saya juga berkesempatan belanja di outlet Chocodot yang menjual aneka Rupa Coklat unggulan produksi asli Kota Garut. Bentuk usaha kreatif daerah yang keren sekali.

Di bulan January juga saya mengikuti lomba Menulis Blog yang diselenggarakan oleh PT Newmont Nusa Tenggara bekerjasama dengan Metro TV. Alhamdulillah saya terpilih menjadi 20 orang terbaik yang karya tulisnya dinilai bagus dan akan berangkat untuk belajar dan hidup di Tambang site PT NNT di Batu Hijau, Sumbawa Barat. Peristiwa | Inilah 20 Pemenang Peserta Newmont Bootcamp 2016

February

Menghabiskan 9 hari di Sumbawa Barat merupakan pengalaman yang mengayakan pengalaman saya. Selain belajar soal proses produksi konsentrat Tembaga yang lebih ramah pada lingkungan. Bagaimana usaha mereka supaya lingkungan terjaga patut diacungi jempol. Pengelolaan air terdampak tambang yang diolah sedemikian rupa supaya tidak berdampak pada air Alam, Dan bisa dipakai lagi dengan sistem pengairan yang masif , lalu program pengembalian fungsi lahan bekas tambang menjadi Hutan kembali yang terus berlanjut, dan beberapa sudah sukses menjadi hutan lagi. Dan tentunya evaluasi kondisi lingkungan dengan cara-cara ilmiah, supaya tetap terkontrol sehingga mendapatkan sertifikasi nilai tinggi dari pemerintah. 

Selain itu kita juga bisa mengalami kehidupan ala pekerjaan tambang yang tidak seseram yang saya kira. Bisa berjumpa dengan masyarakat sekitar tambang, berinteraksi untuk mengetik kondisi mereka dan dampak tinggal di wilayah lingkih tambang dan juga melihat keindahan alam Sumbawa Barat yang tetap lestari walau ada kegiatan penambangan. Benar-benar perjalanan yang merubah persepsi saya terhadap tambang, dan membuat standard saya terhadap tambang lebih tinggi. 

Mine Site Batu Hijau
Pose di Haul Truck

Silakan baca beberapa tulisan saya selama mengikuti program #newmontbootcamp

Batu Hijau , Permata Sumber Kehidupan

perkara makan di tambang

Pembuktian si Orang Curiga

Pengalaman Hampir Menjungkalkan Truk Raksasa

Desa Kertasari

Keindahan Pantai Sumbawa Barat

Pada Bulan Maret

 #Aiptrip ke Ujung Genteng. Perjalanan cukup lama dengan membawa Mobil sendiri. Perjalanannya 8 jam dari Jakarta !!!

Tapi sepadan dengan pemandangan alam Ujung Genteng, bisa melepas tukik , mencoba aneka seafood enak dan juga perjalanan penuh nuansa hijau hutan dan pepohonan favorit saya.

Silakan dibaca #aiptrip ke Ujung Genteng

Di bulan Maret juga sempet mampir mengunjungi Rumah Anyo, tempat singgah anak-anak pengidap kanker. Dimana mereka masih bisa Ceria Dan menjadi anak-anak walau sakit berat. Mereka sangat inspiratif dan jarang mengeluh. Tetap kuat walau tidak sehat. Baca kisahnya yang mengharukan di postingan

ketemu anak-anak Anyo

Bulan April 

Ternyata setelah membaca tulisan dan memperhatikan aktivitas social media selama #newmontbootcamp , saya dan beberapa alumni #newmontbootcamp terpilih kembali untuk melihat langsung tambang yang sudah ditutup dan dalam proses menjadi Kebun Raya. Sebuah perjalanan yang agak kontroversial, karena kami pergi ke Teluk Buyat, di Minahasa Tenggara yang tempat bikin geger beberapa tahun yang lalu. 

Perlu Jip khusus untuk bisa datang ke bekas tambang, karena sudah berubah jadi hutan
Kapan lagi naik mobil berdiri. Ini masih di jalan penduduk , menuju bekas lahan tambang

Lewat Menado, kami pergi ke campsite PT Newmont Minahasa Raya di Pantai Lakban. Lalu pergi melihat bekas lahan penambangan PT Newmont Minahasa Raya.  

Disana kami takjub melihat hutan lebat yang berdiri di atas bekas lahan tambang. Aneka pepohonan tumbuh subur , rapat bagai hutan belantara. 

Sempet bingung penasaran tambang ya sebelah mana. Gak keliatan karena sudah jadi hutan.  Pemandangannya sangat indah. Tahun 2017 ini rencananya akan diserahterimakan pada pemerintah setempat dan menjadi Kebun Raya.

Bekas tambang Emas dilihat dari Look Point
Bukit Harapan yang ada diantara Teluk Buyat dan Ratatotok

Kita juga diajak melihat situasi laut dan juga bertemu dengan penduduk setempat untuk melihat efek Pencemaran yang “katanya” terjadi disana. 

Tidak terlihat tuh efek Pencemaran Berat di Laut. Semuanya normal, sehat dan indah. Sempet juga mencicipi Ikan tangkapan di Teluk Buyat. Aku baik-baik saja setelah mengkonsumsinya.

Para nelayan bisa memanen ikan lebih banyak dari masa lalu, karena ada projek budidaya Karang untuk meningkatkan kualitas biota laut. Kita juga sempet mampir ke danau Linow dan melihat kota Menado.

Baca tulisannya di

Berani Makan Ikan di Buyat ?

mau apa ke Teluk Buyat?

Bubur Tinutuan 

Baca #Aiptrip ke danau Linow yg Huwow

Bulan Mei

Di bulan kelahiran saya #Aiptrip berangkat ke daerah Banjar untuk menyusuri Jalur Lintas Selatan   lewat Pangandaran dan pantai-pantai indahnya sampai Cipatujah. Makan sea food dan pergi ke Tasikmalaya

Silakan dibaca road trip ke Pangandaran dan Pantai Jalur Selatan

Di bulan ini sempet juga jalan-jalan ke tempat selfie hits di Bandung #Aiptrip ke The Lodge Maribaya

#Aiptrip goes to Singapore, untuk lebih mengenal daerah Little india dan sekitarnya.     

Bulan Juni

#Aiptrip Goes to BSD buat Wisata Kuliner ! Siapa sangka disana banyak tempat makan enak dan variasi yang menggiurkan ! 

Baca #Aiptrip my Trip to BSD

Juli

#AipTrip goes to Monas ! Sebuah perjalanan pencarian Pokemon yang berubah menjadi perjalanan mengapresiasi Monument kebanggaan Indonesia. Mengekspresikan kembali fasilitas Monas yang makin rapi dan cantik

Baca #aiptrip ke monas 

Agustus

#Aiptrip ikut dalam #BatuHijauBootCamp , sebuah program berkonsep charity yang diprakarsai PT Newmont Nusa Tenggara yang dalam proses menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara. 

Perjalanan dimulai dari Sumbawa, lalu ke Surabaya melakukan kegiatan charity dan advokasi buat anak-anak kurang mampu. Kita dibagi menjadi Dua Group  Barat dan Timur. Group Timur mulai dari Sumbawa , sementara Group Barat baru bergabung di Jogjakarta , dimana kita datang ke Komunitas Kagem, untuk berjumpa dan bermain dengan anak-anak yg belajar disana. Program ini juga diselipi dengan jalan-jalan ke Gumuk Pasir Parangkusumo, Museum Ullen Sentalu. Wisata Kuliner Jogja yang mempesona lidah saya. 

Lalu kita naik kereta Api beramai-ramai ke Jakarta untuk datang ke Yayasan Benih Kebajikan AL Hasyim di Jagakarsa, dimana bootcampers mengajari anak-anak belajar komputer dan menyerahkan bantuan sebuah komputer baru untuk dipakai belajar.

Diakhiri dengan acara ramah tamah di Hotel all seasons Jakarta setelah mengikuti pertandingan futsal yang bikin saya ngos-ngosan tapi rame

Program #BatuHijauBootcamp #AMMANMineral memperoleh #GoldenWordlAwards 2016 untuk kategori ” Manajemen Reputasi dan Brand Online”  dalam #IPRA (International Public Relations Association) Awards 2016.

#AmmanMineral menjadi perusahaan tambang pertama asal Indonesia yang mendapatkan penghargaan ini. 
Penghargaan ini diberikan dalam acara Gala Dinner di Doha, Qatar pada Sabtu 5 November 2016 dan diterima langsung oleh Pak Syaraffuddin Jarot dan Pak Arie Burhan dari PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara

Baca tulisannya di

#BatuHijauBootcamp di yayasan Kagem

#BatuHijauBootcamp di Jakarta

 main di Gurun Pasir

ketemu anak Komunitas Kagem

Mengajar Komputer di Al Hasyim

mencicipi pengalaman Cinta , Rangga dan Pak Bari

September

#Aiptrip goes to Gunung Sawal untuk melakukan pencarian 7 Curug legendaris di wilayah Kerajaan Panjalu. Sempet mampir ke Situ Panjalu dan seru banget naik turun bukit mencari Curug Tujuh. Suasana yang Hijau alami dan menyegarkan membuat pencarian lebih menyenangkan.

 Pengalaman pencarian 7 Curug Legendaris , silakan diklik saja 

Sebelumnya sempat mampir ke Situ Panjalu

#Aiptrip juga jalan-jalan ke wilayah di Kota Tua, stalking #semasadikotatua sebuah program pembukaan kembali Gedung di Kota Tua. Sungguh menarik melihat bangunan bersejarah yang dibilang kembali untuk umum , ceritanya bisa dibaca di Semasa Di Kota Tua

Oktober

AipTrip goes Jawa Timur an, salah satu daerah yang belum di eksplor adalah Banyuwangi, jadi pergilah saya kesana. 

Akhirnya bisa main ke Africa Van Java di Baluran, Main ke Pantai Bama, mampir Ke pantai Watudodol, 
Lalu berenang bersama Ikan Hiu di Bangsring Underwater Main bareng ikan hiu

main ke Kampung Adat Osing di Kemiren, lalu basah-basahan di Air Terjun Jagir

Karena Pulau Bali keliatan melulu, secara impromptu berangkatlah menyeberang Selat Bali. 

 menginap semalam, kita main ke Pandawa Beach, liat Sunrise di Sahur, lalu pergi ke Bedugul, dan mampir ke Pura Ulun Danu yang mempesona diatas danau Beratan. 

Sempet juga mampir ke danau buat sekedar selfie semata. 

Soal Danau Beratan Dan Pura yang indah silakan dibaca di   AipTrip goes to Pura Ulun Danu Beratan

Tak lupa mencicipi masakan khas Gilimanuk, Ayam Betutu Ibu Lina yang terkenal.

Baca tulisannya di

Pesona Budaya Osing

Ayam Betutu Ibu Lina Gilimanuk

bermain di Baluran

Pesona Rawon Bi Atik

November
#Aiptrip goes to Singapore, untuk lebih mengenal Singapore Botanic Gardens yang mengesankan

Sempet juga mencicipi Makanan menu sederhana rasa istimewa, RM Kenanga Garut baca di 

harta karun kuliner Garut

December

Karena kondisi kesehatan , saya ga bisa #Aiptrip, namun kesempatan itu tiba saat saya sedang terapi Alternative di Tasikmalaya , saya bisa jalan-jalan ke Situ Gede, sebuah danau Indah yang letaknya di pinggir kota , 

silakan dibaca di

Jalan-jalan ke Situ Gede

Pengalaman yang menyenangkan setelah berminggu-minggu dalam ruangan terus, bisa melihat keindahan alam sangatlah menyegarkan 

Terima Kasih 2016 untuk kesempatan , kesenangan dan juga berbagai pengalaman, terutama travelling ke beberapa daerah di Indonesia. 

Semoga 2017 menjadi lebih baik, lebih sehat, banyak rejeki dan berkesempatan untuk lebih sering jalan-jalan happy dan bermanfaat lagi. Dan semakin rajin menulis Dan update blognya, sama belajar foto lagi yaa. 

Amin. Selamat Tahun Baru 2017 !

Advertisements

Makan Ikan di Teluk Buyat, Berani Tidak ?

 Kesempatan mengunjungi Teluk Buyat yang sempat disamakan dengan Tragedi Minamata di Jepang adalah kesempatan travelling yang unik.

IMG_20160401_165109
ikan hasil tangkapan Nelayan Buyat

Terbayang gambar hitam putih para korban Minamata yang menderita karena memakan ikan yang tercemar Ethyl Mercury. Membayangkan di perairan Teluk Buyat juga dituduhkan telah terjadi pencemaran berat terhadap air laut seperti di Minamata sempat membuat hati ini bertanya-tanya. Kira-kira seperti apa masyarakat disana ?

Kalau memang terjadi hal yang dituduhkan di atas, pasti banyak yang korban yang sakit atau lebih parah meninggal dunia karena terpapar logam beracun itu. Seperti biasa , pemikiran Drama King saya selalu menjadi penanya pertama. Pasti mereka tidak akan mau mengkonsumsi ikan yang ditangkap di area sekitar Teluk Buyat. Lalu terpikir dalam benak saya, makan ikan dari Teluk Buyat, Berani Tidak ?

Keberangkatan saya ke Teluk Buyat adalah undangan dari PT Newmont Minahasa Raya, untuk melihat dan merasakan langsung kondisi di Teluk Buyat sekarang dan juga hutan bekas penambangan emas yang akan segera berubah menjadi kebun raya. Perjalanan ini menjadi sarana pembuka wawasan juga menjadi bukti kondisi disana dengan melihat, merasakan dan mengalami sendiri.

IMG_20160401_063223
saya dengan latar belakang Teluk Buyat

Datang ke wilayah sekitar Teluk Buyat , Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara, kira-kira 90 KM dari Manado, menempuh perjalanan kira-kira 4 jam melalui jalan berkelok yang mengocok perut lumayan membuat hati jadi penasaran. Tapi seperti biasa, biarkan panca indera saya yang berbicara, mereka adalah salah satu “detektor” alami saya, apabila satu daerah nyaman atau tidak.

Saya berkesempatan mendatangi dan berjumpa orang-orang yang tinggal disana, Saya melihat mereka tampak sehat, beraktivitas seperti nelayan di wilayah lain. Anak-anak bermain dengan riang gembira, senyum mereka terpancar cerah ceria. Sore itu indah sekali, cuaca sedikit mendung, meloloskan sedikit sinar keemasan matahari ke arah dermaga , dimana ada beberapa kapal kayu berukuran sedang bersandar. Cuaca cukup nyaman, angin laut bertiup sepoi-sepoi menghembuskan rambut saya.

DSC_0249.JPG

Memisahkan diri dari rombongan #newmontbootcamp, Saya mengunjungi dermaga dimana terlihat beberapa keluarga sedang memancing. Bapak-bapak, para Ibu dan beberapa anak sibuk memancing. Tangkapan mereka cukup banyak, dengan ukuran ikan yang beragam. Ikan yang lebih kecil dijadikan umpan untuk menangkap ikan yang lebih besar. Satu persatu ikan ditarik dari laut dengan pancing mereka. Ikan laut hidup aneka jenis menggelepar di dermaga, saat kail terlepas dari mulut mereka. Terlihat di kejauhan beberapa keluarga sedang memancing ikan untuk lauk pauk sehari-hari.

Ketika saya tanyakan, apakah ikan-ikan hasil tangkapan itu akan dijual. Sang Ibu menjawab bahwa ikan itu akan menjadi lauk untuk makan keluarga mereka. Betapa berlimpah kekayaan laut di sekitar Buyat-Ratataotok, di dermaga saja sudah bisa menangkap Ikan berukuran cukup besar. Perkiraan beratnya 300-500 gram. Lumayan sekali. Kebutuhan protein keluarga bisa dengan mudah terpenuhi, dengan modal pancing, kail, kesabaran dan keahlian memancing. Beruntung sekali keluarga ini bisa memiliki kesempatan beraktivitas bersama, menghasilkan pula.

Namun sayang saat saya mau menanyakan apakah mereka tidak takut makan ikan dari Teluk Buyat, rombongan saya sudah memanggil, karena akan berangkat ke destinasi selanjutnya. Tapi sekilas melihat keluarga itu tertawa lebar, memancing bersama, melihat mereka terlihat sehat, kekhawatiran saya sedikit berkurang.

Ternyata rombongan #newmontbootcamp pergi mendatangi sebuah rumah penduduk yang menjual Deho Fufu. Deho adalah ikan cakalang muda yang dimasak dengan cara diasap. Ikan Deho ini disusun dengan rapi beberapa baris, lalu diletakkan di dekat api unggun. Proses memasak perlahan tapi pasti, mematangkan ikan dan juga menyelipkan aroma smokey atau asap yang pastinya nikmat.

DEHO FUFU.JPG

Fufu Salah satu cara pengawetan ikan efektif dan populer di wilayah Indonesia Timur. Ikan cakalang kecil atau Deho, disusun rapi lalu didekatkan dengan api uggun supaya masak. foto dokumen pribadi Kami dipersilahkan menikmati hidangan Deho Fufu, caranya ikan asap di celupkan di air jeruk, lalu dicocolkan ke sambel yang sudah disediakan. Ketika yang lain menyerbu Ikan Deho Fufu, hati saya sempat bergetar sedikit, mengetahui ikan-ikan itu didapatkan dari Teluk Buyat. Tapi teringat keluarga pemancing tadi, dan liukan aroma smokey si Deho Fufu yang menyentil penciuman saya sejak tadi, membuat saya berani dan lupa akan kekhawatiran seblumnya. Bismillahirrahmaanirrohiim..

Ikan Deho diambil dari panggangan, agak panas, segera diletakkan di piring. Lalu celupkan dalam perasan jeruk nipis. Diamkan sebentar, comot dagingnya, lalu benamkan pada sambal yang disediakan. Rasanya…….. Sungguhlah sedap. Daging Deho segar yang hangat, terasa manis dan gurih di lidah. Tendangan rasa asam dari jeruk nipis memperkaya rasa, lalu muncullah rasa sedikit pedas dari sambal. Tak terasa dua ekor Deho telah tuntas dinikmati. Teman-teman serombongan #newmontbootcamp pun tampak sangat menikmati sajian ikan Deho Fufu. Tidak ada rasa yang aneh tercecap dalam hidangan kali ini.

IMG_20160401_172324.jpg

Kesempatan berikutnya makan Ikan dari Teluk Buyat datang saat makan malam , ada dua ikan bakar berukuran besar. Seekor Tenggiri dan seekor Giant Travelly ( Kuwe) dipanggang dengan baik. Dagingnya terasa manis dan segar. Gurih dicocolkan pada sambal kecap berlimpah cabai rawit dan bawang merah. Sedap bin enak ekstra Laziz ! Ikan Bakar Segar dan sedap.

ikan bakar.jpg

Satu lagi hidangan ikan dari Teluk Buyat yang ekstra lezat adalah Sup Cakalang. Sup bening dengan potongan ikan Cakalang segar. Tekstur dagingnya lembut dengan kesegaran yang luar biasa. ada rasa asam, gurih dan rasa aneka herba yang dimasukan dalam sup ini. sup cakalang segar dan nikmat.

sup cakalang.jpg

Sebenarnya kekhawatiran saya tidak beralasan, karena banyak bahan bacaan yang mengungkapkan bahwa tidak terbukti pencemaran di Teluk Buyat. Mengutip dari Majalah Makora Edisi Penutupan Tambang 2014, Panel Ilmiah Independen (PII) Teluk Buyat yang terdiri dari pakar lingkungan, kelautan dan kesehatan masyarakat, pada tanggal 31 Mei 2014, menyampaikan secara umum sampai tahun 2013 di wilayah Teluk Buyat tidak ditemukan dampak buruk penempatan tailing di Teluk Buyat terhadap kualitas air laut, makrobentos, terumbu karang dan ikan. Menristek Prof.Dr.Ir.H. Gusti Muhammad Hatta, Msi menyampaikan bahwa secara keseluruhan hasil survey air laut 2013 dan seluruh survey yang dilakukan PII sebelumnya menunjukan bahwa kualitas air laut Teluk Buyat memenuhi Baku Mutu Air Laut Indonesia untuk biota laut dan tidak ada indikasi bahwa penempatan tailing di Teluk Buyat menimbulkan dampak buruk terhadap kualitas air laut. Panel Ilmiah Independen dibentuk sebagai kelanjutan dari Perjanjian Itikad Baik ( Goodwill Agreement) yang telah ditandatangani oleh Pemerintah Republik Indonesia dan PT Newmont Minahasa Raya pada 16 Februari 2006. PII Bertugas memantau kondisi lingkungan Teluk Buyat selama 10 tahun. Tujuannya menentukan secra konklusif apakah terdapat dampak negatif terhadap Teluk Buyat dan warga setempat karena kegiatan operasi tambang PT NMR. Panel Ilmiah ini dibina oleh Menristek, dengan anggota Prof.Dr.Magdalena Irene Umboh, DEA ( Universitas Negeri Manado) , Prof.Dr,Amin Soebandrio, PhD ( Universitas Indonesia) , Thomas Shepperd PhD ( Shepherd Consulting Inc, Fort Collins, Colorado USA) , Prof,Dr.Ir.Inneke FM. Rumengan ( Universitas Sam Ratulangi , Manado), Keith William Bentley, PhD ( Center of Environmental Health Pty Ltd, Australia) dan Prof.Ir.Mukhtasar, M.Eng,PHD ( Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya) , Jadi kalau panel ilmiah yuang sudah memantau dan meneliti kualitas lingkungan di Teluk Buyat selama 10 tahun sudah bilang aman , apalagi yang perlu ditakutkan ?

Teluk Buyat sekarang mulai bangkit lagi, panen ikan yang sempat berkurang beberapa waktu lalu karena ulah pembom ikan dari daerah lain yang datang menangkap ikan dengan cara yang tidak benar. Program penyelamatan biota laut di Teluk Buyat, mulai memberikan hasil ketika jumlah ikan semakin meningkat seiring dengan peningkatan kualitas laut yang semakin sehat. Para Nelayan bisa mencari nafkah, menangkap ikan yang berlimpah.

Semoga kondisi ini bisa terus dipertahankan dengan kesadaran semua orang agar bisa melakukan segala kegiatan kehidupan dengan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan.

Mengetahui tidak terbuktinya pencemaran di Teluk Buyat , Melihat penduduk disana sehat walafiat memakan ikan yang ditangkap disana, dan merasakan sendiri kelezatan ikan , membuat saya tidak takut lagi makan Ikan yang ditangkap di Teluk Buyat.

Makan Ikan di Teluk Buyat, Berani Gak ? Berani ! Berani Nambah !!

Mau Apa Ke Teluk Buyat ?

Perjalanan saya kali agak berbeda. Karena akhirnya saya datang ke daerah yang bisa dibilang cukup kontroversial. Teluk Buyat. Mendengar namanya saja, sudah agak tegang. Biasa, sebagai pecinta drama alias Drama King, kadang pemikiran suka mendramatisir sendiri. Gimana nanti kalo kena airnya kulit jadi gatel, rambut rontok ?

Nama Teluk Buyat ini sempat tercemar, ketika ada heboh-heboh demo pencemaran lingkungan oleh PT Newmont Minahasa Raya pada tahun 2004 lalu. Tidak pernah ada data konkrit dari si penuduh terhadap yang dituduh. Isu pencemaran berat yang diangkat tidak pernah terbukti.

Mengutip dari Buku Newmont Minahasa Raya: 25 Tahun Berkarya bagi Negeri  “Pada pertengahan 2004, nama Newmont sempat menjadi pembicaraan publik dunia ketika tuduhan pencemaran di Teluk Buyat mencuat dan menjadikan PTNMR dan mantan Presiden Direktur PTNMR Richard Bruce Ness sebagai terdakwa. Namun, seperti diketahui, pada 24 April 2007, melalui persidangan panjang (21 Bulan, sejak Agustus 2005) dengan 54 kali sidang, dan menghadirkan 63 saksi—termasuk saksi ahli dari dalam dan luar negeri—serta ribuan halaman studi, laporan dan dokumentasi  resmi, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Manado memutuskan bahwa tuduhan pencemaran itu tak terbukti sama sekali. Newmont dan mantan Presiden Direktur-nya dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan dan dipulihkan harkat dan martabatnya di mata hukum”

Masalahnya, memori kita soal kehebohan isu itu tak sempat tercabut dari pikiran. Jadi ketika mendengar nama itu, masih saja ada rasa gentar. Sedikit…

Sesampainya disana, bayangan saya mengenai Teluk yang tercemar tidak terbukti. Teluk Buyat Ratotok, terlihat sangat alami dan bersih. Lautnya biru, pantainya bersih berpasir halus. Terlihat kapal nelayan entah itu pulang melaut atau baru saja berangkat. Udaranya segar dengan langit bersih tak berpolusi. Saya juga melihat bekas penambangan emas yang berubah fungsi menjadi hutan, sampai tidak terlihat bahwa dahulu disitu pernah ada tambang emas. Dan sekarang dalam proses menjadi sebuah Kebun Raya.

IMG_20160402_055718
Pemandangan Teluk Buyat yang tenang dan indah

Berkesempatan mengunjungi Teluk Buyat, Kecamatan Ratotok , Kabupaten Minahasa Tenggara ternyata menjadi perjalananan yang membuka wawasan. Bersama rombongan #newmontbootcamp kami melihat banyak sekali hal menarik.

Pertama saya bisa melihat kesuksesan upaya pengalih fungsian lahan tambang emas menjadi hutan, yang akan segera menjadi Kebun Raya, agar tetap lestari. Yang menarik, sisa penambangan emas PT Newmont Minahasa Raya, hampir tidak terlihat lagi

IMG_20160401_151118_1.jpg

Kedua Saya bisa melihat , betapa lestarinya lingkungan di sekitar Teluk Buyat, Nelayan masih bisa melaut mencari ikan. Program pelestarian terumbu karang terbukti menyuburkan mahluk laut

IMG_20160401_103900
Diving dan snorkeling menjadi kegiatan favorit karena pemandangan bawah lautnya spektakuler

dan Ketiga, saya bisa menyaksikan keindahan Indonesia dalam bentuk lain. Yaitu kerukunan beragama. Wilayah Buyat – Ratotok adalah salah satu contoh dua pemeluk agama, yaitu Kristen dan Islam dapat hidup mesra berdampingan. Saling bantu membantu, dan banyak lagi hal yang bisa saya lihat disana.

IMG_20160402_083920
Mesjid dan Gereja dibangun berdampingan menjadi simbol kerukunan umat beragama di Teluk Buyat

Keempat saya bisa melihat sendiri potensi wisata luar biasa yang  ada disana, wisata bahari, wisata humanis, wisata Hutan Raya, dan banyak lagi

IMG_20160401_101955
Pemandangan Bukit Harapan Damai dari Laut

Berwisata ke Teluk Buyat dan daerah sekitarnya ternyata tidak semenakutkan yang dibayangkan sebelumnya. Tidak ada rambut rontok, kulit gatal atau pemandangan yang menyedihkan.

 

Jadi kalau ada pertanyaan Mau Apa ke Teluk Buyat ? Banyak sekali jawabannya !

Pengalaman Hampir Menjungkalkan Truk Raksasa

Dalam perjalanan #NewmontBootcamp ini saya takjub dengan kemajuan teknologi di bidang pertambangan. Mulai dari pabrik yang besar , sistem penanganan lingkungan yang mumpuni, dan banyak lagi.

Tapi ada satu mesin yang menarik perhatian saya. Mesin Raksasa pengangkut bijih batuan dari Mine Pit Batu Hijau, sang Permata Raksasa ke mesin Crusher. Sang Haul Truck !

Alhamdulillah kami berkesempatan melihat lebih dekat Haul Truck,  Kendaraan ini BESAR sekali. Tingginya 6 meter, Naiknya saja harus pakai tangga. Sekali angkut bisa 240 ton batuan ! Salut sama drivernya. Kendaraan roda 6 ini memiliki ban super besar, yang harus diganti karena aus setiap maksimal 5-6 bulan sekali. Harga satu ban nya senilai US$3000. Setiap kali mengisi bensin 5000 liter dengan masa pakai 24 jam. Silahkan dihitung biaya maintenance nya.

Kami juga sempat berjumpa dengan salah satu pengemudinya, Mbak Rita atau akrab Itot yang merupakan seorang wanita asli Sumbawa. Hebat sekali Mbak Itot ini, sudah sangat berpengalaman membawa Haul Truck. dan dia bukan wanita satu-satunya drivel Haul Truck disini.

Saya berkesempatan naik keatas Haul Truck dan diberi izin untuk duduk sebentar di kursi kemudinya. Kendaraan ini besar dan luas sekali ! berulang kali saya menyebutkan kalimat ini. Banyak tombol di panel kemudinya. saya takut menekan tombol manapun ! Takut truck nya jalan, sementara dibawah banyak orang sedang berfoto. jadi duduk sebentar, berpose ala pengemudi Haul Truck,  lalu turun.

Tidak sembarang orang bisa mengendarai Haul Truck. ada pelatihan yang intensif dan panjang. Karena cara mengemudikannya pun tidak mudah. ada protokolnya.

Saya berkesempatan mengikuti training mengendarakan Haul Truck di Mining Centre PT Newmont. pelatihan dilaksanakan didalam simulator 4 D terbaru. Dimana ada program komputer yang mengatur supaya terasa dalam Haul Truck aslinya. Seorang instruktur dan programer membantu saya belajar mengemudikan Haul Truck. Ada beberapa layar yang menyerupai kaca dalam Haul Truck. protokolnya sebelum menyalakan mesin, tekan klakson 1 kali. Lalu , starter mesin  agak lama. kalau kurang lama tidak akan kestart.

Setelah berhasil distart, tekan klakson lagi 3 kali untuk memberitahu orang disekitar bahwa Haul Truck akan jalan. lalu masukan gigi ke D untuk jalan. Haul Truck memakai perseneling otomatis. Setirnya tidak bisa dibilang Ringan, walau Power steering, tapi rasanya berbeda dengan kendaraan biasa. mungkin karena ukurannya yang raksasa.

Dalam simulasi, saya diminta untuk berbeloik, mengikuti jalan yang ada. lalu berhenti saat ada Haul Truck lain lewat. Lalu instruktur meminta programer untuk menurunkan hujan, lalu turunlah hujan buatan dilayar. seru sekali. seperti asli, Lalu Instruktur meminta programer untuk simulasi kebakaran terjadi dalam Haul Truck.

Sirine tanda bahaya berbunyi nyaring. saya diminta instruktur untuk menghentikan Haul Truck. tapi karena penasaran, saya kurang menghiraukan instruktur. saya pacu Haul Truck mendekati lereng Mine Pit dengan harapan saya akan rem mendadak ketika sudah dekat. Keisengan saya berbuah hampir celaka, ternyata tidak mudah menyetir haul truck dengan kecepatan tinggi. proses beloknya pun menjadi sulit…

Lereng Mine Pit semakin dekat…

Cekungan berwarna Turquoise mulai terlihat jelas

Sementara perlambatan Haul Truck masih kurang.. masih berlari menembus jalan

Kaki saya menginjak pedal rem kuat-kuat…

Lalu terasa getaran kuat di kursi kemudi, disertai jeritan orang-orang.

Haul Trucknya hampir terjungkal kedalam Mine Pit yang dalam itu….

untung saja ini simulasi. bukan kejadian nyata. tapi memang tidak mudah mengendarai raksasa ini. perlu pelatihan, kesabaran, dan juga komitmen menjalankan Standar Operation Procedure. karena berkaitan dengan keselamatan banyak jiwa.

Sungguh penglaman yang seru. saya mau lagi, tapi antrian untuk mencoba simulator sudah panjang, saatnya yang lain mencoba.

IMG_20160215_113353
Berpose di Ban Haul Truck bersama gerald dan Pelangi dari Metro TV dan Maha Chakry dari Berita Satu #Newmontbootcamp
IMG_20160215_113307
Mencoba menyandarkan beban hidup kepada haul Truck yang kuat #Newmontbootcamp
IMG_20160215_114415
Kegirangan duduk di kursi kemudi Haul Truck #Newmontbootcamp
IMG_20160215_112800
#Newmontbootcamp Next Top Model berpose di haul Truck
IMG_20160215_112142
Mbak Itot yang Jagoan. Driver wanita asal Sumbawa #Newmontbootcamp
IMG_20160215_151149
Gara-gara pnasaran, akhirnya hampir menjungkalkan Haul Truck di Simulator #Newmontbootcamp

Cerita Perjalanan Pembuktian Si Orang Curiga

Keberangkatan saya menuju Pulau Sumbawa Barat, dalam rangka #Newmontbootcamp untuk mengunjungi Tambang Batu Hijau didasari sebuah pertanyaan dalam pikiran saya selama bertahun-tahun.  Adakah Tambang Yang Ramah Lingkungan

Karena selama bertahun-tahun informasi yang saya dapatkan bahwa kebanyakan proses penambangan merusak , meracuni lingkungan sekitarnya. Saya curiga disana keadaannya seperti itu. Ya, saya memang orangnya curigaan. Terbayang lingkungan disekitarnya kotor, berjelaga, banyak timbunan tanah, udara kotor menyesakkan dada, sungai-sungai terdampak polusi sehingga warnanya tidak asli. Melalui panca indra saya akan membuktikan apakah disana memang ramah lingkungan. data statistika memang penting, tapi sebagai manusia, panca indera adalah satu alat uji paling tepat bagi saya. Apalagi saya termasuk orang yang gampang alergi-an, kena air kotor gatal, menghirup udara tidak bersih suka rada sesak, kulit terkena debu gatal juga. Saya menjadikan diri saya sebagai Detektor Manusia!

Bersama dengan 20 orang dari berbagai latar belakang kehidupan, PT Newmont Nusantara semacam menantang kami untuk melihat langsung kondisi tambang mereka di Batu Hijau, Sumbawa Barat. Awalnya saya sempat curiga, akan seperti apa perjalanan ini, semacam darma wisata kah ? hanya melancong ceria, atau hanya diperlihatkan sisi bagusnya saja ? atau diperlakukan sama seperti pekerja tambang biasa ?

Sepanjang perjalanan, Kami diperlakukan dengan baik sebagai tamu, tidak berlebihan. setelah penerbangan Jakarta – Lombok , lalu menaiki Kapal Tenggara Satu, kami berlabuh di Pelabuhan Benete Sumbawa Barat. Dari kejauhan saya melihat ada semacam bangunan tinggi di Pelabuhan, wah mulai daerah tambang saya pikir. Siap-siap melewati daerah kotor. Tapi saya salah Pemirsah ! kami bersandar di Pelabuhan Benete yang tenang, berair bersih, berudara bersih. ada sedikit debu beterbangan saat para pegawai Newmont yang sekapal dengan kami bergegas menuju bis untuk segera berangkat ke Townsite Batu Hijau. Aneh juga pikir saya, ini dermaga bersih sekali, air lautnya jernih. ingin rasanya terjun mandi-mandi. Tapi urung karena saya dipanggil untuk naik ke bis.

Memasuki Townsite Batu Hijau yang dijaga ketat, senja sudah mulai tiba, taburan warna jingga , merah muda menghias angkasa, sekilas dari bis saya melihat semua tertata rapi dan dijaga bersih. Begitu pula tempat kami menginap di Kompleks T3, lingkungannya asri dan penuh dengan hijau pepohonan. adem sekali. saya suka. Pagi terasa lebih nikmat dengan udara segar yang saya hirup disini dibandingkan dengan di Jakarta, atau bahkan dengan di Kota Bandung !! Segaaar !

Ketika rombongan #Newmontbootcamp berangkat menuju Mine Site Batu Hijau, kami mendapatkan penjelasan kalau semua proses produksi konsentrat dilakukan dengan proses fisika, jadi tidak menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya bagi lingkungan dan mahluk hidup. Proses penggerusan batuan menjadi bijih, pengiriman ke Concentrator dimana batuan kecil diubah menjadi konsentrat yang mengandung logam mulia melalui proses flotasi. Jadi secara mudahnya dijelaskan seperti ini. Kandungan Logam mulia semakin disaring, supaya mengambang lewat beberapa kolam raksasa dengan tingkatan yang berbeda. Hasilnya lalu akan dikirimkan ke tempat pengeringan dimana konsentrat cair akan dikurangi kadar airnya, lalu siap ditempatkan di gudang. Menunggu untuk dikirimkan ke Smelter. Sementara sisa buangan produksi yang disebut dengan Tailing ditempatkan dengan hati-hati melewati sistem pipa darat  sepanjang 6km, dan pipa laut sepanjang 3 km di Teluk Senunu di kedalaman 125 Meter. Idiih, ga bahaya tuh buat mahluk laut, ga bocor ke gugus pantai ? Secara sadar Pihak Newmont Nusa Tenggara menjelaskan kalau ada dua solusi penempatan Tailing. Membuat Dam atau menempatkannya didasar laut. Pertimbangannya wilayah NTB termasuk daerah rawan gempa, sehingga resiko Dam pecah besar. Menempatkan Tailing di Palung Teluk Senunu adalah jalan terbaik. Dan karena massa tailing lebih berat dari air laut, secara fisika dia akan turun ke palung. Apakah benar-benar tidak berdampak pada lingkungan ? Memang resiko ada, dan team Enviro melakukan pemeriksaan berkala kualitas lingkungan air laut disekitar Teluk Senunu memastikan semuanya berjalan dengan semestinya. Ada Kapal penelitian khusus menguji kesehatan lingkungan sekitar Teluk Senunu. Hasilnya dari Uji Lingkungan dilaporkan kepada Pemerintah secara berkala. Hasil Uji Lingkunganya selalu sesuai dengan desain yang direncanakan.

Rombongan #NewmontBootcamp sempat diajak ke kantor Enviro, Environmetal Department, dimana kita sempat melihat Nursery, tempat penyemaian bibit pohon endemik daerah Batu Hijau untuk penanaman kembali. Kita juga diajak melihat wilayah reklamasi lainnya, juga tempat mereka mengolah sampah. Dari mulai sampah rumah tangga, sampai sampah medis dan sampah manusia benar-benar dikelola supaya berakhir dengan benar dan tidak mencederai lingkungan sekitarnya.

Kamipun sempat diperlihatkan wilayah Reklamasi. Reklamasi ? Banyak orang alergi dengan kata itu. Tapi Reklamasi disini dilakukan untuk mengubah lahan terdampak penambangan menggunakan tanah yang dikeruk untuk menggali tambang untuk diatur kembali menjadi sedia kala seperti sebelum ditambang. Proses reklamasi dan Revegetasi tidak menunggu proses penambangan selesai, tapi berjalan seiring dengan proses penambangan, sehingga seimbang usaha penambangan dan juga pengembalian fungsi lahan menjadi hutan seperti sebelumnya. Prosesnya panjang, tanah diatur sedemikian rupa agar kuat. Lalu dipasang Coconet, sejenis jaring terbuat dari sabut kelapa, lalu ditanami Padi dan Turi untuk mengikat dan menyuburkan tanah. Prosesnya masih panjang, tanah itu ditanami dengan tanaman endemik seperti Galumpang, Binong, Trembesi, Ipil dll. Lalu lahan tersebut dipantau perkembangannya agar tumbuh sehat menjadi hutan seperti dahulu sebelum menjadi tambang. Kabar gembira , beberapa jenis hewan endemik yang sempat pindah rumah ke hutan yang tidak terdampak tambang, kembali pulang ke lahan reklamasi yang telah menjadi hutan kembali. Saya melihat sendiri hutan hasil Revegetasi tahun 2008 sudah rimbun, vegetasinya cukup rapat dan beberapa burung Elang terbang dengan bebas disekeliling hutan yang umurnya baru 8 tahun itu. Sambil memandang Elang yang sedang mencari mangsa, tiupan angin segar dari arah hutan baru ke arah saya yang sedang kegerahan karena terik matahari Sumbawa yang panas, menyadarkan saya, kalau Elang itu mencari mangsa, berarti rantai makanan telah terbentuk lagi di hutan ini.

Satu hal yang menarik hati saya ketika diajak jalan-jalan dengan team Enviro ini adalah bagaimana mereka menangani air. Air Terdampak Tambang dan juga Air Alami. Mereka membuat sistem pengairan yang benar-benar niat memisahkan air terdampak  di beberapa tambang yang ditampung beberapa Dam seperti Dam Santong 1,2, dan 3. Kedua aliran air, baik yang terdampak maupun yang alami diperiksa secara berkala untuk mengetahui keamanannya. Air terdampak akan diolah untuk digunakan kembali dalam proses produksi konsentrat. Uji Baku mutu sangatlah tinggi. dan prosesnya tidak ditutupi. sempat di kantor Enviro saya disodori laporan soal lingkungan yang tebal bak ensiklopedi. mereka sangat yakin semua proses penambangan sangat memerhatikan lingkungan hidup disekitarnya. karena memang bagian dari SOP. PT Newmont Nusa Tenggara berani menggelontorkan biaya jutaan dollar untuk memastikan lingkungan disekitar tambang tetap lestari. selain itu juga para pegawainya sudah ditraining dan memiliki kemauan untuk memastikan lingkungan tetap terlindungi berkat SOP dari perusahaan.

Setelah berkeliling disekeliling pabrik, #newmontbootcamp juga sempat diajak jalan-jalan ke beberapa pantai yang segaris dengan Pantai SWISS tempat penempatan tailing. seperti pantai Lawar, Pantai Rantung, Pantai Maluk. Semua pantai nya sangat indah, bersih, tidak ada limbah coklat atau hitam seperti yang saya bayangkan. Bahkan di Maluk ada program penangkaran Penyu Sisik dan Penyu Belimbing. supaya hidup mereka tetap lestari. PT NNT juga melakukan beberapa program penanaman dan perawatan terumbu karang, untuk melestarikan kekayaan hayati alam bawah laut disekitar wilayah Tambang. Saya jadi curiga, mereka membawa kami jalan-jalan ke pantai secara tidak langsung memperlihatkan, lihatlah pantai-pantai yang segaris dengan Teluk Senunu tempat penempatan Tailing, semuanya bersih dan bebas pencemaran. Malah biota laut hidup sehat dalam lingkungan yang berfungsi dengan baik ( kesimpulannya Mas Arief orangnya curigaan)

Melalui semua pengalaman, semua kecurigaan saya diawal musnah semua. Sebagai Detektor Manusia, semua panca indera saya tidak menunjukan adanya pencemaran lingkungan berat. Mata terbuai dengan hijaunya hutan, birunya langit, jernihnya air di sungai, dan juga indahnya pantai yang bersih tak tercemar. Tak ada limbah dibuang sembarangan, tak ada jelaga. Kulit pun tidak gatal karena kena bahan kimia atau apa. OK sempat gatal digigit serangga, tapi itu menunjukan kalau hutan bisa ditumbuhkan kembali dan para satwa bisa punya rumahnya lagi. Penciuman saya juga gembira dengan aroma pepohonan, air laut dan tak sekalipun saya mengalami sesak napas yang sempat saya khawatirkan. Semua kecurigaan saya terbukti tidak benar. bahkan saya merasa lebih sehat, karena menghirup udara segar dan bersih selama tinggal disana. Selain pengalaman, si Orang curiga ini juga mendapatkan bonus teman-taman baru dari berbagai bidang kehidupan. benar-benar perjalanan yang menyenangkan.

Dan pertanyaan Adakah Tambang Yang Ramah Lingkungan ? Jawabannya Ada, di Batu Hijau, PT Newmont Nusa Tenggara. Semoga mereka bisa jadi panutan bagi semua tambang di dunia. berani menambang, tapi berani juga memastikan lingkungan tetap terjaga, dan tetap ada untuk generasi mendatang.

Demikian tulisan si Orang Curiga, semoga membawa perspektif baru soal tambang yang bukan hanya ramah lingkungan tapi mengusahakan keberlangsungan lingkungan hidup disekitarnya.

Kalau ingin informasi lebih lanjut kunjungi website mereka di https://www.ptnnt.co.id/id/Default.aspx

IMG-20160220-WA0031
Foto Elang terbang bebas mencari mangsa di sekitar wilayah tambang. photo by Adhi

Perkara Makan di Tambang

Kita makan untuk  hidup. Perkara Makan sangat penting buat saya.

Dan saya sempat mencemaskan perkara makan ketika berangkat mengikuti #newmontbootcamp Batch 5 ke Batu Hijau Sumbawa Barat. bukan apa-apa, masalahnya saya agak manja soal makanan. makanan mesti ada terus, soalnya saya gampang lapar dan hobi cemal cemil bergembira. Terbayang  di wilayah tambang jauh dari mana-mana. makanannya seperti apa, saya benar-benar tidak terbayang. Kebayangnya saya bakal kekurangan makan. Akhirnya berangkatlah saya dengan dua ransel berisi pakaian, kebutuhan  sehari-hari dan aneka macam snack yang nyempil dimana-mana.

Tak disangka tak diduga, ternyata kecemasan saya tidak beralasan Pemirsa ! sesaat kami datang ke Townsite Batu Hijau tempat para pekerja tambang PT Newmont Nusa Tenggara tinggal , kami para Bootcampers, sudah disuguhi makan malam spektakuler disemacam Gazebo besar di pinggir lapangan rumput Hijau . jadi karena kami datang kemalaman, kami tidak jadi makan malam bersama para pekerja tambang di Mess Hall. Makan malam berupa ayam , ikan, aneka sayuran dan juga aneka hidangan penutup lezat bercita rasa tampil menggembirakan perut saya yang sudah berteriak karena lapar. tapi ada satu rasa yang hilang dari semua hidangan ini. apa ya ? apa ya ? apa ya ? apa ya ? ( terus saja pertanyaan itu terngiang di benak saya)

Keesokan hari jam 6.30 WITA kami sudah diharuskan hadir di Mess Hall, Tambora Room tempat makan para pekerja Tambang. Wah, akhirnya yang saya tunggu tiba juga. kami harus berjalan kira-kira 600-700 meter dari Kompleks T3 tempat kami menginap melalui Mesjid, dan semacam hutan kecil melalui jalan setapak yang rapi dan dilengkapi dengan lampu penerangan. Akhirnya tiba juga di Mess Hall Tambora Room, yang terdiri dari jajaran bangunan yang cukup luas ber AC. Memasuki ruangan, kami disarankan mencuci tangan terlebih dahulu di westafel yang disediakan. Lalu ada semacam meja resepsionis  dengan pintu ala MRT. Diiringi senyuman manis Mbak Resepsionis ( Permisi ya Sis) , saya menggesekkan ID Card saya. lalu sensor berbunyi dan saya boleh masuk ke ruangan makan. Sebagai Informasi, ID Card adalah nyawa kita di Batu Hiaju, apabila hilang, tidak bisa masuk kawasan dan tidak boleh makan !!!! (saya lalu memeluk erat ID Card dan berjanji akan menjaganya dengan sepenuh hati)

Sistem makan disini adalah Buffet ! All You Can Eat ! Woohooo ! Hati saya memekik gembira. bayangkan sebuah ruangan luas berisikan meja bundar yang disusun rapi dengan kursi-kursi, lalu di ujungnya ada aneka hidangan Buffet menggugah selera siap disantap. Semua disajikan oleh para petugas berseragam putih ala Chef memakai penutup rambut untuk menjaga kebersihan.

Ada aneka pilihan sarapan, mulai dari sarapan Indonesia semacam nasi dan lauk pauk, sarapan ala londho dengan sosis, daging asap , oatmeal dan gerombolannya, sebuah meja dengan aneka roti, mentega dan selai,sebuah buffet  aneka buah-buahan potong, sebuah Egg Station dengan aneka pilihan masakan telur, dan sebuah Instant Noodle Station ! berasa punya warung Mie Instan sendiri. Ada juga deretan dispenser aneka minuman seperti susu segar, Orange Juice , Mango Juice yang divariasikan setiap harinya. Jadi bingung mau makan yang mana, semuanya ada !!!

TAPI INI BUKAN BUFFET BIASA !! Tapi BUFFET LUAR BIASA !

Dimana-mana ada roll up banner, signage, dan aneka tanda soal hidup sehat, apa dan bagaimana makanan sehat. disetiap hidangan ada tanda makanan itu sebaiknya banyak dikonsumsi seperti buah-buahan dan sayur dengan tanda hijau, sebaiknya dikonsumsi secukupnya dengan tanda warna kuning atau bahkan ada tanda sebaiknya dimakan sedikit saja dengan tanda warna merah seperti brownies manis dan lazis kesukaan saya.

Bahkan piringnya didesain sedemikian rupa supaya bisa membagi tempat supaya komponen makanan yang dibutuhkan bisa dikonsumsi semua. protein, karbohidrat, serat dalam sayuran dll. Dan saya perhatikan piringnya sudah dihangatkan dengan suhu tertentu supaya tetap steril dan bersih, seperti standard hotel berbintang lima.

Bisa dibayangkan, para pekerja tambang yang kelelahan dan lapar setelah seharian beraktivitas di tambang, lalu makan disini , mereka membutuhkan nutrisi yang cukup supaya tetap dapat beraktivitas dengan normal. karena pekerjaan mereka berat dengan jam kerja yang cukup panjang sesuai dengan shift yang mereka dapatkan.

Menu disini sangat bervariasi, tapi tema besarnya tetap sama. ada masakan Indonesia, makanan Barat, aneka buah-buahan dan hidangan penutup. menunya berganti setiap hari. saya sempat bertanya dengan beberapa pekerja tambang apa tidak bosan dengan menu disini. Rata-rata bilangnya tidak, karena variasi menu. tapi ada semacam mitos kalau pegawai baru biasanya 3 bulan pertama akan menggendut karena makannya banyak karena lapar mata semua dimakan. setelah bulan ketiga akan kembali keberat semula, karena mulai paham akan pola hidup sehat.

Setiap makanan yang saya coba rasanya sedap, berbahan baku segar dan penampilannya menggugah selera ! dan sepertinya saya menderita sindrom pegawai baru dimana hampir semua makanan dicoba. penasaran kan. tapi tetap ada satu rasa yang hilang saat saya makan disini. apa ya apa ya apa ya ?

Ternyata selidik punya selidik, semua makanan disini tidak menggunakan Vetsin alias MSG ! lidah saya yang biasa bergelut  dengan MSG dalam keseharian merasa kehilangan rasa itu. RASA DOSA ! inilah jawaban dari pertanyan apa ya apa ya apa ya saya dari tadi.

Sebagai informasi, bahkan dalam Mie Instan yang disajikan disini mereka menggunakan kaldu sendiri yang saya lihat didasarnya mengandung banyak potongan sayuran !

Setiap Rabu malam diadakan Pizza Night di Besiate Lounge, namun sayang kita para Bootcampers sedang tugas luar bertemu dan bersosialisasi  dan dengan penduduk sekitar lingkar tambang. Tapi Jumat malam saat BBQ Night, kami berkesempatan ikut BBQ Night. it was an ultimate BBQ Party ! Mau sirloin steak, tuna, ayam, sosis semua disediakan oleh Chef. dengan olesan saus BBQ yang sedap dan juga aneka makanan pendampingnya seperti salad, roti dsb. semuanya bercita rasa lezat sekali ! Malam yang menyenangkan makan bersama teman-teman setelah seharian penuh beraktivitas.

Siapa sangka ternyata di tambang bisa makan enak dan nikmat? Tinggal beberapa hari di Batu Hijau Townsite , tempat para pekerja Tambang PT Newmont Nusa Tenggara berada membuat saya menyadari itu. Tapi ada satu hal penting yang saya kagumi yaitu, selain menyajikan makanan enak dan nikmat, ada satu hal penting yang mereka dahulukan yaitu SEHAT !

Satu hal yang saya bawa keluar dari wilayah tambang Batu Hijau ini adalah apabila mau hidup sehat semua kembali kepada pribadi masing-masing. Pilihan mau hidup sehat atau tidak kembali pada niat dan kemauan kita masing-masing. Berusaha hidup sehat bisa dilakukan dimana saja. apalagi dalam lingkungan dengan sistem yang mendukung seperti di PT Newmont Nusa Tenggara.

Ohiya , semua kecemasan soal perkara makanan di sini ternyata tidak terbukti. Bukti nyatanya adalah berat badan yang naik sempurna sebanyak 5 kg terpampang nyata di timbangan rumah.

 Sekali lagi, semua kembali pada pilihan masing-masing. dan pilihan saya mencoba semua makanan disana tidak saya sesali. Semua Enak dan SEHAT ! Titik

Batu Hijau , Permata Sumber Kehidupan

Salah satu Agenda yang saya tunggu dalam kegiatan #NewmontBootCamp adalah melihat langsung Mine Pit Batu Hijau, tempat penambangan utama PT Newmont Nusa Tenggara. apakah bentuknya seperti yang saya bayangkan di gambar atau video yang selama ini tersedia ? atau malah mengecewakan ?

 Pagi itu, setelah sarapan kami para peserta berkumpul , lalu naik dua bis menuju Mine Site Batu Hijau PT Newmont Nusa Tenggara yang letaknya beberapa menit berkendara dari Townsite Batu Hijau tempat kami menginap.

Kami sempat berganti bis, karena harus menggunakan bis dengan roda 4×4 supaya kuat menanjak. Jalanan disekitar tambang memang tidak diaspal mulus.  didalam bis harus memakai safety belt. supir akan berhenti dan tidak mau jalan saat ada penumpang yang berdiri dan dan tidak pakai safety belt. padahal kalau dalam kehidupan di luar tambang kita biasanya bebas di Bis. Tapi tidak disini. Soal safety disekitar tambang selalu menjadi prioritas .

Memasuki wilayah Area Penambangann, Kita disuguhi pemandangan Haul Truck, truck besar berwarna kuning pengangkut hasil tambang berlalu lalang dari Mine Pit ke Crusher (Mesin Penghancur)  , tempat penggilingan Batuan menjadi bijih. bagaikan pasukan semut kuning raksasa yang secara terus menerus membawa makanan bagi Sang Ratu yang seakan tak pernah kenyang. menelan bebatuan, menghancurkannya dengan giginya yang besar dan kuat.

Sebelum ke Mine Pit, Kita mengunjungi Main Maintenance Area Batu Hijau, dimana hampir semua kegiatan yang mendukung penambangan dilakukan. Kita mendapatkan materi dari Pak Budi soal Proses Penambangan. Proses Penambangan Batu Bara adalah suatu proses masif yang melibatkan suatu sistem berkesinambungan dengan melibatkan banyak aspek, dari aspek produksi, keselamatan sampai lingkungan sekitarnya.  Gambaran singkat dalam proses penambangan yaitu diawali dengan proses pengeboran, dimana titik pemboran sudah disurvey dengan sangat teliti untuk menentukan letak titik dimana tembaga banyak dikandung. Dan dengan teknologi canggih bisa diketahui secara tepat titik mana saja yang mengandung tembaga paling bagus. Setelah dibor, dilakukan peledakan supaya batuan lepas dari tanah menjadi berukuran kira-kira 25 cm. Lalu diangkut dengan Haul Truck menuju Crusher untuk diperkecil sampai berdiameter 15 cm. Lalu batuan ini diangkut ke pabrik pengolahan sedangkan batuan berkadar lebih rendah ditimbun di area penimbunan bijih untuk diolah kembali di masa yang akan datang.

Sebagai informasi Tambang Batu Hijau merupakan tambang yang menghasilkan Konsentrat. lho ? bukannya tembaga ? Memang mengandung tembaga. tapi produk akhir dari tambang ini adalah konsentrat yang mengandung tembaga dengan emas dan perak sebagai mineral ikutan. Setiap ton bijih yang diolah menghasilkan 4,87 kg Tembaga dan 0,37 gr emas (sedikit ya ternyata dari 1 ton hanya nol koma sekian gram). Logam berharga tidak secara langsung bisa diperoleh karena bercampur dengan mineral lain yang tidak memiliki nilai ekonomis. diperlukan proses lanjutan untuk mengolahnya lagi menjadi logam berharga. Sesuai Kontrak Karya, Kewajiban PT Newmont Nusa Tenggara adalah mengolah bijih untuk menghasilkan konsentrat untuk dipasarkan. Bentuk konsentrat itu seperti pasir gunung. halus, tapi bernilai tinggi.

Setelah mendapatkan penjelasan soal proses penambangan, rombongan #newmontbootcamp berangkat menuju  ke Mine Pit Batu Hijau, Pusat Penambangan PT Newmont Nusa Tenggara ! Masya Allah, cuacanya terik betul ! Matahari di Sumbawa memang istimewa ! tapi saya senang mengikuti kegiatan ini. langit terasa lebih cantik kelihatannya. Sedikit demi sedikit, dinaungi bentangan langit biru cerah, berjumpalah saya dengan Batu Hijau Mine Pit. Sebuah Pusaran batu berwarna coklat kehijauan dengan genangan air berwarna turquoise cantik bak permata di tengahnya. Sunguh takjub saya melihatnya ! inilah dia Permata Baju Hijau yang memberikan kehidupan bagi PT Newmont Nusa Tenggara beserta para pegawainya , masyarakat sekitar lingkar tambang dan juga bagi Pemerintah Indonesia.

Mine Pit Batu Hijau diameternya sekarang sudah 2,7 KM, dan target finalnya adalah 3 KM. Dari Look Out Point , tempat kami melihat Mine Pit , Haul Truck terlihat sangat kecil sekali, berlalu lalang mengangkut hasil tambang. Di cekungan Mine Pit yang terisi genangan air, berwarna turquoise dikarenakan kandungan tembaganya. Sementara dinding MinePpit berwarna kehijauan merupakan hasil oksidasi antara batu yang mengandung tembaga dengan oksigen. Inilah kenapa tempat ini dinamakan Batu Hijau.

Sungguh pemandangan yang cantik sekali ! begitu megah dan menakjubkan ! Serasa berjumpa dengan sebuah Batu Hijau, Permata Hijau Raksasa, sang pemberi kehidupan bagi orang disekitarnya. Sang Pemberi denyut nadi kehidupan bagi banyak orang yang merasakan manfaatnya. Ternyata dia lebih cantik dan megah daripada yang saya lihat di gamabr maupun di video !  Silaunya matahari siang, indahnya pemandangan langit biru, Mine Pit Batu Hijau yang cantik, udara yang bersih membuat hati ini gembira berada di tempat ini. Alhamdullilah !

Di tempat ini saya merasa kecil sekali. Betapa Tuhan Yang Maha Esa begitu Kaya dan berbaik hati memberikan kita bumi dengan segala isinya untuk  dimanfaatkan dengan bertanggung jawab. Dan begitu kagum saya dengan semua proses penambangan yang berjalan disini. Melihat sendiri betapa serius proses penambangan ini, dan betapa cerdiknya manusia dengan teknologi dan ilmu pengetahuan dapat memanfaatkan kekayaan alam dengan hati-hati dan  bertanggungjawab pula.

Senang berjumpa denganmu Batu Hijau, Permata Pemberi Kehidupan.